Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

(Dika-Gigi)-Kunjungan ke-2


Kemarin ( sabtu, 4 Aug 2012), Dika kunjungan ke-2 ke drg. Irfan.

Sejak jum'at kita udah nanya ke dika apa aktivitas yang akan kita lakukan pada hari Sabtu ini. Dika jawab : ke rumah om irfan dan les (aka terapi).

Saya tanya ke dika, mau apa ke rumah om irfan ? Dia jawab mau cabut gigi, nanti dika di suruh mangap, trus giginya diliat, trus cabut

Sip, dika tau apa yang akan 'terjadi' di rumah om irfan nanti.

Pas sahur, saya tanya lagi, hari ini jadi gak ke rumah om irfan. Dika bilang jadi mih, aku mo liat gigi dika di tv om irfan.

Okeey, berarti ga ada perubahan nih.

Jam 8.20 kami berangkat ke rumah om irfan ( sebelumnya kami telpon dulu pastikan om praktek).

Sampai di rumah, dika langsung masuk ke ruang praktek :D ( gawyaaaa banget), kata om irfan, sebentar ya dika lagi siap-siap dulu.

Kita nunggu di ruang tamu sambil nonton tv sebentar trus ke ruang praktek.

Dika salaman, trus om ngobrol ma dika, tanya puasa atau tidak, di ajak kenalan sama asistennya, di tanya mau ngapain ke sini, mau duduk di kursi 'periksa' atau tidak ?

Selanjutnya, dika duduk di kursi periksa dengan sukarela. Om irfan dan om ary plus dika ngobrol, proses cuma sebentar doang, tapi dika udah izinin tangan om irfan masuk ke mulutnya meskipun pake sarung tangan karet.

Truuuus, ya udah gitu doang :D

Om irfan bilang ke kami kalo hari ini target dia ya hanya dika izinin tangan dia masuk ke mulutnya. Stop disitu aja dan kasih peer dika untuk goyang2 gigi. Om ga mau interaksi di ruang praktek terlalu lama buat dika

Dia bilang, ibu+bapak haruuus sabar, karena ini prosesnya akan lama, saya bener2 harus bangun kepercayaan dika untuk mau dengan sukarela ke dokter gigi, mau diperiksa, mau dikerjakan giginya dengan senang hati. Jadi jangan bosen bolak balik kesini pak/bu.

Kalo saya mau, saya bisa maksa dika, tapi proses berhenti sampai hari ini saja, dan saat itu yang dilakukan adalah kita maksa mau-nya kita ke dika, dika yg harus memahami maunya kita. Tapi saya gak mau itu, saya mau, kita yang memahami mau-nya dika.

Kunjungan ke-2 ini progresnya luarbiasa, dia perbolehkan saya masukin tangannya ke mulutnya, subhanallah itu kemajuan sekali.

Dia bilang, kasus dika ini masih ringan, dia sudah menghadapi yang lebih berat dari dika.

Dia cerita bahwa dia konsulkan kondisi dika ke istrinya yang psikolog anak, dan istrinya yang kasih step apa yang harus dilakukan ke dika.

Eeeh kami dikenalkan oleh istri om irfan yang sangat cantik, tante dirly namanya. Ngobrol panjang lebar tentang kondisi dika dan dia bilang dia akan diskusikan dengan om irfan.

Om irfan dan tante dirly bilang, kalo perlu ngobrol dengan tante dirly tentang tumbang dika, feel free kok.

Subhanallah
Alhandullilah
Sungguh saya tidak pernah berpikir akan bertemu dengan orang-orang hebat ini.
Sungguh ga sangka, di ciledug gitu loh
Saya pikir, drg yang child friendly hanya ada diklinik drg anak, di klinik2 gigi ternyata saya menemukannya disini.

Oiya, kami sempat ngobrol sama om ary, assisten om irfan, kalo om irfan adalah specialis bedah mulut di Ladogi-benhil, dan memang beliau orang yang sangat pintar (padahal masih muda) dan sabar sekali ngadepin pasiennya.

Yaak segitu saja cerita tentang drg. Irfan
Sampai ketemu minggu depan.

Oiya, selama kunjungan dan belum ada tindakan, kami belum di charge oleh beliau :).
Alhamdullilah, ga bisa berkata-kata lagi sayah

Drg Irfan, keisha dan Rury
Phone : 021-5845234

*bukan marketingnya beliau, tapi ingin berbagi dengan teman2 kalo-kalo butuh drg diciledug*

Sabtu, 28 Juli 2012

Dika n Drg Irfan


Hari ini kami jadwalin dika cabut gigi, harusnya udah sebulan lalu, cuma dika maunya dianter mih/pih (ga mau sama Eyang) sementara mih/pih sebulan lalu sibuk luarbiasa :D (lebaaay).

Sebenarnya saya sudah beberapa kali liat plang nama prakter drg ini, cuma belum kesempatan untuk catet no. telponnya, akhirnya kapan hari berhasil jg nyatet pas berangkat ke kantor. Entahlah saya langsung berasa sreg aja liat papan nama + rumah si drg ( berasa drg ini akan cocok buat dika).

Ternyataaaaaa
Saya ga salah, pagi2 telpon dulu ke rumah beliau, dan infonya kita bisa datang pagi ini, kedabrukan deh siap-siap kerna si papih belum mandi :D, ngejar kerna dika jam 10 harus terapi di Bougenville.

Akhirnya tepat jam 8.40 kita sampai di rumah drg. Irfan, waaaaw ruang tamunya homy banget. Jam 8.50 ketemu omdok, kenalan bentar dan dika diminta naik ke kursi.

Langsung mau duduk, tapi masih on off soal buka mulutnya. Si omdok sabar banget, ajak ngobrol, kasih liat alat. omdok akhirnya bisa liat kondisi gigi dika, tapi kerna dika masih belum mau akhirnya si omdok bilang, hari ini saya hanya berkenalan dulu aja sama dika, sama maun dika percaya and nyaman sama omdok, jadi kemungkinan bakal 3x pertemuan berikutnya akan sama spt ini kondisinya.

Bapak/ibu harus memahami kondisi dika, tidak boleh maksa, tidak boleh utak atik kenapa dika ga mau hari ini, tapi yakinkan dia bahwa ke drg itu fun, dia harus setuju dg tindakan yang dilakukan (bukan paksaan). Kalo belum setuju ya, kita akan tunggu

Untuk kunjungan hari ini 'gratis' karena belum ada tindakan yang dilakukan. \\(^.^)//

Kunjungan berikutnya, harus kemauan dika ya bu/pak (pesan beliau)

Haduuuh, ga sangka saya akan ketemu drg yang child friendly di ciledug.


Drg. Irfan, Keisha and Rury
Larangan indah ( sebrang Mesjid As-salam larangan), Ciledug
Phone : 021-5845234

Selasa, 20 Maret 2012

Test Pendengaran {Result}


Alhamdullilah akhirnya selesai juga dika menjalani semua tahapan test pendengaran hari ini.

Setelah nunggu kurleb 30 menit, akhirnya kami ketemu juga dengan dr. Faisa (jujur degdegan banget mo denger hasilnya).

Alhamdullilah, hasil test menunjukan telinga kanan bisa mendengar 100persen (PASS) dan telinga kiri terdeteksi 80db, beliau bilang untuk telinga kiri kemungkinan karena dika sedang pilek ( hmm iya sih pagi ini udah mulai bersin-bersin dan sedikit meler).

Hasil tympano and OAE-nya juga bagus, tidak ada kerusakan pada telinga tengah.

Dan dr. Faisa menyimpulkan bahwa tidak ada gangguan pendengaran, untuk telinga kiri insya allah bisa berubah hasilnya.

Saya juga cerita tentang diagnosa 'tounge tie' yang diberikan oleh salah satu dr. Tht di RS proklamasi, dr. Faisa bilang ga ada masalah dengan lidahnya, jadi ga perlu insisi.

Anjuran beliau, terapi wicara lanjut ditambah dengan terapi konsentrasi dan kemandiriannya. Cari tempat terapi tumbuh kembang yang mencakup semua aspek ini. Alhamdullilah terapi yang kami pilih selama ini sudah cocok dengan kebutuhan dika.

Makasih supportnya ya teman-teman
PR kami masih banyak
Semoga kami selalu diberikan kesabaran dan kekuatan dalam mendampingi Andika


~selalu ada warna yang indah diakhir pelangi~

Test Pendengaran (ke-2)


Setelah gagal dilakukan pada akhir Peb lalu, akhirnya hari ini kami melakukan test pendengaran (ke-2) setelah nunggu cukup lama untuk mendapatkan waktu di hari ini.

Tympano-done
OAE-done

Keduanya dilalui dengan lancar, emang enak ya kalo dilakukan dengan bersepakat.

Sekarang lagi test BERA, apapun hasilnya PASS or REFER kami bersyukur. Paling ga, akan ada solusi buat perkembangan wicara dika.

Doakan ya tante dan om yang terbaik buat dika

Selasa, 28 Februari 2012

Test Pendengaran lagi


Setelah sekian lama menunggu jadwal BERA di Hearing Center di daerah Jakpus, akhirnya hari ini tiba juga.

2 tahun lalu Dika juga test ditempat ini, hasil Auditory 40db dan BERA (hasil 50:50) 70db.

Waktu itu kami sepakat dg dr tht bahwa akan mengulang hasil bera 6 bln kemudian dengan catatan stimulasi dg bicara nada keras setiap bicara dengan Dika.

Alhamdullilah, kami gak ada kendala dalam komunikasi, hanya yang bikin kami masih worry di umur 7 tahun pelapalan dika belum jelas pada hurup tertentu, makanya kami putuskan untuk test pendengaran lagi, selain ini juga diperlukan untuk bahan konsultasi kami dengan psikolog dan sekolah SD

Berangkat jam 7 dari rumah, Alhamdullilah jalanan lancar, so kami tiba di lokasi jam 8.15 dan belum ada pasien.

Dika langsung test Auditory kurleb 20menitan, kemudian minum obat sedasi dan 1 jam setelah test dia tertidur.

Sayangnya, peralatan dan sdm ga berjalan lancar, so sampai 45m dika tertidur, test BeRA/OAE belum berhasil dilakukan.

So, karena saya ga bisa lama-lama, papih juga harus ke kantor, kami reschedule ulang untuk BERA pada tanggal 8 Maret

Harapannya, tanggal 8 sudah jatuh diagnosis, bila hasilnya ternyata tetap tidak berubah, kami akan minta persetujuan dika bila harus memakai hearing aid.

Doakan kami ya temans


~selalu ada warna yang indah diakhir pelangi~

Selasa, 02 Agustus 2011

Kebidanan | Situs Kebidanan Indonesia

http://www.kebidanan.net/

Pregnancy day to day

http://pregnancy.familyeducation.com/
Situs yang asyik juga untuk dibaca-baca

{share Artikel} - Pregnancy Nutrition

Weight gain; what to avoid

In active, athletic women, excess weight gain is rarely a problem. Guidelines for weight gain are about 3 to 5 pounds in the first trimester, then 1 pound per week thereafter after the first 3 months of pregnancy for a total of 25 to 35 pounds weight gain overall. Weight gains are adjusted slightly based on starting weight parameters: Underweight women can gain 30 to 40 pounds, normal weight women can gain 25 to 35 pounds, and overweight women can gain 15 to 25. Do not be concerned about this weight gain: It is necessary for your baby. It might sound like a lot because the baby weighs between 6 to 10 pounds, but the additional weight is essential for the health of your baby. This includes increased blood volume, amniotic fluid, the placenta (a bed of nutrition for the baby), and enlarged breasts. This weight is usually lost within the first few months after pregnancy, especially as you continue to exercise.
During pregnancy, you should eat three meals a day with a few snacks to keep your blood sugars stable and accommodate for the limited room your stomach has to expand as your baby grows. Eating smaller, more frequent meals also helps manage nausea during the first trimester. You should not diet or limit carbohydrates or fats or be on any type of restrictive diet, unless recommended by your doctor. You need the calories and fat in a well-balanced diet to feed your growing baby.
The exception to nutritional foods that should not be eaten in pregnancy includes foods that can become easily colonized with listeria. This is a bacteria that can lead to gastrointestinal, intrauterine, and cervical infections either with or without fever, nausea, vomiting, and diarrhea. It can also cause meningitis. In pregnant women, it is particularly dangerous, as listeria can cause miscarriages and stillbirths. Foods at risk of contamination with listeria include soft cheeses (brie, feta, Mexican cheese), unpasteurized dairy products, poorly stored deli meats that have not been heated to steaming, raw poultry, raw fish, raw meats, and smoked fish. Although fish is beneficial to the baby's developing nervous system, fish with a high content of mercury should be avoided. These include swordfish, large tuna steaks (albacore and most canned tuna is fine twice a week), tilefish, shark, and mackerel. Oysters and raw shellfish should be avoided due to other risks of diseases, including hepatitis A.
Foods That Should Be Avoided in Pregnancy
  • Soft cheeses—brie, camembert, feta, Mexican cheese, blue, or gorgonzola
  • Hot dogs, deli meats, meat spreads that have not been heated to steaming
  • Unpasteurized dairy products
  • Raw meat and poultry
  • Raw and smoked fish and shellfish
  • Swordfish, tuna steaks, mackerel, shark, and tilefish
Also, try to avoid processed and artificial foods. These include saccharin and monosodium glutamate (MSG), the latter of which can raise blood pressure and cause diarrhea and allergic reactions in some people. MSG is found in many packaged products, including chips, cheesy crackers, gravies, soups, Chinese food, meat tenderizer, and some spice mixes. Other artificial sweeteners, such as Nutrasweet and Splenda may be used in moderation in pregnancy, as there has been no specific research proving their harm. Caffeine is not recommended at more than the equivalent of two six-ounce cups of coffee a day (or four eight-ounce servings of caffeinated soda or six-ounce cups of tea), as higher amounts might contribute to miscarriages. To be as safe as possible, eat natural foods and try to avoid chemical ingredients, other than vitamins and minerals, altogether.
Proper nutrition can sometimes be a challenge. During the first trimester, when morning sickness or general nausea peaks due to the rapid hormone changes of pregnancy, it might be hard to eat a well-balanced diet. During this time, try to get enough calories and fluids and take your prenatal vitamin. If the prenatal vitamin is making you feel sick or constipated, ask your doctor for a different brand. Until then, take calcium tablets and a multivitamin along with an extra 400 mg folate. Vitamin-fortified cereals, food bars, or drinks can also provide extra nutrients (read the labels). You might have to stop exercising for a while if you are unable to eat enough calories. After the first trimester, this should improve and you should be able to tolerate more foods along with your prenatal vitamin.
If you have severe problems with morning sickness, or nausea and vomiting during the day and night there are many things you can do to try to ease and even prevent it. These include smelling or tasting a lemon, ginger, or lavender; snacking on crackers or cookies; eating a small meal every two hours; and sipping very cold lightly sweetened or carbonated beverages.
Because nausea and vomiting can often last all day and even at night, be prepared with scents, foods, and drinks that work for you. If you are vomiting, try to take in as much fluid as you can. Sports drinks are recommended throughout the day to replenish lost electrolytes.

Pregnancy nutrition: Foods to avoid during pregnancy

More foods can affect your health or your baby's than you might realize. Find out what foods to avoid during pregnancy.

You want what's best for your baby. That's why you add sliced fruit to your fortified breakfast cereal, top your salads with chickpeas and snack on soy nuts. But do you know what foods to avoid during pregnancy?
Start with the basics in pregnancy nutrition. Understanding what foods to avoid during pregnancy can help you make the healthiest choices for you and your baby.

Avoid seafood high in mercury

Seafood can be a great source of protein, and the omega-3 fatty acids in many fish can promote your baby's brain development. However, some fish and shellfish contain potentially dangerous levels of mercury. Too much mercury could damage your baby's developing nervous system.
The bigger and older the fish, the more mercury it's likely to contain. The Food and Drug Administration (FDA) and the Environmental Protection Agency (EPA) encourage pregnant women to avoid:
  • Swordfish
  • Shark
  • King mackerel
  • Tilefish
So what's safe? Some types of seafood contain little mercury. Although concerns have been raised about the level of mercury in any type of canned tuna, the FDA and EPA say pregnant women can safely eat up to 12 ounces (340 grams) a week. Similarly, the 2010 Dietary Guidelines for Americans recommend 8 to 12 ounces of seafood a week for pregnant women. That's about two average meals of:
  • Shrimp
  • Crab
  • Canned light tuna (limit albacore tuna, chunk white tuna and tuna steak to no more than 6 ounces, or 170 grams, a week)
  • Salmon
  • Pollock
  • Catfish
  • Cod
  • Tilapia
Not all researchers agree with these limits, however, citing a study that noted no negative effects for women who ate more seafood than the FDA-approved guidelines.

Avoid raw, undercooked or contaminated seafood

To avoid harmful bacteria or viruses in seafood:
  • Avoid raw fish and shellfish. It's especially important to avoid oysters and clams.
  • Avoid refrigerated smoked seafood, such as lox. It's OK to eat smoked seafood if it's an ingredient in a casserole or other cooked dish. Canned and shelf-stable versions also are safe.
  • Understand local fish advisories. If you eat fish from local waters, pay attention to local fish advisories — especially if water pollution is a concern. If advice isn't available, limit the amount of fish from local waters you eat to 6 ounces (170 grams) a week and don't eat other fish that week.
  • Cook seafood properly. Cook most fish to an internal temperature of 145 F (63 C). The fish is done when it separates into flakes and appears opaque throughout. Cook shrimp, lobster and scallops until they're milky white. Cook clams, mussels and oysters until their shells open. Discard any that don't open.

Avoid undercooked meat, poultry and eggs

During pregnancy, you're at increased risk of bacterial food poisoning. Your reaction might be more severe than if you weren't pregnant. Rarely, food poisoning affects the baby, too.
To prevent foodborne illness:
  • Fully cook all meats and poultry before eating. Use a meat thermometer to make sure.
  • Cook hot dogs and processed deli meats, such as bologna, until they're steaming hot — or avoid them completely. They can be sources of a rare but potentially serious foodborne illness known as listeriosis.
  • Avoid refrigerated pates and meat spreads. Canned and shelf-stable versions, however, are OK.
  • Don't buy raw poultry that's been pre-stuffed. Raw juice that mixes with the stuffing can cause bacterial growth. Frozen poultry that's been pre-stuffed is safe when cooked from its frozen state.
  • Cook eggs until the egg yolks and whites are firm. Raw eggs can be contaminated with the harmful bacteria salmonella. Avoid foods made with raw or partially cooked eggs, such as eggnog, raw batter, hollandaise sauce and Caesar salad dressing.

Avoid unpasteurized foods

Many low-fat dairy products — such as skim milk, mozzarella cheese and cottage cheese — can be a healthy part of your diet. Anything containing unpasteurized milk, however, is a no-no. These products could lead to foodborne illness.
Unless these soft cheeses are clearly labeled as being pasteurized or made with pasteurized milk, don't eat:
  • Brie
  • Feta
  • Camembert
  • Blue cheese
  • Mexican-style cheeses, such as queso blanco, queso fresco and panela
When selecting eggs, consider buying the pasteurized variety. In addition, avoid drinking unpasteurized juice.






{share Artikel} - Nutrisi Penting Selama Kehamilan

Seiring pertambahan usia kandungan, maka kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat - terutama perkembangan otak dan susunan syaraf ? dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.
Nutrisi yang diperlukan adalah:
1. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
2. Protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
3. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur - sayuran.
4. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji - bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
5. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
6. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
7. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
8. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
9. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C

{share Artikel) - Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang sehat. Boleh dikatakan pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan melalui dokter kandungan atau bidan dengan minimal pemeriksaan 3 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan pada kehamilan trimester ke tiga, itupun jika kehamilan normal. Namun ada baiknya pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali hingga usia 6 bulan, sebulan dua kali pada usia 7 - 8 bulan dan seminggu sekali ketika usia kandungan menginjak 9 bulan.
Kenapa pemeriksaan kehamilan begitu penting yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil? karena dalam pemeriksaan tersebut dilakukan monitoring secara menyeluruh baik mengenai kondisi ibu maupun janin yang sedang dikandungnya. Dengan pemeriksaan kehamilan kita dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan  penyakit atau kelainan pada kandungan yang diharapkan dapat dilakukan penanganan secara dini.

Berikut diterangkan mengenai hal apa saja yang dilakukan dalam pemeriksaan kehamilan, sebagai bahan pengetahuan bagi para ibu hamil agar menuju kehamilan yang sehat dan keluarga yang berkualitas.
Pemeriksaan Berat Badan
Pemeriksaan berat badan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan kandungannya, hal ini dilakukan untuk mengetahui pertambahan berat badan, serta apakah pertambahan berat badan yang dialami termasuk normal atau tidak. Pertambahan berat badan yang normal akan sangat baik bagi kondisi ibu maupun janin. Sebaliknya, jika pertambahan berat yang dialami tidak normal, akan menimbulkan resiko pada ibu dan janin. Bagi ibu hami yang mengalami pertambahan berat badan yang tidak normal, dokter atau bidan akan memberikan saran yang sebaiknya dilakukan agar ibu hamil memperoleh pertambahan berat badan yang normal.
Pemeriksaan Tinggi Badan
Pemeriksaan tinggi badan juga dilakukan saat pertama kali ibu melakukan pemeriksaan. Mengetahui tinggi badan sangat penting untuk mengetahui ukuran panggul si ibu. Mengetahui ukuran panggul ibu hamil sangat penting untuk mengetahui apakah persalinan dapat dilakukan secara normal atau tidak. Karena jika diketahui bahwa tinggi badan ibu dianggap terlalu pendek, dikhawatirkan memiliki panggul yang sempit dan juga dikhawatirkan proses persalinan tidak dapat dilakukan secara normal, dan hal ini harus dilakukan secara caesar. Dengan diketahuinya hal ini secara dini, maka ibu hamil diaharapkan segera menyiapkan diri baik dari segi materi dan mental untuk menghadapi persalinan dengan caesar.
Pemeriksaan Urin
Pemeriksaan urin dilakukan untuk memastikan kehamilan. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui fungsi ginjal ibu hamil, ada tidaknya protein dalam urin, dan juga mengetahui kadar gula dalam darah. Adanya protein dalam urin mengarah pada pre-eklampsia. Sedangkan kadar gula darah dapat menunjukkan apakah ibu hamil mengalami diabetes melitus atau tidak.

Pemeriksaa Detak Jantung

Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah janin dalam berada dalam kondisi sehat dan baik. Permeriksaan detak jantung ini biasanya menggunakan Teknik Doopler sehingga ibu hamil dapat mendengarkan detak janin yang dikandungnya.
Pemeriksaan Dalam
Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kehamilan, memeriksa apakah terdapat tumor, memeriksa kondisi abnormal di dalam rongga panggul, mendiagnosis adanya bisul atau erosi pada mulut rahim, melakukan pengambilan lendir mulut rahim (papsmear), mengetahui ada tidaknya penyakit kehamilan, mengetahui letak janin, dan untuk mengetahui ukuran rongga panggul sebagai jalan lahir bayi. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan di awal kehamilan.

Pemeriksaan Perut

 


Dilakukan untuk melihat posisi atas rahim, mengukur pertumbuhan janin, dan mengetahui posisi janin. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin setiap kali dilakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan atau bidan.
Pemeriksaan Kaki
dilakukan untuk mengetahui adanya pembengkakan (oedema) dan kemungkinan varises. Pembengkakan yang terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan adalah normal, namun pembengkakan yang berlebihan menandakan pre-eklampsia,
Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kesehatan umum ibu hamil. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan AFP (alpha fetoprotein). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan gangguan saluran saraf tulang belakang dan untuk mendeteksi otak janin. Kadar AFP yang rendah menunjukkan adanya kemungkinan down sindorm pada janin. Biasanya pemeriksaan AFP dilakukan pada usia kehamilan sekitar 15-20 minggu.

Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)

Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi parasit seperti TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Infeksi TORCH biasanya menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi cacat atau mengalami kematian. Pemeriksaan TORCH dilakukan dengan menganalisis kadar imunogloblin G (IgG) dan imunoglobin M (IgM) dalam serum darah ibu hamil. Kedua zat ini termasuk ke dalam sistem kekebalan tubuh. Jika ada zat asing atau kuman yang menginfeksi tubuh, maka tubuh akan memproduksi IgG dan IgM untuk melindungi tubuh. Banyak sedikitnya IgG dan IgM dalam serum darah mengindikasikan ada tidaknya infeksi serta besar kecilnya infeksi. Jika hasil IgG negatif, berarti infeksi terjadi pada masa lalu dan kini sudah tidak aktif lagi. Jika hasil IgM positif, berarti infeksi masih berlangsung aktif dan ibu hamil memerlukan pengobatan agar janin dalam kandungan yang terinfeksi dapat segera ditangani sehingga infeksi tidak semakin buruk.

Bahagia menjalani kehamilan sehat

--
~selalu ada hal istimewa diakhir pelangi~
http://www.swahyuni.multiply.com

(share Artikel) - Tips Kehamilan Trimester Pertama

Mendapat  kehamilan merupakan anugerah yang tak terkira dari Maha Kuasa. Gambaran buah hati yang lucu segera akan terwujud, serasa lengkap sebuah keluarga dengan kehadiran buah hati. Namun, bukan hanya bayangan kebahagiaan saja, menjalani kehamilan yang sehat merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh para ibu hamil. Kehamilan membutuhkan kewaspadaan dan penjagaan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu diperlukan kiat-kiat untuk menjaga agar kehamilan yang sedang dijalani tetap berlangsung sehat. Berikut tips-tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil pada saat kehamilan trimester pertama
Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana caranya menjalani kehamilan yang sehat baik melalui buku, media kabar, televisi, internet, dll.
  • Mulailah dan segera membiasakan diri mengenakan baju-baju yang longgar, meskipun perut belum kelihatan membesar.
  • Pada trimester pertama, ibu hamil sering mengalami mual dan muntah yang salah satunya dapat menyebabkan dehidrasi, oleh karena itu perbanyaklah ibu hamil minum air putih atau jus buah di luar jadwal makan.
  • Makanlah jenis makanan yang mudah dicerna seperti nasi, jagung, kentang, ubi, dll
  • Hindarkan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi atau berminyak seperti hidangan bersantan, gorengan atau daging berlemak.
  • Hindari aneka macam bau-bauan yang menyengat atau tidak disukai, hal ini untuk menghindarkan ibu hamil dari rasa mual dan muntah.
  • Biasakan menyikat gigi setelah ibu hamil makan atau setelah mengalami muntah.
  • Untuk menghindarkan rasa mual dan pusing lainnya, usahakan secara perlahan-lahan ketika ibu hamil hendak bangun dari tidur atau berbaring, jangan dilakukan secara sekaligus dan spontan
  • Ada baiknya ibu hamil makan dalam porsi kecil namun sering, hal ini juga untuk menghindarkan ibu hamil mengalami mual dan muntah
  • Sediakanlah selalu minuman dan makanan kecil yang mengandung kadar garam rendah di dekat kamar tidur, hal ini dilakukan agar stelah makan makanan tersebut, ibu hamil terhindar dari rasa mual dan muntah pada saat akan beraktivitas. Makanan kecil yang dapat disajikan antara lain seperti biskuit, roti gandum, atau buah-buahan.
  • Bergabunglah atau carilah teman yang juga sedang mengalami kehamilan, atau bergabung  di komunitas-komunitas ibu hamil seperti di Bidanku.com Community, agar dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman.
  • Makanlah cemilan di pagi hari sebelum bangkit dari tempat tidur.
  • Minumlah susu hangat bila ibu hamil mengalami insomnia atau kesulitan tidur.
  • Bila ibu hamil mengalami sembelit, minumlah air putih minimal 12 gelas sehari.
  • Jika ibu hamil merasa sakit di bagian bawah perut dan terlihat adanya flek darah, khususnya setelah kehamilan usia > 4 minggu, segera hubungi dokter.

    --
    ~selalu ada hal istimewa diakhir pelangi~
    http://www.swahyuni.multiply.com

(share Artikel) - Pertumbuhan Menakjubkan di Trimester Pertama

diambil dari File milis: kehamilanhttp://health.groups.yahoo.com/group/kehamilan/
Meski masih hidup secara sel, semua cikal bakal organ penting janin terbentuk di trimester ini. Sayangnya, kurun waktu ini pun amat rawan terhadap kemungkinan terjadi kecacatan fatal. Pembagian tahapan usia kehamilan menjadi 3 trimester, jelas dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, Sonologist, pada dasarnya bertujuan membantu mengelompokkan waktu perkembangan. Sehingga mudah untuk mempelajari proses fisiologis pembentukan janin. Trimester pertama, contohnya, merupakan waktu pembentukan sekaligus perkembangan pesat dari semua sistem dan organ tubuh bayi. Di kurun waktu inilah dimulai keajaiban kuasa Sang Khalik: sebuah sel telur yang telah dibuahi berubah menjadi organisme yang secara anatomik memiliki wujud manusia.
MINGGU KE-1
Merupakan perkembangan awal sejak ovulasi sampai implantasi. Spermatozoa bergerak dengan cepat dari vagina ke rahim dan selanjutnya masuk ke saluran telur akibat kontraksi otot-otot rahim dan saluran telur. Dari sekitar 200-300 juta spermatozoa yang

dipancarkan ke saluran kelamin wanita, tinggal 300-500 yang mencapai tempat pembuahan, meski nantinya hanya 1 yang dibutuhkan untuk pembuahan. Hanya sperma terbaik yang dapat membuahi sel telur.

Sekitar 80 jam sejak ovulasi, hasil konsepsi (pembuahan) ini berada di ampulla tuba fallopii, yakni bagian terluas pada saluran telur yang terletak dekat dengan rahim. Sintesa inti sel telur dan inti sel sperma inilah yang memungkinkan kromosom-kromosom dari masing-masing inti sel melebur, memadukan semua gen, ciri fisik, sifat, dan temperamen dari ayah-ibu pada bayi mereka.
Selanjutnya, hasil pembuahan ini melanjutkan perjalanannya menuju isthmus tuba (bagian saluran telur tersempit yang memanjang dan menciut antara pangkal saluran telur dan bagian pojok rahim/kornu uteri), sebelum memasuki rongga rahim dalam bentuk embrio.
Sekitar 30 jam setelah terbentuk, zigot kemudian membelah diri. Mula-mula menjadi 2 sel, selanjutnya membelah diri secara deret ukur tanpa henti dengan selang waktu antara 12 dan 15 jam. Sambil terus membelah, zigot yang terdiri dari 12-16 sel dan berbentuk mirip buah anggur yang disebut morula, bergerak menggelinding dari tuba falopii menuju rahim. Dibantu hormon yang dihasilkan oleh rahim, morula memantapkan implantasinya pada lapisan endometrium (desidua) di dalam dinding rahim.
Dari hari ke hari, sel-sel morula terus membelah dan berkembang jadi embrio. Sambil terus membelah sesuai pola deret ukur, sel-sel embrio menyusun diri membentuk tiga lapisan sel. Sel paling luar disebut ektoderm, yang tengah mesoderm, dan lapisan terdalam disebut endoderm. Ketiga kelompok sel inilah yang membentuk seluruh tubuh embrio beserta organ pelengkapnya.
MINGGU KE-2
Di minggu ini, embrio diperkirakan berukuran 0,1-0,2 mm. Sementara hCG (human Chorionic Gonadotropin yang sering disebut hormon kehamilan) baru dapat dideteksi dalam darah ibu pada hari ke-10 atau 11 setelah pembuahan, meski sebelumnya sudah dapat dideteksi lewat media kultur. Karena itulah, kendati sebetulnya sudah dalam keadaan hamil, bila tes urin dilakukan sebelum hari ke-10 sejak terlambat haid, bisa saja hasilnya negatif. Jadi, untuk memastikan kehamilan, pemeriksaan serupa harus diulang beberapa hari kemudian.

MINGGU KE-3
Pada hari ke-15 sampai ke-17, embrio diperkirakan berukuran 0,4 mm. Hanya dalam hitungan hari, yakni pada hari ke-17 sampai ke-19,ukurannya meningkat jadi sekitar 1,0-1,5 mm.

Di minggu ini, cikal-bakal sistem pembuluh darah dan sistem saraf mulai terbentuk. Bahkan, di hari-hari terakhir saat cikal-bakal jantung janin mulai terbentuk, ukuran embrio sudah mencapai 1,5-2,5 mm. Pembentukan mata pun mulai terjadi, meski rongga mata baru akan tampak jelas di minggu ke-6. Secara keseluruhan, pada minggu ini sudah terdapat materi genetik, termasuk warna rambut, bentuk mata, dan intelegensi si calon bayi.
Di kedua sisi tubuh embrio tumbuh suatu tonjolan kecil berupa sekelompok sel yang merupakan cikal-bakal tangan. Selang beberapa hari kemudian, saat tunas tangan memipih, pada kedua sisi tubuh sebelah bawah muncul tonjolan serupa yang merupakan cikal-bakal kaki. Beberapa jenis obat antimual dan obat tidur, di antaranya thalidomide (semacam obat penenang) yang dikonsumsi di awal-awal kehamilan, terbukti menyebabkan kecacatan pada tangan dan kaki. Semisal berupa tonjolan daging lantaran tak mencapai panjang dan bentuk anggota tubuh yang semestinya.
Demikian juga streptomisin dalam pengobatan TBC yang bisa menimbulkan gangguan pada telinga. Atau kloramfenikol yang bisa membuat sumsum tulang janin rusak, hingga bayi yang dilahirkan akan mengalami kelainan darah dan kelainan kulit yang dikenal sebagai grey syndrome. Jamu-jamuan dan dan obat-obat penyubur yang tak terkontrol, juga bisa berdampak buruk. Yang mengandung DES (dietil bestrol), misal, ternyata berpeluang menimbulkan kelainan pada alat kelamin bawah. Mulai tak terbentuknya lubang vagina sampai kemungkinan si anak terkena kanker vagina kelak saat ia besar.
MINGGU KE-4
Dengan ukuran sekitar 2 hingga 3,5 mm, jantung mulai berdenyut dan sistem peredaran darah sudah melaksanakan fungsinya meski masih dalam taraf yang sangat sederhana. Cikal-bakal otak sudah bisa dibedakan menjadi tiga bagian utama (prosensefalon, mesensefalon, dan rombensefalon) yang kelak akan menjalankan fungsi masing-masing.

Malnutrisi pada ibu hamil akan merusak perkembangan otak janin.

Pada minggu ini pula saraf-saraf spinal yang kelak menjadi cikal-bakal tulang belakang sudah mengalami penebalan. Sementara cikal-bakal telinga sudah terlihat meski masih berupa gelembung. Plasenta atau yang biasa disebut ari-ari juga terbentuk pada minggu ini. Fungsinya bagi janin sangat banyak. Dari menyediakan hormon-hormon yang diperlukan untuk tumbuh kembang dan proses pembedaan sesuai jenis kelamin janin, sampai mensuplai nutrisi dan oksigen. Di samping itu, ia juga berfungsi sebagai alat pernapasan dan pembuangan sisa-sisa metabolisme janin.
MINGGU KE-5
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran antara 5-7 mm. Pembentukan telinga makin sempurna dengan terbentuknya duktus endolimfatikus, yakni saluran untuk menyalurkan cairan yang terdapat dalam selaput labirin telinga dalam. Demikian pula sistem pencernaan makin sempurna dengan terjadi pembedaan yang kian nyata antara cikal-bakal usus besar dan usus buntu. Bahkan cikal-bakal ginjal dan hati pun sudah terbentuk. Begitu juga struktur muka secara keseluruhan mulai bisa “terbaca”.

MINGGU KE-6
Saat ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 7-9 mm, pembuluh-pembuluh nadi di bagian kepala kian jelas terbagi-bagi menurut tugas masing-masing. Di minggu ini rongga mulut sudah tampak. Begitu juga struktur mata sudah terbentuk meski masih berjauhan letaknya. Di tengah-tengah wajah muncul tonjolan hidung. Ruas-ruas tulang belakang sudah terbentuk meski masih terlihat samar. Organ tubuh lain yang juga mulai berkembang di usia kehamilan ini adalah pembungkus saraf, penciuman, kandung kemih, jari-jemari, bahkan otot-otot punggung. Kekurangan asam folat atau anemia akut bisa mengakibatkan janin mengalami fetal neural tube defect (gangguan tabung saraf) dengan tak terbentuknya sebagian tulang belakang janin sampai kepala dan otak janin.

MINGGU KE-7
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 11-17 mm. Pembesaran kepala relatif stabil, sementara tubuhnya yang menyerupai bentuk kubus mengalami pemanjangan meski masih membungkuk seperti udang. Bagian ujung yang semula terlihat seperti ekor kecebong menghilang akibat nekrosis atau kematian jaringan secara fisiologis. Ujung hidung dan tonjolan telinga tampak jelas membentuk cikal-bakal daun telinga yang sesungguhnya. Kendati kelopak mata masih terlihat samar.
Tunas-tunas lengan sudah menyiku, sementara jari-jari tangan pun sudah mengarah terpisah satu sama lain. Sedangkan pemisahan jemari kakinya samar terlihat, meski telapak kakinya masih rata. Tunas tangan yang lebih cepat tumbuh ketimbang tunas kaki inilah yang agaknya bisa menjawab pertanyaan mengapa bayi kelak lebih dulu  belajar memegang benda-benda di sekitarnya ketimbang belajar berjalan.
Sistem saraf pusat, pembuluh-pembuluh nadi, dan saluran usus makin berkembang. Di minggu ini pula proses penulangan tubuh dimulai. Sedangkan batas-batas antara cikal-bakal lengkung ruas tulang belakang dan ruas-ruas tulang iga baru tampak sebagai alur-alur memanjang. Begitu juga persendian pada bahu, panggul, dan lutut mulai kelihatan.
MINGGU KE-8
Pada akhir masa embrional ini, ukuran embrio mencapai kisaran 27-31 mm. Kepalanya membulat dan wajah polos kekanak-kanakan mulai tampak nyata dengan tertariknya bagian antara dahi dan pangkal hidung ke arah dalam, hingga kian memperjelas cikal-bakal kemancungan hidung si janin.
Langit-langit mulut mulai terbentuk, begitu juga kelopak mata serta daun telinga luar. Secara keseluruhan makin menyerupai bayi dengan taksiran berat sekitar 5 gram. Meski masih lemah, permulaan dari rangka tubuh secara keseluruhan sudah rampung dan lengkap terbentuk dalam minggu ini.
Semua organ tubuh juga mulai bekerja, meski belum sempurna. Semisal otak yang mulai mengirim sinyal/perintah ke organ-organ tubuh atau hati yang mulai memproduksi sel-sel darah. Tubuh yang ringkih ini pun mulai bisa bergerak secara tak teratur, yang jika dijumlahkan rata-rata sebanyak 60 kali gerakan dalam sejam.
MINGGU KE-9
Bila jenis kelaminnya laki-laki, di usia ini sudah bisa jelas dipastikan. Sementara perempuan masih sesekali meragukan. Aktivitas menelan janin, rata-rata sebanyak 25 kali dalam satu jam. Tangan janin pun mulai bergerak bebas. Dalam arti, tak lagi tergantung pada gerakan tubuh.
Sebentuk kuku pada setiap jari tangan dan kakinya muncul di minggu ini. Panjangnya menjadi sekitar 10 cm dengan berat 20 gram. Dalam minggu ini pula pembentukan kulit dan fungsinya berkembang menuju penyempurnaan.
MINGGU KE-10
Pada beberapa janin, aktivitas menelan dan menggerakkan tangannya secara bebas baru dimulai minggu ini. Jenis kelamin perempuan bisa diidentifikasikan secara jelas di minggu ini. Sistem otot dan saraf sudah mencapai tingkat kematangan. Selain telah mampu pula mengirim dan menerima pesan dari otak. Dengan mulai berfungsinya sistem saraf, janin sudah mampu melakukan gerak refleks. Bahkan kaki sudah mampu melakukan gerakan menendang, misal.
MINGGU KE-11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.
MINGGU KE-12
Struktur yang telah terbentuk akan terus bertumbuh dan berkembang kian sempurna. Di usia ini umumnya ibu bisa mendengar denyut jantung bayinya, dengan memakai alat khusus yang disebut fetal dophtone.
Di minggu ini sistem rangka tubuh memiliki pusat pembentukan tulang/osifikasi pada sebagian besar tulang. Sistem pencernaan mampu menghasilkan kontraksi untuk mendorong makanan ke seluruh usus dan mampu menyerap glukosa secara aktif.
Bila diinginkan, di minggu ini pun bisa diagnosa penyakit keturunan semisal thalassemia dan sindroma Down, yang bisa dilakukan lewat pemeriksaan Chorion Villus (CVS) guna memastikan ada-tidak kerusakan pada kromosom. Caranya dengan mengambil sampel sel-sel plasenta yang bisa dilakukan secara transabdominal melalui perut atau leher rahim/transervikal.
Kelainan kromosom dapat terjadi karena ada kelainan kromosom pada orang tua. Atau akibat pengaruh virus, bakteri, penyakit maupun zat berbahaya lain yang menyerang sel-sel embrio.


-
~selalu ada hal istimewa diakhir pelangi~
http://www.swahyuni.multiply.com

Rabu, 18 Mei 2011

PROSEDUR DARURAT GEMPA BUMI

Semalam, banyak Broadcast Message dari teman - teman yang mampir di BBM saya, isinya mengabarkan akan terjadi bencana Gempa Bumi sebesar 8 SR di Indonesia terutama di  Jakarta, Sumatera dan Jawa dna kita diminta untuk siap-siap menghadapi kondisi ini.

Khabarnya issue ini bikin sejumlah masyarakat panik ( termasuk saya :D ), tapi Alhamdullilah masih diberikan akal sehat untuk tidak panik bahaya, diskusi sama teman-teman cukup bikin hati tenang. Yang saya lakukan semalam adalah : mengupdate tas darurat saya, karena saya yakin pakaian sudah tidak layak pakai (alias kekecilan) dan beberapa dokumen harus diperbaharui juga.

Dan, pagi ini saya kembali buka-buka arsip di kompie tentang Prosedur Darurat Gempa Bumi hasil browsing juga sih, dan daripada saya simpen aja, saya pilih untuk membagikannya ke temen-teman semua, siapa tahu bisa bermanfaat. Amin


informasi ini saya ambil dari website  :

PROSEDUR DARURAT GEMPA BUMI

Hal terpenting yang harus anda pahami bahwa, keselamatan adalah bukan factor keberuntungan. Anda dapat selamat dari gempa bumi dan meminimalkan kerusakannya dengan bersikap waspada dari berbagai potensi yang berbahaya dan melakukan beberapa persiapan dasar. Buatlah sebuah perencanaan dalam keluarga anda. Persiapkan diri anda dan keluarga seperti yang akan dipaparkan di sini.

196-27-indonesia-earthquake

CARA MELINDUNGI DIRI SAAT TERJADI GEMPA BUMI
1)    Tetap tenang dan cari tempat yang aman.
a)    Cari meja kokoh yang terdekat dengan anda.
b)    Berlindung dibawahnya.
c)    Lindungi kepala anda dengan bantal.

Apabila gempa cukup besar, kemungkinan benda-benda dan mebel dapat jatuh. Jadi cukup penting untuk melindungi kepala anda saat gempa.

d)    Segera cari pintu keluar.
e)    Jangan keluar secara terburu-buru.

Kepanikan dapat membuat saling bersesakan dan memakan korban karena berhimpitan,sesak dan terinjak-injak.

  • Gempa biasanya terjadi di bawah 60 detik (1 menit).
  • Gempa dapat membuat pintu melengkung sehingga tidak bisa dibuka.
  • Jatuhnya gelas, kaca dan barang barang adalah resiko utama saat bergegas keluar ruangan dalam suasana panic kala terjadi gempa.

2)    Mencegah kebakaran
a)    Padamkan semua api saat terjadi gempa, misal : matikan kompor, gas, oven, microwave.
b)    Matikan seluruh peralatan listrik
c)    Bila gempa telah selesai, pastikan untuk mematikan sircuit breaker (pusat listrik rumah anda).
d)    Bila ada percik api yang menyala, segera padamkan. 

Gunakan air untuk menyiram. Minta bantuan tetangga bila tidak segera padam.

Berusahalan tenang dan ingatlah : “ Padamkan Api”

3)    Menjauhlah dari jalanan sempit, tepi tebing, jurang, bukit dan pinggir sungai

a)    Jangan berdiri di bawah/sisi rumah/bangunan, karena atap, kaca, tembok maupun tiangnya dapat jatuh menimpa anda.
b)    Menjauhlah dari tebing, bukit dan pinggiran sungai karena tanah ditempat tersebut dapat terjadi longsor.

Evakuasi ke gedung yang kokoh atau lapangan bila memungkinkan.

4)    Prosedur evakuasi
  • Evakuasi adalah dengan ‘jalan’. Jangan evakuasi mengendarai mobil, karena dapat menyebabkan kemacetan. Seingga dapat terjebak dalam kemacetan.
  • Bawalah sebuah tas berisi barang pribadi anda secukupnya dan sepentingnya.
  • Gunakan pakaian yang nyaman saat evakuasi.
Tsunami : gelombang pasang yang bisanya terjadi setelah gempa berskala besar. Karenanya bergegas evakuasi bahkan sebelum alarm peringatan tsunami berbunyi. Waktu perkiraan = ?
  • Bila anda tinggal di pinggir pantai, evakuasilah dengan segera ke dataran tinggi, terutama bila terjadi gempa yang cukup besar.
  • Simak terus berita di radio tentang ‘tsunami’.
5)    Pastikan berita dan informasi yang anda terima adalah benar.
  • Jangan dengarkan rumor. Pantau berita dari TV & Radio.
Rumor akan menyebar dengan cepat setelah terjadi gempa.
Jangan dengarkan rumor!
  • Ikuti instruksi dari pejabat berwenang, kepolisian dan kantor pemadam kebakaran.
  • Gunakan fasilitas teleron seperlunya. ~~~> Menelepon setiap saat ke kantor polisi atau pemadam kebakaran, dapat mengganggu kerja mereka.
6)    Bergabunglah dengan para tim penolong atau tim SAR.
  • Berikan pelayanan darurat PPPK pada para korban luka.
  • Bersama-sama menolong para korban yang tertimpa reruntuhan.
Apabila korban luka cukup banyak, pelayanan darurat bisa tidak mencukupi bagi para korban.
Untuk individu :
Agar memahami pelayanan darurat PPPK  bagi para korban, ikutilah latihan pertolongan pertama dan penyelamatan yang diselenggarakan instansi pemadam kebakaran dan organisasi yang berkompeten lainnya.
Untuk lingkungan warga :
  • Sediakan peralatan darurat penyelamatan gempa seperti : senter, selimut dan sekop.
  • Setiap lingkungan warga, sangat penting memiliki tempat penyimpanan peralatan pernyelamatan termasuk peralatan PPPK
  • Semua warga diharapkan mengetahui tempat penyimpanan tersebut.

7)    Yang dilakukan bila mengendarai mobil terjadi gempa
  • Segera pinggirkan mobil ke tepi jalan yang kosong dan matikan mesin.
  • Dengarkan berita di radio.
  • Ikuti instruksi dari kepolisian
  • Evakuasilah dengan berjalan dan tinggalkan kunci mobil anda.
Pada saat gempa, sulit mengendarai mobil, seperti mengendarai mobil beroda datar.

PERSIAPAN RUTIN
  1. Berpartisipasi pada kelas evakuasi dan pelatihan antisipasi bencana alam.
  2. Diskusikan dalam keluarga anda, hal-hal apa yang dilakukan bila terjadi gempa.
Setiap anggota keluarga membahas tanggungjawab dan hal-hal penting seperti :
  • Dimana tempat teraman di dalam rumah (misal : meja terkokoh)
  • Dimana tempat PPPK
  • Apa saja benda yang berpotensi memicu kebakaran (kompor, oven listrik, microwave, peralatan listrik)
  • Siapa yang bertanggungjawab membawa terhadap bayi dan anak
  • Membuat rute evakuasi dari dalam rumah ke luar
  • Siapa yang bertanggungjawab membawa tas peralatan penyelamatan gempa (senter, selimut)
Persiapan rutin dalam keluarga terhadap gempa sangatlah penting. Hendaknya tempat dan rute evakuasi dipersiapkan dan dibina oleh warga lingkungan setempat.

     3. Cek kembali rumah dan isi rumah anda !
  • Bagaimana kondisi pondasi, tembok, atap dll. Bila rusak atau rapuh, segeralah ganti dan susun yang baru. Ini demi keselamatan seluruh penghuni rumah anda.
  • Perhatikan mebel di dalam rumah anda. Pastikan mereka berada pada tempat yang aman, agar tidak bahaya dan runtuh kala gempa.
  • Kunci lemari selalu yang berisi barang-barang/pernak-pernik pajangan anda. Agar lebih aman, beri sekat tambahan pada lemari anda, agar barang-barang di dalam lemari tidak berjatuhan dan berhamburan menimpa kepala anda.
  • Sediakan sandal jepit atau sepatu sneaker di dalam rumah. Berguna melindungi kaki anda dari pecahan kaca di lantai.
     4. Persiapkan tas berisi barang pribadi.
  • Masing-masing anggota keluarga mempersiapkan tas berisi barang pribadi secukupnya.
  • Letakkan di tempat yang mudah dijangkau, agar mudah dibawa kapanpun terjadi gempa.
  • Berat maksimal tas bagi laki-laki 15 kg. Berat maksimal tas bagi perempuan 10 kg.
  • Siapkan pula tas khusus anak/bayi berisi pakaian dan makanan/minuman secukupnya serta selimut.
sandal jepit - backpack - shangkala

    5.  Mencegah terjadinya kebakaran.
  • Perhatikan peralatan masak anda
    • Gunakan kompor minyak dan kompor gas yang aman dan mudah dimatikan.
    • Secara rutin, cek dan bersihkan seluruh peralatan kompor dan gas. Cek adakah kebocoran pada gas.
    • Pastikan di sekeliling kompor, oven dan microwave tak ada barang-barang yang mudah jatuh dan memicu kebakaran.
    • Perhatikan peralatan listrik anda
      • gunakan circuit breaker yang secara otomatis mati apabila terjadi gempa
6. Konfirmasi keluarga yang selamat.

Bila memungkinkan, siapkan dari awal sebuah tempat dimana keluarga anda berkumpul pada saat gempa selesai.
  1. Sediakan daftar telp penting
  • Keluarga/kerabat terdekat di luar kota/wilayah anda.
Sebagai antisipasi, bila gempa terjadi di wilayah anda, kerabat anda di wilayah lain dapat menjadi sentral kontak dan informasi bagi seluruh keluarga anda.
  • Pemadam kebakaran
  • Kepolisian

RUMAH KIARA

Hallo teman- teman...
Selamat datang di Rumah Kiara
Rumah kami yang baru.... tempat kami berbagi cerita....
Tempat kita saling belajar bersama

Semoga berkenan dengan isinya....

Salam

Rabu, 22 Desember 2010

cowo ngambek





oleh Toge Aprilianto pada 05 Desember 2010 jam 16:47
berikut adalah kutipan tanya jawab berkait keluhan istri tentang sikap suami yang sulit dipahami, sementara si suami menuntut istrinya memahami

1. Kenapa sih cowo bisa jadi sensitif gitu? Aku kebayangnya sih mungkin karena perbedaan nilai hidup atau cara dia dibesarkan atau emang udah dari sononya? Ada sebab lain?

Dalam konteks sosial, budaya juga berpengaruh melalui penanaman kesadaran kolektif bahwa perempuan itu warga kelas dua. Bahkan, surga juga selalu digambarkan dipenuhi malaikat dan bidadari yang notabene mewakili sosok perempuan. Artinya, surga itu digambarkan sebagai tempat yang nyaman buat lelaki, tanpa kejelasan apakah perempuan menikmati surga yang seperti itu. :) Jadi, perilaku ngambek para lelaki itu bisa dilatarbelakangi juga oleh kesadaran kolektif bahwa lelaki itu berhak menguasai perempuan; sehingga ketika si perempuan tidak menampilkan perilaku yang menggambarkan sikap tunduk pada lelakinya, si lelaki menjadi tersinggung dan berupaya untuk mendapatkan kembali kendalinya atas si perempuan, dengan cara ngambek.
Dalam konteks keluarga, pola asuh punya pengaruh yang meyakinkan dalam hal pembentukan karakter anak yang tumbuh di dalam keluarga itu. Jadi, perilaku ngambek para lelaki itu bisa dilatarbelakangi oleh kebiasaan dilayani atau dibanjiri perhatian yang tidak sehat karena cenderung memanjakan. Apalagi, dalam keluarga tertentu, anak perempuan biasanya dibiasakan untuk membantu ibu mengurus rumah dan melayani kebutuhan seluruh anggota keluarga. Jadi, kalo perempuan ngurus dirinya sendiri, kalo lelaki diurus oleh perempuan dan mereka boleh bermain tanpa tanggungjawab ikut terlibat dalam urusan rumah.

Dalam konteks personal, komposisi hormonal dalam tubuh akan membentuk sebuah pola temperamen tertentu. Jadi, perilaku ngambek para lelaki itu bisa juga dilatarbelakangi oleh pola temperamen yang dimiliki. Biasanya, pribadi yang berpotensi menampilkan perilaku ngambek adalah mereka yang memiliki pola temperamen melankolis yang berkombinasi dengan pola plegmatis atau sanguinis sehingga pola agresinya jadi cenderung bersifat pasif. Ngambek, adalah salah satu tampilan agresi yang bersifat pasif.
Dengan demikian, secara umum dapat disimpulkan bahwa perilaku ngambek para lelaki itu dilatarbelakangi oleh kebutuhan berkuasa, sebagai implementasi dari kesadaran kolektif sebagai lelaki; yang ditampilkan dalam bentuk agresi pasif (=upaya menguasai dengan cara memanipulasi atau memanfaatkan kebutuhan merawat, dalam diri perempuan), sebagai hasil dari proses pembiasaan yang notabene merupakan bagian dari dinamika peran gender di dalam keluarga.

Repotnya, akibat latar belakang itu, kebanyakan perempuan memiliki kebutuhan merawat yang cukup besar, sehingga akhirnya para lelaki berhasil menguasai perempuan untuk melayani dirinya tanpa si perempuan jadi merasa dirugikan. Bahkan sebaliknya, si perempuan merasa dirinya punya peran yang penting dan dibutuhkan sehingga rela menjadi pelayan si lelaki. :)
---
2. Salah ga sih jadi sensitif seperti contoh di atas?
Karena kepribadian adalah buah dari proses yang terjadi antara karakter (pola asuh; nurture factor) dan temperamen (komposisi hormon; nature factor), maka tidak ada satupun pola kepribadian yang bisa disebut salah. itu sebabnya manusia memiliki hakikat yang disebut UNIK. Jadi, kalo mau dipermasalahkan, bukan soal pola kepribadian yang membuat si manusia jadi unik, yang perlu dipermasalahkan, tetapi, bagaimana implementasi pola kepribadian yang dimilikinya itu, di dalam hidup kesehariannya, termasuk di dalamnya adalah bagaimana ia berinteraksi dengan manusia lain yang memiliki keunikan masing-masing.

Dalam kehidupan pernikahan, kecenderungan menjadi sensitif juga bukan suatu hal yang bisa disebut salah, apalagi masalah. Dengan demikian, supaya sikap sensitif yang dimiliki suami tidak mengganggu kenikmatan pernikahan, istri perlu memahami apa yang melatarbelakangi sikap sensitif suami itu; karena hanya dengan memahami hal itu, istri bisa membangun alternatif perilaku guna menghadapi sensitivitas suami yang kadang dirasakan berlebihan.
---
3. mau donk dikasih beberapa tips (plus penjelasannya) cara menghadapi cowo sensitif kayak gitu.
karena yang kita bicarakan adalah sikap yang notabene adalah kecenderungan berperilaku, maka yang perlu dipelajari adalah keterampilan memeriksa apa kebutuhan yang melatarbelakangi sikap dan/atau perilaku tersebut.

Ada 4 kombinasi kebutuhan yang melatarbelakangi sikap dan/atau perilaku:
a. kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu.
Contoh: suami ngambek karena ia cari perhatian; berarti ia butuh perhatian.
b. kebutuhan untuk menghindari sesuatu.
Contoh: suami ngambek karena ia menyembunyikan sesuatu; berarti ia ngambek supaya istri ga tanya macem-macem. :)
c. kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu demi menghindari sesuatu.
Contoh: suami ngambek karena ia cari perhatian dalam rangka mengalihkan perhatian istri supaya si istri ga tanya kenapa ia pulang pagi tanpa ada kejelasan kemana n ngapain n sama siapa.
d. kebutuhan untuk menghindari sesuatu demi mendapatkan sesuatu.

Contoh: suami ngambek karena ia ga mo nganter istri ke rumah orangtuanya, supaya ia bisa nonton siaran langsung sepakbola di rumah.

Ngambek adalah perilaku yang tidak rasional. Sementara, pernikahan adalah dunia orang dewasa sehingga orang-orang yang memutuskan masuk ke dalamnya dituntut berperilaku sebagai orang dewasa (secara psikologis, bukan sekedar secara kronologis/ usia). Artinya, ia memiliki kesanggupan (mau dan mampu) menghadapi segala situasi dengan keseimbangan rasional dan emosional yang baik sehingga tanggapannya bisa bersifat konstruktif.

Dengan demikian, karena suami punya tuntutan berperilaku sebagai orang yang dewasa, maka perilaku ngambeknya suami tidak perlu selalu ditanggapi dengan mengikuti keinginannya. Nah, melakukan pemeriksaan terhadap kebutuhan yang melatarbelakangi ngambeknya suami, akan membantu para istri untuk memetakan alternatif sikap dan/atau perilaku apa yang akan ia tampilkan dalam rangka menghadapi ngambeknya si suami itu.

catatan:
cerita komplitnya ttg hal-hal berkait kebutuhan itu, ada di buku "kurangkul diriku demi merangkul bahagiaku".

salam,
ge

MENGETAHUI POTENSI vs MEMANFAATKAN POTENSI





oleh Toge Aprilianto pada 05 Desember 2010 jam 16:15

Bila kita bicara tentang tumbuh-kembang anak, berkait dengan masalah pendidikan ataupun aktivitas bersekolah, maka kecerdasan menjadi hal utama yang banyak dibicarakan. Kita hampir selalu berpikir bahwa kecerdasan adalah hal yang paling penting diupayakan untuk tumbuh dan berkembang hingga titik optimal. Kecerdasan adalah faktor penentu keberhasilan hidup seorang anak, kelak kemudian hari. Jadi, kecerdasan wajib menjadi pusat perhatian dalam pembahasan tentang proses tumbuh-kembang anak, apalagi dalam pembahasan tentang pendidikan dan aktivitas bersekolah.

Untuk itu, sebelum kita bicara terlalu jauh tentang kecerdasan dan apa yang penting diperhatikan untuk mendukung proses tumbuh-kembang seorang anak, maka marilah kita renungkan sejenak: Sebetulnya, untuk kepentingan siapa kita bicara tentang hal itu. Untuk kepentingan anak atau untuk kepentingan orangtua? Bila anda menyimpulkan bahwa pembicaraan tentang hal itu adalah untuk kepentingan anda selaku orangtua, maka sebaiknya anda berhenti di sini dan abaikan naskah yang sedang anda baca ini. Bila anda menyimpulkan bahwa pembicaraan tentang hal itu adalah untuk kepentingan anak anda, ayo kita lanjutkan pembahasan tentang itu.

Bila kita setuju bahwa anaklah yang menjadi pusat perhatian, maka seluruh pemikiran kita tentang hal itu perlu diarahkan berdasarkan kepentingan anak. Berkait dengan isu tentang kecerdasan, maka yang perlu dipahami adalah bahwa fokus perhatian kita selalu pada MAKNA kecerdasan, bukan SKOR atau nilai angka yang mewakili/ menunjukkan posisi si anak dibanding anak lain di kelompok usianya. Jadi, pola berpikir kita perlu diarahkan untuk memahami bagaimana tingkat kemampuan si anak mengolah dan memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk hidup lebih baik. Bukannya sekedar menjadi tahu apakah si anak dinilai lebih baik atau kurang baik, dibanding anak lain yang seusia.

Hal ini penting diperhatikan, karena kecerdasan pada prinsipnya akan berkait erat dengan kemampuan belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan seorang anak, semakin tinggi juga kemampuan belajar yang dimiliki. Dengan demikian, wajar kalau anak yang kurang cerdas menjadi nampak kurang punya minat belajar. Masalahnya, kita tidak boleh membabi buta menyimpulkan bahwa anak yang kurang memiliki minat belajar adalah anak-anak yang kurang cerdas. Artinya, anak yang kurang cerdas memang akan cenderung kurang memiliki minat belajar; tapi mereka yang kurang punya minat belajar, tidak selalu berarti kurang cerdas. Ada banyak faktor lain yang membuat mereka tidak memiliki minat belajar, dan beberapa diantaranya sama sekali tidak berkaitan dengan kecerdasan.

Faktor paling rawan adalah kurangnya pemahaman orangtua dan/atau guru, tentang belajar. Seringkali, anak-anak menjadi enggan atau malas belajar, justru karena mereka disuruh belajar. Tidak ada satupun anak yang mau disuruh belajar. Justru, kalau ada anak yang bersedia disuruh belajar, berarti ia ada di luar kategori normal. Hal ini juga penting diperhatikan karena berkaitan dengan proses perkembangan kecerdasan. Kalau kita mau anak-anak belajar, maka yang kita perlu lakukan adalah menyuruh mereka bermain. Makin banyak aktivitas bermain yang anak lakukan, makin banyak juga proses belajar akan terjadi, yang pada gilirannya berarti makin bagus juga perkembangan kecerdasannya.

Mengapa bermain? Ya, karena bermain akan mengakomodasi proses asimilasi (pertemuan informasi lama [di dalam ingatan] dan informasi baru) serta proses akomodasi (percampuran informasi lama dan informasi baru guna membentuk pemahaman dan pemaknaan baru). Hal ini yang akan membuat saraf-saraf otak dirangsang untuk saling terhubung dan berkaitan. Hal itu yang membuat potensi kecerdasan seseorang bertumbuh dan berkembang mencapai batas optimal sesuai kapasitas yang dimiliki. Kalau tidak terjadi proses itu, maka saraf-saraf di otak itu akan seperti jalanan di kompleks perumahan yang meski banyak, buntu semua karena diportal, sehingga tetap tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain asimilasi dan akomodasi, proses lain yang tidak kalah penting, bahkan juga menjadi faktor yang menentukan adanya perbedaan tingkat kecerdasan antar individu, adalah proses ekuilibrium. Ketika mendapat masukan informasi baru, maka sistem kecerdasan kita mengalami gangguan keseimbangan. Kalau proses ekuilibriumnya berjalan baik, maka proses asimilasi dan akomodasi akan berjalan baik. Kalau proses ekuilibrium tidak optimal, proses asimilasi dan akomodasi juga akan terganggu, sehingga proses belajar secara keseluruhan juga terganggu.

Kembali pada keterkaitan dengan upaya mendukung proses tumbuh-kembang anak, masih banyak juga orangtua yang merasa perlu melakukan tes-IQ guna mengetahui potensi kecerdasan anak. Mengenai hal ini, yang paling perlu diperhatikan oleh orangtua adalah untuk apa tes itu dilakukan. Artinya, kalau orangtua mengetahui angka nilai IQ yang dimiliki si anak, apa tindaklanjutnya kemudian? Perbedaan apa yang akan memberikan nilai tambah bagi anak, setelah angka nilai IQ diketahui. Bila memang tes itu dilakukan untuk kepentingan anak, maka orangtua punya tanggungjawab memastikan pengetahuan tentang angka nilai IQ itu akan membawa manfaat buat si anak. Bila anak tidak mendapatkan manfaat secara faktual, dari angka nilai IQ yang diketahui orangtua, maka sebaiknya tidak perlu apa upaya pemeriksaan kapasitas dan potensi kecerdasan karena hal itu merupakan sebuah pemborosan energi fisik, mental serta material-finansial. Selanjutnya, lebih baik energi itu digunakan untuk seluas-luasnya menyediakan kesempatan mencoba, menelusuri, meng-utak-atik, bertanya dan mencari jawaban, agar anak memiliki kesempatan belajar untuk mengembangkan potensi kecerdasannya secara maksimal.

Sampai di sini, mungkin anda lalu bertanya-tanya: kalau pemeriksaan kapasitas dan potensi kecerdasan tidak WAJIB dilakukan, karena akan bergantung pada kebutuhan dan manfaat bagi anak, lalu apa yang perlu dilakukan orangtua untuk membantu proses tumbuh-kembang anak-anak hingga ke titik optimal? Jawaban dari pertanyaan itu ada pada pemahaman tentang “KETERAMPILAN HIDUP”. Agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang optimal, maka orangtua perlu menjamin bahwa anak-anak anda memiliki keterampilan hidup yang memadai. Alasannya, kita memerlukan seluruh potensi kecerdasan yang kita miliki untuk dapat menjalani kehidupan dengan nyaman. Makanya, kita perlu memastikan bahwa potensi yang kita miliki siap dimanfaatkan untuk menghadapi setiap peristiwa hidup.

soal keterampilan hidup, ada di buku "saatnya melatih anakku berpikir".
salam,
ge


Note : Harga buku Rp. 45.000