Tampilkan postingan dengan label terapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terapi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

{Dika-KAC) - 1 year

Bulan ini setahun yang lalu kami memutuskan memilih KAC sebagai tempat terapi Dikakami yakin, banyak hal yang telah dika lalui dan dapatkan sepanjang setahun ini, dari yang datang dengan muka ditekuk, hanya memiliki sedikit kosa kata, tidak berminat untuk belajar, tidak nyaman dengan sekitar, sampai akhirnya begitu banyak kemajuan yang Ia dapatkan. Sekarang Ia begitu cerewet meski pelapalannya untuk kosa kata yang baru belum jelas (sepertinya kami harus lanjutan pemeriksaan telinganya di THT), motorik halus + kasarnya meningkat, mau menulis + mewarnai, tau konsep sakit+marah+senang, dan banyak hal lagi.

Akhir Maret ini, kami menerima surat pemberitahuan bahwa KAC akan berpindah lokasi ke Graha Bintaro dikarenakan KAc telah memiliki gedung yang baru disana, kami sudah berhitung waktu dan jarak serta plus minus bila dika berganti terapis atau tetap bersama terapisnya sekarang.

Akhirnya, Kami meminta ke owner dari KAC,  dika akan melanjutkan ke KAC bila tenpat terapi tidak di Graha BIntaro tapi di Graha raya dan terapis yang handle dika adalah terapisnya sekarang atau beliau sendiri atau menyediakan terapis yang memiliki kesamaan kemampuan dalam membimbing Dika. Bila ternyata gagal dengan terapis baru, kami akan kembali ke terapisnya yang lama dan tidak meneruskan di KAC, dan beliau menyetujui permintaan kami yang ketiga serta sesekali dika akan dibimbing langsung oleh Beliau.

Hari ini, hari pertama Dika dibimbing oleh terapis yang baru, deg-degan rasanya memasuki tempat ini ( ini kali kedua kami ke tempat ini), sambil menunggu kedatangan terapis barunya, kami ngobrol di ruang tamu.
Hanya 5 menit kami menunggu, akhirnya kami dipertemukan dengan terapis barunya, hmmm, lembut sekali orangnya, semoga dia akan nyaman dengannya ( sejak dirumah dan diperjalanan saya sampaikan ke Dika kalau Ibu Dini tidak menemani dika belajar hari ini dan seterusnya dan dika akan belajar dengan Ibu guru baru).

Ternyata semua berjalan lancar pada perkenalan pertama mereka, dika mau berkenalan tanpa di paksa, mau langsung diajak ke kelasnya tanpa adegan manja yang biasa Ia lakukan dan di dalam kelas...... Ia hepi dan mengikuti aktivitas dengan ceria dan nampak tidak tertekan.

Ah, ternyata kekhawatiran mami beberapa hari ini gak terbukti
kamu ternyata siap dan nyaman dengan perubahan ya Nak.....
Semoga banyak hal akan dika lalui dengan menyenangkan di tempat dan terapis yang baru ya nak...

selamat ya sayang.....
seperti yang mami bilang, di kehidupanmu..... akan banyak perubahan yang akan kau temui, bertemu orang baru, berganti suasana baru, tapi yakinlah..... everything gonna be ok.... jangan pernah takut dengan perubahan ya nak.
love

mami - 030411

Note : makasih buat temen-2 yang udah memberikan saran tentang kondisi diatas.

Senin, 10 Januari 2011

(Dika) - Belajar Rasa (sifat)

Bulan November lalu, dika belajar tentang 'rasa' di terapi-nya.

Rasa yang dimaksud adalah rasa sakit-menangis, rasa senang-tertawa, rasa gemas, rasa kehilangan-sedih, rasa penasaran, dll.

Sebelumnya bu dini, terapis dika informasikan dalam tahap ini dika akan cengeng, tertawa terus atau melow atau penasaran.

minggu pertama, dika melow banget, dia gak mau ke kelas kalo gak diantar, gak mau ditinggal, apaan aja bisa bikin dika sedih >>> dika belajar "rasa kehilangan"
minggu kedua, dia jadi sering tertawa terbahak-bahak, kadang-kadang lebay, liat yang biasa aja, menurut dia lucu sekali >>> dika belajar rasa senang, bener-2 senang
minggu ketiga, dia sering bilang sakit, colek sedikit katanya sakit, cium dikit sakit, kepalanya sakit, deelel >>> dika belajar rasa sakit
minggu keempat, remidi untuk semuanya.

Selasa, 04 Januari 2011

(DIKA) - Progres Wicara


Udah hari ke 4 di tahun 2011, pengin cerita tentang progres wicaranya Dika.
Sekarang ini, udah banyak kosa kata yang dika dapatkan dari terapisnya, meski bunyinya belum sempurna, tapi udah jauh lebih maju dari 6 bukan yang lalu.

Yang terbaru, kata-katanya  udah mulai jadi kalimat, meski baru 3-4 kata, tapi alhamdullilah, itu progress yang kami tunggu-tunggu.

Beberapa percakapan kami :
D : Mami, udah makan belum ?
M : belum ka...
D : yaaaa.....
*saya bahagia banget denger dia bilang yaaaaa, berasa banget perhatian dika ke saya
atau

D : mami mau kemana ? kerja kantor ya ?
M : iya ka, mami mo kerja ke kantor
D : dika ikut ya mi, kantor mami
M : kapan-kapan ya ka, sekarang dika sama eyang dulu ya
D : ya mi, dika sekolah sama les ya...sama eyang ya mi
M : Iya...
*** seneng banget, karena dia mengerti banget kalo mami harus bekerja sementara dia sekolah dan les (terapi) ****

atau ketika saya telpon
M : Hallo, assalamualaikum
D :  ikum alam, mami ya
M : Iya, ini dika ya
D : iya mih, dika agi maem, pake nasi 2, ayam 2, ikan 2, sayur 2, bakwan 2
M : banyak ya dika
D : iya, dika mo main ma Nida... dadah mamih, muuuuah, I love you mami.... assalamualaikum
M : I love youu too dika, muaaah, wailakum salam
**** gak pernah bosen saya denger suara cemprengnya***

atau :
kalo kami lagi jalan-jalan di Mall dan ketemu badut
D : Mami, ada badut, badut isi orang, orang baek, tapi dika gak takut...
wkwkwk, saya suka banget sama logat n mimik mukanya waktu nyeritain soal si badut.

Progres yang saya baca dibuku terapinya juga makin maksimal, dika semakin cepat dalam menjawab pertanyaan, tidak mikir lama, mukanya gak datar lagi ketika menjawab pertanyaan, ekspresi dan gaya tubuhnya makin mantap....

Ahh, saya sangat mensyukuri ini semua.... semoga kedepan makin banyak yang bisa dika dan mami lakukan bersama.

Mami gak menargetkan dika harus bisa dalam jangka waktu tertentu, mari kita jalani aja ya sayang.....
Oiya, pesan buat saya buat temen-teman jangan pernah bandingkan anak kita dengan anak yang lain yang mungkin lebih segalanya dari anak kita,  tapi bandingkanlah ia 6 bulan sebelum hari ini.

Met senang-senang sama anak-anak ya

Kamis, 14 Oktober 2010

Kenapa saya pilih "Kids Autis Center"

Copas posting saya di FB
Gag ada niatan untuk jualan tempat ini
Hanya ingin share proses kenapa dika harus berada di sana.
Semoga bisa jadi semangat buat teman2 yg memiliki anak seperti Andika.
Selamat membaca

***************************************

Jadi pengin nulis tentang "Andika" (menjelang detik-detik kelahirannya minggu ini)

Setahun lalu, diusianya yang menginjak 5 tahun, saya membawa Andika ke dokter Tumbang di RSCM.
( hasil ricek saya pada tabel milestone baby & toddler dan mengecek tahapan-2 dalam perkembangan anak pada Andika, dan hasil ricek itulah saya memutuskan membawa Andika ke dr. Tumbang, keinginan saya ke dr. tumbang ini juga telah saya diskusikan dengan om dokter Anto, dan beliau yang merekomendasikan dokter tumbang yang saya temui)

Dari hasil assesment dan test denver, diusia 5 tahun kosa kata Dika dinyatakan seperti anak yang berusia 3 tahun, huruf yang keluar belum jelas terdengar seperti fungsinya, dan masih belum banyak kata yang dia kuasai, dan belum diketahui apakah ini dari Klinis atau non Klinis. Bu dokter menyarankan saya untuk Test Pendengaran " BERA test" untuk mengetahui apakah ada gangguan di pendengaran Andika, kalo tidak ada gangguan bisa langsung ke Klinik Tumbang atau ke Psikolog dulu. Di rumah harus tetap di Stimulasi agar kosa katanya bertambah

Untuk anak-anak usia Dika, cukup rawan untuk tidak diberikan terapi karena sebentar lagi dia akan memasuki usia sekolah dan ini bisa mengganggu emosi dan interaksi sosialnya, karena harusnya orangtua sudah mulai aware sejak si anak usia 3 tahun.

Sesuai arahan bu dokter, saya memilih test pendengaran terlebih dahulu, hasilnya Bera 70 db, hasil OAE tidak maksimal perlu diulang. dr. THT belum bisa mendiagnosa apakah Dika benaran ada gangguan pendengaran atau tidak, karena hasil Bera dilakukan ketika telinga sedang kotor, hasil OAe dilakukan ketika dika dalam keadaan terjaga, hasil BOA tidak sinkron dengan hasil test BERA. intinya perlu dilakukan pemeriksaan ulang setelah 6 bulan dari test ini dilakukan.

Saya call dr. Tumbang saya menginformasikan hasil test ini, dan Beliau menyarankan untuk mengulang test ini dan langsung bawa dika ke Klinik Tumbang untuk terapi wicara.

Saya memutuskan untuk bertemu dengan Psikolog sebelum Terapi Wicara, dari bincang-bincang kami dengan om Toge, kami baru mengetahui bahwa selama ini dika hidup dengan banyak fasilitas gratis yang menyebabkan dika menjadi anak yang pemalas, dia memiliki stamina yang jelek, sehingga berbicara bukan menjadi kegiatan yang asyik karena perlu mengeluarkan tenaga. Banyak deh yang kami dapat hari itu.... Alhamdullilah saya, eyang bersepakat untuk meninggalkan cara-cara lama kami dalam mengasuh Andika. Oiya kami disarankan untuk mengecek organ wicara Andika dan mungkin Terapi wicara bisa membantu Andika.

Hari-hari berikutnya saya dan pa dika hunting lewat email ataupun datang langsung ke beberapa tempat terapi, banyak kriteria yang kami timbang-timbang, termasuk soal biaya, jarak dan program yang diberikan, sudah hunting beberapa terapis yang bisa diundang ke rumah.

Akhirnya saya memilih Kids Autis Center, sebuah klinik tumbuh kembang di daerah Ciledug Indah. Sekitar 15 menit dari rumah kami.
Assessment dengan psikolog disana, organ wicara dika normal, tidak heperaktif, tidak ada gangguan dalam diri dika, dika hanya speech delayed dan kita perlu memperbaiki pola asuh serta membuat dika menjadi percaya diri, bila dika percaya diri maka kemampuan bicaranya pasti akan meningkat, kita harus buat dika menjadi mau dan bisa begitu katanya. ( hal lainnya hampir sama dengan hasil penerawangan om Toge).

Tidak ada garansi yang dijanjikan dari program yang diberikan, tapi mereka akan berusaha memenuhi kebutuhan Andika. Menjadikan Andika anak yang lancar bicara dan juga bisa mengejar ketinggalannya.

Hari ini tepat 6 bulan, saat ini kosa kata Dika dah buanyak, konsistensi menjawab pertanyaan sudah sangat meningkat, motorik halusnya sudah berkembang, bernyanyi, bercerita meski masih tertatih, kepercayaan dirinya meningkat, interaksi sosialnya tidak ada masalah. Banyak berkah yang kami dapatkan setelah mengikuti program disana

Mereka tidak menawarkan SI, obat-obatan dan juga program lain yang sebelumnya sudah membuat saya khawatirkan, karena memang tidak ada dalam program mereka.

Minggu ini Dika akan belajar mengenal "Rasa" dan juga mencocokkan "gambar", dalam hal ini diharapkan kemampuan dika untuk bercerita akan meningkat.

Wuaah masih banyak yang harus dikejar..... tapi saya tidak menyesal membiarkannya nyemplung di tempat terapi itu....
Karena buat saya.... orang tua adalah alarm si Anak, begitu kita tau ada masalah, kita harus mencari solusi terbaik meski itu harus membiarkannya belajar ditempat lain dan bukan di rumah, meski itu harus ditempat terapi bernama "Kids Autis Center".

Support dari temen-teman baik mama, juga membuat mama menjadi yakin bahwa dirimu memang perlu berada ditempat itu, dan mama tidak pernah menyesalinya.

Mama bangga padamu, Andika....
Mari belajar bersama ya Nak...... Ajarkan Mama terus untuk menjadi Ibu yang terbaik untukmu ya.
love you Andika............


Salam
Shinta
*4 days to go..

Jumat, 03 September 2010

(tentang Dika ) - BIASA YANG LUARBIASA


Udah lama gag cerita tentang Dika di Mp.... karena hari ini saya buat catatan di FB, so di copas deh... buat temen-temen di MP

Seperti yang ditulis di Efbe,

Rabu yang lalu (01-Sep 2010), ketika saya n Pa Dika sampai di rumah Eyang, Eyang memperlihatkan hasil terapi Dika hari ini. Sebulan ini dalam sesi terapi, selain meronce dan main plastisin ( memilin, meremas, dan menggunting) disisipkan sesi menulis dot to dot dan mewarnai.

Yang bikin saya melonjak kegirangan adalah hari ini Dika sudah bisa menulis angka 2 dan 3 mandiri tanpa bantuan dari terapisnya dan hasil mewarnainya juga sudah hampir rapi. Waaaah hati saya berdegup kencang sekali, merasakan kebahagiaan dan keharuan  yang meletup-letup.




2-3 sudah
 mulai bisa, alhamdullilah




Dot to dot diawal-awal

Kebahagian ini saya share ke beberapa BBG dengan mengirimkan tulisan dan gambar yang dika buat, dan betapa saya sangat berbahagia dengan sambutan yang sahabat-sahabat saya berikan. Mba Luluk menyarankan saya untuk menulis tentang ini agar bisa menginpirasi ortu yang lain, saya sempat ragu sebetulnya, karena ini mungkin hal yang sangat biasa buat teman-teman yang lain tapi ini sungguh luarbiasa buat saya. Setelah diskusi dengan penasehat spiritual saya “mommy oke”, akhirnya keraguaan itu hilang, dan jadilah saya menulis tentang kemajuan Dika.

Flash Back dulu ya,
Ketika Dika berumur 3 tahun saya sudah merasa bahawa ada yang berbeda dari dika, kemampuan bicaranya mengapa tidak bertambah,  bila berbicara hanya itu-itu saja, namun orang tua saya mengatakan bahwa wajar bila anak laki-laki terlambat bicara, nanti juga bisa, dan hal lainnya. Namun kecurigaan saya tidak juga berkurang.

Mewarnai di awal


Mewarnai pertanggal 1 Sep 2010

Akhirnya saya putuskan untuk bertemu dengan dr. Tumbang di RSCM atas rekomendasi dr. Anto, dengan hasil assessment : kosa kata Dika masih seperti anak 3 tahun,  ada kemungkinan speech delay dan untuk membuktikan penyebabnya dika harus Test penderangan (test BERA). Setelah diskusi dengan beberapa temen, akhirnya saya putuskan untuk melakukan test tersebut di Hearing Center-di Cikini pada Februari yang lalu dan hasilnya 70 db, ada kerusakan sedikit pada telinganya, namun hasil ini masih diragukan mengingat hasil test tympano, Bera dan di auditory gak sama. Jadi dr. THT menyarankan untuk observasi selama 6 bulan dan semua test diulangi, dan disarankan stimulus berbicara dengan nada yang tinggi, karena itu juga sabagai terapi pendengaran.

Saya sebenarnya sedikit memungkiri bahwa ada gangguan pendengaran, karena dia bisa menjawab pertanyaan saya ditelpon, menjawab pertanyaan saya dengan membelakangi, menjawab pertanyaan saya ketika saya berada di ruangan yang berbeda.

Saya tidak kembali ke dr. Tumbang,   melainkan langsung ke psikolog untuk mendiskusikan “ada apa dengan Dika”, akhirnya tanggal 24-Feb-2010  saya boyong Dika, eyang, mbah dan papa untuk bertemu dengan om Psikolog.  Analisanya “Dika Pemalas karena banyak di fasilitasi oleh orang-orang di Sekitar”,  hmmm bener juga sih, si Om meminta agar dika lebih banyak beraktifitas fisik  ( ooo ternyata berbicara itu butuh stamina dan pernafasan yang baik ya, hihih baru ngeh saya),  minimalisir fasilitas yang diberikan ke Dika dan juga memeriksakan organ wicaranya atau mengikuti terapi wicara.  Saat itu hanya saya yang bawa segambreng orang untuk bertemu si om, alasannya saya ingin semua orang yang berhubungan dekat dengan dika bisa bersinergi untuk “membantu” Dika.

Setelah hunting kebeberapa tempat, akhir maret lalu, saya memulai assessment dengan Psikolog di tempat Dika Terapi saat ini.  Psikolog tersebut menyampaikan saat ini Dika hanya malas dan kurang Pede untuk berbicara, jadi kita perlu membuat Dika “mau berbicara”.  Metodenya tidak hanya Terapi wicara saja, tapi akan ada aktifitas fisik, bermain Plastisin + meronce untuk meningkatkan motorik halusnya, dan lain-lain,  saya setuju karena ini masih sejalan dengan analisa yang saya dapat dari si Om.

Hari berganti hari, Dika terus menjalani terapi-nya (mama tau sayang, kadang kamu bosan khan... tapi ini demi kemajuanmu sayang), dari seminggu pertama selalu menangis di kelas, seminggu kemudian menangis sambil mengikuti arahan terapisnya, sampai akhirnya bener-bener enjoy di kelasnya. Sementara saya selalu menunggu dengan berdebar-debar.

Alhamdulilah kemajuan sedikit-sedikit mulai nampak,  dika sudah mulai cerewet, mau bertanya, bisa ngobrol dengan teman-temannya, kosa katanya bertambah, bisa menjawab pertanyaan dengan cepat,  mau menulis dan mewarnai, serta banyak  hal lain yang dika miliki saat ini.

September ini akan menginjak bulan kelima Dika mengikuti terapi dan saya akan tetap meneruskannya terapi ini  sampai dika benar-benar mandiri (menurut saya) dan saya gag sabar menunggu letupan-letupan kebahagiaan yang diberikan oleh Dika seperti saat ini.

Masih banyak PR mama untukmu sayang, mohon doakan mama ya sayang, semoga mama selalu sehat, diberikan rizki yang berlimpah agar bisa terus menjaga dan menemanimu selalu, jangan menyerah ya sayang dan teruslah menjadi cahaya buat mama.

Love you Andika Nurluthfi