Kamis, 18 Maret 2010
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Dari pertama memutuskan untuk naik Lion Air, agak berdegup-degup hati ini, soalnya biasanya saya selalu naik Garuda kemanapun saya pergi, pernah sekali naik Mandala dan Adam Air (karena pulang dadakan dan jam terbang yang paling dekat hanya mandala dan Adam Air, ech dulu sekali pernah juga naik Merpati, jamannya masih Garuda, Merpati, Bouraq dan Mandala ).
Pilih-pilih jam penerbangan sambil tanya-2 jenis pesawatnya, tanya dulu kanan kiri yang udah naik lion ( lebaaay banget deh gw). Akhirnya memeutuskan untuk naik JT 561 jam 6 pagi dari Jogjakarta ( 737-900ER).
Sampai mau naik pesawat tetap berdegup-degup...... hihihihi
Alhamdullilah, pesawatnya besaaar, nyaman, pramugarinya ramah n cantik-cantik, pilotnya suaranya yahuuuud, bangkunya kurang empuuuuk, n flying Safe with Lion kali ini.
Alhamdullilah, bisa kembali dengan selamat ke rumah lagi.
Ternyata, tak kenal maka tak sayang berlaku buat saya kali ini.
Semoga penerbangan berikutnya dengan penerbangan lain akan sama menyenangkannya ....
Amin
Senin, 15 Maret 2010
Terbang dengan Lebaaay
Tadi pagi tuh, kali pertama buat gw, eyang n Dika naik
Lion Air, biasanya kita selalu naik garuda.
Yang bikin lebay itu gw selalu bertanya2 bener gak sih pilihan gw,
Kamis, 04 Februari 2010
DIKA & BICARA (2)
Melanjutkan sharing tentang dika dan bicara yang pernah saya post sebelumnya disini.
Hari ini akhirnya Test BERA jadi dilakukan di A Kasoem Cikini dengan pertimbangan dika tidak ketemu dengan anak-anak yang memang lagi sakit, karena ditempat ini memang khusus hanya menangani pemeriksaan dan terapi untuk gangguan pendengaran.
Persiapan yang dilakukan dirumah : Dika tidur jam 6 sore dan bangun jam 9 malam, tidur lagi jam 11 malam dan bangung lagi jam 4 pagi, ini dimaksudkan agar dika bisa cepet tidur disana.
Sampai di A Kasoem jam 8 kurang 15, pegawainya belum siap, karena memang jam 8 pagi bukanya. sempat debatan sama staff disana karena kami dapat nomor urut 1 tapi staf yang lain malah ngasih pasien no 2 ditest lebih dulu.
Pertama - tama Dika di test BOA, kita masuk disebuah ruangan disana ada meja, kursi dan beberapa speaker dan dika dites mendengar bunyi-2an tersebut, terapis melihat respon dika ketika mendengar bunyi-2an, misalnya bunyinya dari arah kanan, apakah dika akan melihat atau mengikuti suara tersebut. Ada beberapa yg lewat karena dika sibuk nyanyi :).
Setelah itu Dika test BERA syaratnya harus Tidur, tadinya minta gak pake obat tapi ternyata lama, so, mau gak mau minum obat deh, gak sampe 10 menit langsung pulas tu anak ( dasar peloooor, kayak emaknya )
Tes BERA sekitar 30 menitan, sayangnya ada 1 test yang gak bisa dilakukan yaitu OAE karena telinga dika ada kotorannya :( (hikkkkks balik lagi dah).
Hasil BERA :
Kemungkinan Dika ada gangguan pendengaran, karena hasil BERAnya adalah 70 db, artinya dika bisa mendengar tapi harus dengan suara yang agak keras. Dika dites secara manual ketika dr faisa bicara agak keras dan menengah dika bisa dengar, ketika lembut dika masih merespon, tapi ketika lembut dengan mulut ditutup, dika gak merespon ( dari siang sampai malam kita coba juga dirumah, tapi dia merespon loh apa yang kita omongin atau tanyakan, tapi kenapa tadi di klinik enga ya....aneeeeh) . Masih banyak kemungkinan bisa saja hasil ini adalah fix tapi bisa saja tidak, karena menunggu hasil OAE dan TYMPANOMETRI.
Nah, tahap yang perlu dilakukan sekarang adalah membersihkan kotoran telinga dika yang cukup keras, caranya dengan menggunakan cairan agar lunak setelah itu disedot kotorannya di THT , jika sudah bersih baru ke A. Kasoem. Mudah-mudahan selasa or kamis depan saya bisa kembali lagi kesana.
oiya, sampai dirumah saya telpon ke mba audiyanti, salah satu member milis sehat, tanya-tanya soal hasil test dika, menurut mba audi, dengan hasil 70 dp kerusakannya masih dalam tahap ringan, masih bisa diperbaiki..... dan saya banyak banget mendapat ilmu baru tentang gangguan pada pendengaran dan apa saja yang mungkin bisa dilakukan, seneeeeng rasanya saya bisa sharing dengan mba audi,,,,,
Dan saya bersyukur bahwa akhirnya satu langkah ke satu langkah dapat saya lakukan demi kebaikan dika. Mohon doanya ya temen-temen.
Apapun hasil yang akan saya dapat nanti, sungggguh saya kembali bersyukur dengan keadaan dika saat ini karena ternyata dia memiliki kelebihan dari anak-anak yang saya temui hari ini di klinik, dika jauh lebih berkembang dari mereka, saya bisa berkomunikasi dengan baik dengan dika, bercengkrama, tau apa yang dia inginkan, sementara anak-anak yang saya temui, orang tua mereka tidak paham apa yang mereka ucapkan atau inginkan.
Kamis, 28 Januari 2010
Mohon pendapatnya ya..... * KPR Rumah *
Terinspirasi postingannya mba Shanti yang ini jadi pengin minta pendapat temen-temen.
Bulan Oktober yang lalu saya mulai hunting-hunting beberapa developer rumah di seputaran Ciledug.
Ada rumah yang sangat saya inginkan tapi ternyata budget dan posisinya belum sesuai. Pilih punya pilih, akhirnya saya memilih salah satu perumahan yang posisi dan kavlingnya pas dengan keluarga kecil kami plus terpikat dengan segala fasilitas yang akan diberikan.
Singkat cerita, kami membooking kavling tersebut dengan membayar booking fee, tapi kami minta waktu kurang lebih 2 bulan untuk dapat menyiapkan data-data untuk proses KPR. (waktu booking fee, si sales menginformasikan bahwa kavling hanya tinggal 3 dan yang lainnya sedang proses KPR, 2 rumah sudah dalam tahap pengerjaan)
Nah Desember lalu pas nih 2 bulan, dokumen juga udah siap tinggal diberikan ke salesnya. Nah pas kami datang lagi...................eng...ing....eng......... kok belum ada progres pembangunan kavling-2 yang baru ya (masa sih belum ada KPR yang turun) ......2 kavling yang sudah dibangun juga gak ada perubahan berarti, masih seperti 2 bulan lalu kami datang ke sana.
Kami langsung hubungi salesnya, katanya proses pembangunan dilakukan pada Januari ini, karena menunggu dana cair dari bank..... (masa sih?, saya liat developer yang lain, mereka membangun sambil memasarkan dan finishing jika akad kredit disetujui)
Nah saya belum nengokin lagi nih, tapi kalo seandainya belum ada perubahan juga, apa yang harus saya lakukan ya ?
Ditunggu saran temen-temen ya...................*pleasssse *
Kapan ya ke Bandung
Soalnya Observasi & Konsultasinya bisa dipindah ke Bogor
Padahal dah rencana pengin ketemu anna, rara, ke FO, ke kebon strawbery, wisata kuliner, secara terakhir ke Bandung gw tahun berapa ya.... (maksudny bener-2 ke Bandung bukannya naik kereta ke bandung trusan balik lagi....
So, kapan ya ke Bandung..... ?
*wonderiiing bikin anak di Bandung langsung jaid gak ya.....xexexe
*potingan gak penting, cuman pengin nulis azah
Senin, 25 Januari 2010
SAYANG ANAK, SAYANG ANAK
Demam anak saya sudah lebih dari 3 hari nih, perlu tes darah gak ya??
Tolooong… anak saya muntah dan diare lebih dr 5 kali sehari, apakah sudah
harus diinfus?
Anak saya diresepkan puyer nih sama DSAnya, katanya kasihan kalau minum
banyak obat :(
Dear Smart Parents,
Familiarkah dengan pertanyaan-pertanyaan diatas?
Panik saat anak sakit?
Bingung mengajak keluarga dan teman untuk RUM?
Untuk bisa menjawab semua pertanyaan diatas, dan menghilangkan kepanikan
saat sakit, ikutan Booster Pesat Tangerang yuk, jangan lupa ajak keluarga
dan teman.
What?
Booster ini akan membahas topic berikut:
- Demam, Batuk, Pilek serta Asma
- Muntah dan Diare serta Konstipasi
- Penggunaan Obat yang Rasional (Rational Use of Medicine)
Who?
Pembicara : dr. PURNAMAWATI SpAK,MMPed dokter dan dokter Yayasan Orangtua Peduli
Pembawa Acara : MONA RATULIU
When?
Sabtu, 6 Maret 2010, pukul 8.00 – 14.00 WIB
Where?
Seputaran Tangerang (Venue TBC)
How?
Kirim ke pesat.tangerang@gmail.com
tangerang at gmail dot com) dengan Subjek: Pendaftaran
Nama Lengkap 1 : (diisi untuk peserta perseorangan)
Nama Lengkap 2 : (diisi apabila mengajak pasangannya)
Status : Belum menikah/Menikah
Alamat :
Nomor telepon/Hp yg mudah dihubungi:
Email yg aktif di gunakan: (untuk mengingatkan peserta)
Jumlah Anak :
Usia Anak :
Kepesertaan : *Paket Pasangan/Perorangan*
Note : pendaftaran melalui milis tidak dilayani.
Pengganti biaya penggandaan makalah, konsumsi dan seminar kit :
Peserta perorangan : Rp. 85.000,- per orang
Peserta pasangan/suami–istri: Rp. 150.000,- per pasangan
PEMBAYARAN
1. Pembayaran dilakukan setelah mendapat konfirmasi pendaftaran dari email:
pesat.tangerang@gmail.com, (pesat dot tangerang at gmail dot com)
2. Pembayaran di transfer ke :
Rekening BCA a/c. 6540060477 - Hera Listianawati
Rekening mandiri a/c 1210004115642 - Saeful Anwar
3. Konfirmasi pembayaran, melalui sms ke Hera ( 0816 1672703 ) atau email
ke pesat.tangerang@gmail.com, (pesat dot tangerang at gmail dot com) dengan
Subjek: *Konfirmasi Pembayaran.*
Cantumkan nama peserta, nama Bank, no rek, jumlah (Rp) & tanggal transfer
Perhatian : apabila tidak menggunakan rekening sendiri harap mencantumkan
nama lengkap calon peserta.
Pendaftaran akan ditutup tanggal 28 Pebruari 2010 atau setelah kuota peserta
terpenuhi
Pertanyaan mengenai teknis dan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
panitia *pesat.tangerang@gmail.com (pesat dot tangerang at gmail dot com)
*atau Mela : 0816630188 dan Shinta : 0813 84746656
Salam SEHAT,
Panitia Booster PESAT Tangerang
------------------------------
Selasa, 19 Januari 2010
DIKA DAN BICARA (1), z
Sebenarnya saya sudah worry sejak dika umur 4 tahunan, tapi orang-2 disekeliling saya suka bilang, nanti lama-lama juga bisa kok, toh si A pas umur 5 tahun bisa, si B juga bisa lancar ngomong pas umur 5 ttahun.
Okelah kalo begitu...
Tapi makin kesini alarm saya makin berbunyi.....
Beberapa upaya telah kami lakukan untuk menstimulasi dika, namun tidak banyak perubahan.
Akhirnya saya diskusi dengan dr. Anto dan Mba Ria ( kebetulan member milis AB)
Mereka berdua menyarankan untuk membawa dika ke dr. tumbuh kembang untuk diperiksa lebih lanjut. Sampai minggu lalu saya masih belum menemukan waktu yang tepat untuk bisa ke tumbuh kembang.
oiya minggu lalu dika ikut test IQ, nah akhirnya diketahui bahwa kemampuan komunikasinya sungguh dibawah normal.....so hasil diskusi dengan mba Ria dan saran dari milis AB, dika harus dibawa ke dr. tumbuh kembang, kemudian dilanjutkan dnegan pemeriksaan lain sesuai rekomendasi dari dr. tumbuh kembang.
Akhirnya hari ini saya datang ke RSCM ketemu dengan dr. Rini Sekartini SpaK dipoli Anak. dan hasil observasi untuk kecerdasan dika normal, tapi kemampuan komunikasinya masih seperti anak umur 2,5 tahun. ( aduuuh saya sangat shock).
Tahapan yang perlu dilalui untuk pertama kali adalah test BERA, ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah dika mengalami gangguan pendengaran atau tidak.
Apasih test itu ?
Dari yang pernah disahare mba audiyanti :
TES BERA (Brainstem Evoked Response Auditory) atau ABR
(Auditory Brainstem Response)
Menguji kinerja seluruh alat pendengaran dari gendang telinga (telinga luar) sampai ke otak. Cara kerjanya dengan memberikan bunyik klik pada frekuensi yang berbeda – beda pada tingkat kekerasan yang berbeda – beda pula an responnya ditangkap langsung oleh sensor di otak. Tesnya tidak menyakitkan (un-invasive), tidak perlu respon aktif dari pasien dan hasilnya menyeluruh. Tes ini adalah tes paling umum dalam mendeteksi gangguan pendengaran.
Nah, tadinya dika mau langsung BERA di RSCM cuma, pas diperiksa telinganya kotor jadi si perawat/dokter menolak untuk melakukan test tersebut.
Tapi tenyata itu bermanfaat juga buat saya
karena, saya dapat rekomendasi dari bu julia tempat untuk test bera ini, yaitu Kasoem Hearing & Speech Center yang di Cikini.
Cek punya cek harganya lebih mahal dari RSCM, tapi kok hati saya lebih mantap ke klonik tersebut. kalo di RSCM cuma 290ribu kalo di A Kasoem Rp. 475.000 sudah termasuk (BERA kanan kiri, BOA / VRA, OAE dan konsultasi )
So, saya sudah buat perjanjian test BERA untuk tgl 26 Januari 2010,
Mohon doanya ya buat dika, biar hasilnya baik.
Dan juga biar niat dan ikhtiar yang kami lakukan untuk Dika dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Amin