Hari Sabtu yang lalu (19.01.08) saya berhasil Catch Up imunisasi Simultan Dika (DPT+HIB-yang demam, MMR, Hep A, Typoid) di Markas Sehat dengan dr. Apin.
Rencananya pengin imunisasinya di DSA Dika ( di RS dekat rumah ), sebelumnya sudah SMS Beliau menanyakan kesediaan Beliau untuk Catch Up Imunisasi dan minta yang Simultan, tapi Beliau gak sedia yang combo dan untuk simultan Beliau akan lihat kondisi Dika dulu, baru diputuskan bisa atau tidak.
Mau coba hunting lagi, tapi gak punya HP DSA yang lain ( karena selama setahun ini hanya DSA tersebut yang kami kunjungi ) dan jika harus datang langsung tapi kalo akhirnya gak bisa simultan rasanya kok rugi. Selain itu waktu luang saya dan suami gak banyak ( hanya bisa Sabtu Sore dan Minggu) jadi kami putuskan untuk langsung ke Markas Sehat saja ( sepertinya kok gak mau susah ya).
Beberapa hari sebelum datang ke Markas, saya email ke dr. Apin untuk Imunisasi Simultan Dika, tapi dibalas by SMS ( trims ya dok, maaf ganggu waktunya), Beliau menginformasikan agar Imunisasinya langsung 4 suntikan (teng...teng..teng, kok banyak betul ), akhirnya saya tanya lagi 2 aza ya dok boleh khan, gak tega nich ?, kata Beliau, boleh saja.
Cerita sama eyangnya dika mengenai 4 suntikan tersebut, kata Beliau gak papa, sekalian aza, tegain aza, paling nangisnya sebentar kok, lagian kan tempatnya jauh, gak papa dech, bismillah aza, insya Allah Dika kuat ( trims ya bu, untuk supportnya).
Tiba pada hari H, hampir gak jadi ke Markas, papa dika baru sampai rumah jam 4 sore, sementara saya judah buat janji jam 5 sampe di Markas, akhirnya berangkat juga jam 4.30 sore dari rumah, sampai di Markas jam 5.30 sore, udah ada 2 pasien di ruang tunggu, 1 pasien di Ruang dokter, jadi totalnya 4 pasien (+ dika).
Tapi ternyata lama banget, jam 7 malam dika dah rewel, mungkin sudah bosen dan ngantuk ( biasany jam 7 dah tidur). Akhirnya jam 7.30 dika dipanggil juga, setelah menceritakan riwayat kesehatan dika, dr. Apin menanyakan jadinya 2 atau 4 suntikan, mendingan ditegain aza, daripada Ibu harus bolak – balik, mandang eyangnya Dika dulu ( minta persetujuan ), akhirnya kami memutuskan untuk 4 suntikan. Bismilillah semoga tepat keputusan kami.( kenapa gak tanya papanya dika - soalnya papa milih gak ikut, nunggu di ruang tamu aza, ngantuk, payah dech, sambil geleng-geleng, akhirnya dipanggil juga untuk megangin dika)
Karena dika badannya gede, makanya harus dipegangin pada saat disuntik (he,he,he), papa diatas, saya dibagian bawah, akhirnya jusss, 4 vaksin masuk ke badan ( di tangan kiri, tangan kanan, paha kiri, paha kanan), dika gak nangis ???? gak mungkin, la wong mau dibuka bajunya ada dah nangis, apalagi mau diperiksa.
Sebelum pulang dr. Apin membekali kami informasi reaksi apa saja yang akan timbul setelah imunisasi ini, dan bagaimana kami harus menyikapinya.
Ternyata reaksi demam gak muncul pada hari 1-2 (reaksi DPT+HIB), Alhamdullilah, padahal saya dah sedikit cemas. Tapi ternyata Dika juga ceria-ceria aza, malah tambah aktif. Sehingga bekas suntikan ditangan kanannya bengkak (sekitar 2 cm) dan memerah, sempat khawatir juga, cepet – cepet telp dr. Apin (maaf dok ganggu lagi), kata Beliau gak papa itu hanya reaksi lokal (mungkin karena dika banyak bergerak), paling lama 1-2 minggu dah hilang, dikompres saja pake air hangat. Ternyata bengkaknya cuma 3 hari saja, gak sempat dikompres soalnya begitu kapas or waslap nempel dika langsung jerit atau bangun kalo lagi tidur.
Reaksi MMR yang mungkin akan timbul 7 hari setelah Vaksin, mudah – mudahan juga gak ada, kalaupun ada, insya Allah saya sudah tahu apa yang harus saya lalukan, kalaupun saya gak tahu, saya yakin docs dan SPs dimilis Sehat akan membantu saya.
Terima kasih untuk Mba Ria (untuk email dan SMS-nya), Sisil, milis sehat, dr. Apin, bunda wati, Pesat Tangerang untuk semua pengetahuan yang sangat berharga buat saya dan keluarga saya.
Tambahan, seperti yang saya ketahui beberapa kali dimilis ini selalu membahas vaksin ini dengan autis, saya hanya ingin share bahwa beberapa waktu yang lalu saya mengetahui bahwa anak tante saya (sekarang 7 thn) menderita autis dan Ia bercerita bahwa sewaktu balita ia tidak memberikan vaksin MMR (juga tidak HIB) karena takut anaknya jadi autis (tapi tanpa MMR ataupun HIB anaknya ternyata Autis).
Mohon maaf, sharing saya mungkin terlalu panjang, tapi mudah – mudahan bisa bermanfaat untuk SPs yang akan memberikan imunisasi simultan kepada putra – putrinya. Saya merasakan tidak ada efek yang buruk dari imunisasi simultan ini (insya allah) karena ternyata lebih efisien baik di cost, waktu dan juga dika sudah mendapatkan haknya.