Minggu, 05 Agustus 2012

(Dika-Gigi)-Kunjungan ke-2


Kemarin ( sabtu, 4 Aug 2012), Dika kunjungan ke-2 ke drg. Irfan.

Sejak jum'at kita udah nanya ke dika apa aktivitas yang akan kita lakukan pada hari Sabtu ini. Dika jawab : ke rumah om irfan dan les (aka terapi).

Saya tanya ke dika, mau apa ke rumah om irfan ? Dia jawab mau cabut gigi, nanti dika di suruh mangap, trus giginya diliat, trus cabut

Sip, dika tau apa yang akan 'terjadi' di rumah om irfan nanti.

Pas sahur, saya tanya lagi, hari ini jadi gak ke rumah om irfan. Dika bilang jadi mih, aku mo liat gigi dika di tv om irfan.

Okeey, berarti ga ada perubahan nih.

Jam 8.20 kami berangkat ke rumah om irfan ( sebelumnya kami telpon dulu pastikan om praktek).

Sampai di rumah, dika langsung masuk ke ruang praktek :D ( gawyaaaa banget), kata om irfan, sebentar ya dika lagi siap-siap dulu.

Kita nunggu di ruang tamu sambil nonton tv sebentar trus ke ruang praktek.

Dika salaman, trus om ngobrol ma dika, tanya puasa atau tidak, di ajak kenalan sama asistennya, di tanya mau ngapain ke sini, mau duduk di kursi 'periksa' atau tidak ?

Selanjutnya, dika duduk di kursi periksa dengan sukarela. Om irfan dan om ary plus dika ngobrol, proses cuma sebentar doang, tapi dika udah izinin tangan om irfan masuk ke mulutnya meskipun pake sarung tangan karet.

Truuuus, ya udah gitu doang :D

Om irfan bilang ke kami kalo hari ini target dia ya hanya dika izinin tangan dia masuk ke mulutnya. Stop disitu aja dan kasih peer dika untuk goyang2 gigi. Om ga mau interaksi di ruang praktek terlalu lama buat dika

Dia bilang, ibu+bapak haruuus sabar, karena ini prosesnya akan lama, saya bener2 harus bangun kepercayaan dika untuk mau dengan sukarela ke dokter gigi, mau diperiksa, mau dikerjakan giginya dengan senang hati. Jadi jangan bosen bolak balik kesini pak/bu.

Kalo saya mau, saya bisa maksa dika, tapi proses berhenti sampai hari ini saja, dan saat itu yang dilakukan adalah kita maksa mau-nya kita ke dika, dika yg harus memahami maunya kita. Tapi saya gak mau itu, saya mau, kita yang memahami mau-nya dika.

Kunjungan ke-2 ini progresnya luarbiasa, dia perbolehkan saya masukin tangannya ke mulutnya, subhanallah itu kemajuan sekali.

Dia bilang, kasus dika ini masih ringan, dia sudah menghadapi yang lebih berat dari dika.

Dia cerita bahwa dia konsulkan kondisi dika ke istrinya yang psikolog anak, dan istrinya yang kasih step apa yang harus dilakukan ke dika.

Eeeh kami dikenalkan oleh istri om irfan yang sangat cantik, tante dirly namanya. Ngobrol panjang lebar tentang kondisi dika dan dia bilang dia akan diskusikan dengan om irfan.

Om irfan dan tante dirly bilang, kalo perlu ngobrol dengan tante dirly tentang tumbang dika, feel free kok.

Subhanallah
Alhandullilah
Sungguh saya tidak pernah berpikir akan bertemu dengan orang-orang hebat ini.
Sungguh ga sangka, di ciledug gitu loh
Saya pikir, drg yang child friendly hanya ada diklinik drg anak, di klinik2 gigi ternyata saya menemukannya disini.

Oiya, kami sempat ngobrol sama om ary, assisten om irfan, kalo om irfan adalah specialis bedah mulut di Ladogi-benhil, dan memang beliau orang yang sangat pintar (padahal masih muda) dan sabar sekali ngadepin pasiennya.

Yaak segitu saja cerita tentang drg. Irfan
Sampai ketemu minggu depan.

Oiya, selama kunjungan dan belum ada tindakan, kami belum di charge oleh beliau :).
Alhamdullilah, ga bisa berkata-kata lagi sayah

Drg Irfan, keisha dan Rury
Phone : 021-5845234

*bukan marketingnya beliau, tapi ingin berbagi dengan teman2 kalo-kalo butuh drg diciledug*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar