Sedih rasanya kalo anak-anak sakit...
Minggu ini Andika nerus diarenya
Rova ketularan batuk mamih
Sementara Mamih masih lanjut batuknya
huhuhuuhu
Kondisinya Dika masih better, masih bisa beraktivitas, meski bolbal ke kamar mandi
hanya dia nolak ke sekolah kalo belum sembuh
sepertinya dia agak takut kalo sampai kebobolan pup di celana lagi
ntah malu, ntah takut bikin repot bundanya ....
Sementara Rova, rewel luarbiasa, nafasnya cepat sekali, demam ringan, makan udah mulai susah, baiknya setiap batuk dia minta minum....
Yuuk nak, bareng-bareng usir virusnya...
biar kita cepat sehat, katanya mau ke seaworld....
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 September 2013
Selasa, 20 Maret 2012
Test Pendengaran {Result}
Alhamdullilah akhirnya selesai juga dika menjalani semua tahapan test pendengaran hari ini.
Setelah nunggu kurleb 30 menit, akhirnya kami ketemu juga dengan dr. Faisa (jujur degdegan banget mo denger hasilnya).
Alhamdullilah, hasil test menunjukan telinga kanan bisa mendengar 100persen (PASS) dan telinga kiri terdeteksi 80db, beliau bilang untuk telinga kiri kemungkinan karena dika sedang pilek ( hmm iya sih pagi ini udah mulai bersin-bersin dan sedikit meler).
Hasil tympano and OAE-nya juga bagus, tidak ada kerusakan pada telinga tengah.
Dan dr. Faisa menyimpulkan bahwa tidak ada gangguan pendengaran, untuk telinga kiri insya allah bisa berubah hasilnya.
Saya juga cerita tentang diagnosa 'tounge tie' yang diberikan oleh salah satu dr. Tht di RS proklamasi, dr. Faisa bilang ga ada masalah dengan lidahnya, jadi ga perlu insisi.
Anjuran beliau, terapi wicara lanjut ditambah dengan terapi konsentrasi dan kemandiriannya. Cari tempat terapi tumbuh kembang yang mencakup semua aspek ini. Alhamdullilah terapi yang kami pilih selama ini sudah cocok dengan kebutuhan dika.
Makasih supportnya ya teman-teman
PR kami masih banyak
Semoga kami selalu diberikan kesabaran dan kekuatan dalam mendampingi Andika
~selalu ada warna yang indah diakhir pelangi~
Test Pendengaran (ke-2)
Setelah gagal dilakukan pada akhir Peb lalu, akhirnya hari ini kami melakukan test pendengaran (ke-2) setelah nunggu cukup lama untuk mendapatkan waktu di hari ini.
Tympano-done
OAE-done
Keduanya dilalui dengan lancar, emang enak ya kalo dilakukan dengan bersepakat.
Sekarang lagi test BERA, apapun hasilnya PASS or REFER kami bersyukur. Paling ga, akan ada solusi buat perkembangan wicara dika.
Doakan ya tante dan om yang terbaik buat dika
Selasa, 28 Februari 2012
Test Pendengaran lagi
Setelah sekian lama menunggu jadwal BERA di Hearing Center di daerah Jakpus, akhirnya hari ini tiba juga.
2 tahun lalu Dika juga test ditempat ini, hasil Auditory 40db dan BERA (hasil 50:50) 70db.
Waktu itu kami sepakat dg dr tht bahwa akan mengulang hasil bera 6 bln kemudian dengan catatan stimulasi dg bicara nada keras setiap bicara dengan Dika.
Alhamdullilah, kami gak ada kendala dalam komunikasi, hanya yang bikin kami masih worry di umur 7 tahun pelapalan dika belum jelas pada hurup tertentu, makanya kami putuskan untuk test pendengaran lagi, selain ini juga diperlukan untuk bahan konsultasi kami dengan psikolog dan sekolah SD
Berangkat jam 7 dari rumah, Alhamdullilah jalanan lancar, so kami tiba di lokasi jam 8.15 dan belum ada pasien.
Dika langsung test Auditory kurleb 20menitan, kemudian minum obat sedasi dan 1 jam setelah test dia tertidur.
Sayangnya, peralatan dan sdm ga berjalan lancar, so sampai 45m dika tertidur, test BeRA/OAE belum berhasil dilakukan.
So, karena saya ga bisa lama-lama, papih juga harus ke kantor, kami reschedule ulang untuk BERA pada tanggal 8 Maret
Harapannya, tanggal 8 sudah jatuh diagnosis, bila hasilnya ternyata tetap tidak berubah, kami akan minta persetujuan dika bila harus memakai hearing aid.
Doakan kami ya temans
~selalu ada warna yang indah diakhir pelangi~
Jumat, 13 Januari 2012
{Dika} - Ke Dokter Gigi
Benernya udah di jadwalin dari kapan tau mo ke drg tapi batal terus karena urusan papih mamih ternyata ga bisa diganggu gugat waktunya.
Akhirnya, mumpung mamih papih ga ada acara keluar kota, Jum'at ini dibela-belain untuk ke drg yang direkomen sama Risma.
Dari beberapa hari dah sempet iklan ke dika bahwa kita akan ke drg dan apa aja yang akan dilalui dika disana, kasih liat gambar2 aktivitas di ruang drg, dan apa aja yg harus dika lakukan disana.
Sampai di Harkit jam 9 kurang, isi form karena pasien baru (charge 10.000 untuk kartu) dan bayar Adm Rp 15.000. Trus naik ke lt 2 ke poli gigi.
Ternyata drg. Kiki sedang ada operasi, dan kami diminta tunggu sekitar 1jaman atau ganti dokter lain. Oh nooo gak maulah ganti drg lain karena bela-belain ke Harkit khan mo ketemu drg. Kiki.
Di ruang tunggu, ada banner tentang poli gigi dan ada gambar anak yang di periksa giginya dan dika bilang, nanti aku begini ya mih... ?.
Dika ga sabar nunggu panggilan, dah bolbal aja bilang, abis ini aku ya mih... dijawab sendiri .. ya bukaan ( mamih ma papih liat2an sambil senyum2)
Akhirnya tiba juga waktu dika untuk masuk ruang drg, masuk sih gagah banget, begitu liat ruangannya, mundur perlahan.
Drg kiki keluar dari ruangannya, ramah banget menyapa dika, tanya2 soal usia, sekolah dll. Dika masih mengkeret aja, kekeuh gak mau duduk di kursi, di ajak ngobrol sama drg kiki dan perawatnya, dikasih liat peralatannya, boleh nyalain-matiin lampu. Tetep masih gak mau juga. :D
Mamih sempet paksa dan ingetin soal kesepakatan kami ke dika, tapi drg kiki bilang, saya ga pernah maksa anak untuk mau loh bu, jadi ibu jangan paksa ya, biarin dia mau dengan sukarela naik ke kursi ini... Jadi saya akan tungguin sampai dika mau.
Trus, dia bilang : Dika, tante cuma mo itung gigi kamu loh, gak diapa-2in kok, ato dika mau liat temennya dulu diliat giginya, setelah itu baru dika coba lagi ya ?
Dika : angguk-angguk
Begitu luna (pasien berikutnya) masuk, dia khusuk liat proses pemeriksaan, gigi dibersihkan dan penambalan gigi. Luna pinter sekali, mangap tanpa diminta dan kooperatif sekali.
Liat temennya asik2 aja, begitu luna selesai dika ditanya lagi, gimana dah mau duduk disini ? Dika angguk2 .
Duduklah dia dan mulai di cek, tanpa paksaan samsek, malah narsis minta dipoto sama papih hehehe
Begitu selesai periksa, drg kiki bilang kalo gigi gerahamnya udah cukup rusak jadi harus ditambal. Gigi depan atas bawah ada 4 yang harus dicabut karena sudah ada akar baru.
Untuk pengerjaan, kasih waktu 2x kunjungan lagi, kunjungan pertama kalo dia kooperatif bisa dilakukan, bila belum juga bisa di kunjungan ketiga.
Saat ini, saya perlu membangun kepercayaan dika kepada drg kiki, dika harus nyaman sama saya dan sukarela untuk dibereskan giginya. Jadi memang butuh proses ya bu.
Wooow, saya bener2 puas sekali hari ini, beda sekali dengan drg yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Udah mahal, dika ga berhasil berdamai sama si drg.
Selain di harkit, drg kiki praktek di hermina daan mogot dan apotik kimia farma slipi.
Biaya konsul hari ini Rp. 100.000
Selasa, 02 Agustus 2011
{share Artikel} - Pregnancy Nutrition
Weight gain; what to avoid
In active, athletic women, excess weight gain is rarely a problem. Guidelines for weight gain are about 3 to 5 pounds in the first trimester, then 1 pound per week thereafter after the first 3 months of pregnancy for a total of 25 to 35 pounds weight gain overall. Weight gains are adjusted slightly based on starting weight parameters: Underweight women can gain 30 to 40 pounds, normal weight women can gain 25 to 35 pounds, and overweight women can gain 15 to 25. Do not be concerned about this weight gain: It is necessary for your baby. It might sound like a lot because the baby weighs between 6 to 10 pounds, but the additional weight is essential for the health of your baby. This includes increased blood volume, amniotic fluid, the placenta (a bed of nutrition for the baby), and enlarged breasts. This weight is usually lost within the first few months after pregnancy, especially as you continue to exercise.
During pregnancy, you should eat three meals a day with a few snacks to keep your blood sugars stable and accommodate for the limited room your stomach has to expand as your baby grows. Eating smaller, more frequent meals also helps manage nausea during the first trimester. You should not diet or limit carbohydrates or fats or be on any type of restrictive diet, unless recommended by your doctor. You need the calories and fat in a well-balanced diet to feed your growing baby.
The exception to nutritional foods that should not be eaten in pregnancy includes foods that can become easily colonized with listeria. This is a bacteria that can lead to gastrointestinal, intrauterine, and cervical infections either with or without fever, nausea, vomiting, and diarrhea. It can also cause meningitis. In pregnant women, it is particularly dangerous, as listeria can cause miscarriages and stillbirths. Foods at risk of contamination with listeria include soft cheeses (brie, feta, Mexican cheese), unpasteurized dairy products, poorly stored deli meats that have not been heated to steaming, raw poultry, raw fish, raw meats, and smoked fish. Although fish is beneficial to the baby's developing nervous system, fish with a high content of mercury should be avoided. These include swordfish, large tuna steaks (albacore and most canned tuna is fine twice a week), tilefish, shark, and mackerel. Oysters and raw shellfish should be avoided due to other risks of diseases, including hepatitis A.
Foods That Should Be Avoided in Pregnancy
- Soft cheeses—brie, camembert, feta, Mexican cheese, blue, or gorgonzola
- Hot dogs, deli meats, meat spreads that have not been heated to steaming
- Unpasteurized dairy products
- Raw meat and poultry
- Raw and smoked fish and shellfish
- Swordfish, tuna steaks, mackerel, shark, and tilefish
Also, try to avoid processed and artificial foods. These include saccharin and monosodium glutamate (MSG), the latter of which can raise blood pressure and cause diarrhea and allergic reactions in some people. MSG is found in many packaged products, including chips, cheesy crackers, gravies, soups, Chinese food, meat tenderizer, and some spice mixes. Other artificial sweeteners, such as Nutrasweet and Splenda may be used in moderation in pregnancy, as there has been no specific research proving their harm. Caffeine is not recommended at more than the equivalent of two six-ounce cups of coffee a day (or four eight-ounce servings of caffeinated soda or six-ounce cups of tea), as higher amounts might contribute to miscarriages. To be as safe as possible, eat natural foods and try to avoid chemical ingredients, other than vitamins and minerals, altogether.
Proper nutrition can sometimes be a challenge. During the first trimester, when morning sickness or general nausea peaks due to the rapid hormone changes of pregnancy, it might be hard to eat a well-balanced diet. During this time, try to get enough calories and fluids and take your prenatal vitamin. If the prenatal vitamin is making you feel sick or constipated, ask your doctor for a different brand. Until then, take calcium tablets and a multivitamin along with an extra 400 mg folate. Vitamin-fortified cereals, food bars, or drinks can also provide extra nutrients (read the labels). You might have to stop exercising for a while if you are unable to eat enough calories. After the first trimester, this should improve and you should be able to tolerate more foods along with your prenatal vitamin.
If you have severe problems with morning sickness, or nausea and vomiting during the day and night there are many things you can do to try to ease and even prevent it. These include smelling or tasting a lemon, ginger, or lavender; snacking on crackers or cookies; eating a small meal every two hours; and sipping very cold lightly sweetened or carbonated beverages.
Because nausea and vomiting can often last all day and even at night, be prepared with scents, foods, and drinks that work for you. If you are vomiting, try to take in as much fluid as you can. Sports drinks are recommended throughout the day to replenish lost electrolytes.
Pregnancy nutrition: Foods to avoid during pregnancy
More foods can affect your health or your baby's than you might realize. Find out what foods to avoid during pregnancy.
You want what's best for your baby. That's why you add sliced fruit to your fortified breakfast cereal, top your salads with chickpeas and snack on soy nuts. But do you know what foods to avoid during pregnancy?
Start with the basics in pregnancy nutrition. Understanding what foods to avoid during pregnancy can help you make the healthiest choices for you and your baby.
Avoid seafood high in mercury
Seafood can be a great source of protein, and the omega-3 fatty acids in many fish can promote your baby's brain development. However, some fish and shellfish contain potentially dangerous levels of mercury. Too much mercury could damage your baby's developing nervous system.
The bigger and older the fish, the more mercury it's likely to contain. The Food and Drug Administration (FDA) and the Environmental Protection Agency (EPA) encourage pregnant women to avoid:
- Swordfish
- Shark
- King mackerel
- Tilefish
So what's safe? Some types of seafood contain little mercury. Although concerns have been raised about the level of mercury in any type of canned tuna, the FDA and EPA say pregnant women can safely eat up to 12 ounces (340 grams) a week. Similarly, the 2010 Dietary Guidelines for Americans recommend 8 to 12 ounces of seafood a week for pregnant women. That's about two average meals of:
- Shrimp
- Crab
- Canned light tuna (limit albacore tuna, chunk white tuna and tuna steak to no more than 6 ounces, or 170 grams, a week)
- Salmon
- Pollock
- Catfish
- Cod
- Tilapia
Not all researchers agree with these limits, however, citing a study that noted no negative effects for women who ate more seafood than the FDA-approved guidelines.
Avoid raw, undercooked or contaminated seafood
To avoid harmful bacteria or viruses in seafood:
- Avoid raw fish and shellfish. It's especially important to avoid oysters and clams.
- Avoid refrigerated smoked seafood, such as lox. It's OK to eat smoked seafood if it's an ingredient in a casserole or other cooked dish. Canned and shelf-stable versions also are safe.
- Understand local fish advisories. If you eat fish from local waters, pay attention to local fish advisories — especially if water pollution is a concern. If advice isn't available, limit the amount of fish from local waters you eat to 6 ounces (170 grams) a week and don't eat other fish that week.
- Cook seafood properly. Cook most fish to an internal temperature of 145 F (63 C). The fish is done when it separates into flakes and appears opaque throughout. Cook shrimp, lobster and scallops until they're milky white. Cook clams, mussels and oysters until their shells open. Discard any that don't open.
Avoid undercooked meat, poultry and eggs
During pregnancy, you're at increased risk of bacterial food poisoning. Your reaction might be more severe than if you weren't pregnant. Rarely, food poisoning affects the baby, too.
To prevent foodborne illness:
- Fully cook all meats and poultry before eating. Use a meat thermometer to make sure.
- Cook hot dogs and processed deli meats, such as bologna, until they're steaming hot — or avoid them completely. They can be sources of a rare but potentially serious foodborne illness known as listeriosis.
- Avoid refrigerated pates and meat spreads. Canned and shelf-stable versions, however, are OK.
- Don't buy raw poultry that's been pre-stuffed. Raw juice that mixes with the stuffing can cause bacterial growth. Frozen poultry that's been pre-stuffed is safe when cooked from its frozen state.
- Cook eggs until the egg yolks and whites are firm. Raw eggs can be contaminated with the harmful bacteria salmonella. Avoid foods made with raw or partially cooked eggs, such as eggnog, raw batter, hollandaise sauce and Caesar salad dressing.
Avoid unpasteurized foods
Many low-fat dairy products — such as skim milk, mozzarella cheese and cottage cheese — can be a healthy part of your diet. Anything containing unpasteurized milk, however, is a no-no. These products could lead to foodborne illness.
Unless these soft cheeses are clearly labeled as being pasteurized or made with pasteurized milk, don't eat:
- Brie
- Feta
- Camembert
- Blue cheese
- Mexican-style cheeses, such as queso blanco, queso fresco and panela
When selecting eggs, consider buying the pasteurized variety. In addition, avoid drinking unpasteurized juice.
{share Artikel} - Nutrisi Penting Selama Kehamilan
Diambil dari blog : http://bidanku.com/index.php?/Nutrisi-Penting-Selama-Kehamilan
Seiring pertambahan usia kandungan, maka kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat - terutama perkembangan otak dan susunan syaraf ? dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.
Nutrisi yang diperlukan adalah:
1. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
2. Protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
3. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur - sayuran.
4. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji - bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
5. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
6. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
7. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
8. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
9. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C
sumber: Warmasif.co.id
{share Artikel) - Pemeriksaan Kehamilan
Diambil dari blog http://bidanku.com/index.php?/Pemeriksaan-Kehamilan
Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang sehat. Boleh dikatakan pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan melalui dokter kandungan atau bidan dengan minimal pemeriksaan 3 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan pada kehamilan trimester ke tiga, itupun jika kehamilan normal. Namun ada baiknya pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali hingga usia 6 bulan, sebulan dua kali pada usia 7 - 8 bulan dan seminggu sekali ketika usia kandungan menginjak 9 bulan.
Kenapa pemeriksaan kehamilan begitu penting yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil? karena dalam pemeriksaan tersebut dilakukan monitoring secara menyeluruh baik mengenai kondisi ibu maupun janin yang sedang dikandungnya. Dengan pemeriksaan kehamilan kita dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan penyakit atau kelainan pada kandungan yang diharapkan dapat dilakukan penanganan secara dini.
Berikut diterangkan mengenai hal apa saja yang dilakukan dalam pemeriksaan kehamilan, sebagai bahan pengetahuan bagi para ibu hamil agar menuju kehamilan yang sehat dan keluarga yang berkualitas.
Kenapa pemeriksaan kehamilan begitu penting yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil? karena dalam pemeriksaan tersebut dilakukan monitoring secara menyeluruh baik mengenai kondisi ibu maupun janin yang sedang dikandungnya. Dengan pemeriksaan kehamilan kita dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan penyakit atau kelainan pada kandungan yang diharapkan dapat dilakukan penanganan secara dini.
Berikut diterangkan mengenai hal apa saja yang dilakukan dalam pemeriksaan kehamilan, sebagai bahan pengetahuan bagi para ibu hamil agar menuju kehamilan yang sehat dan keluarga yang berkualitas.
Pemeriksaan Berat Badan
Pemeriksaan berat badan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan kandungannya, hal ini dilakukan untuk mengetahui pertambahan berat badan, serta apakah pertambahan berat badan yang dialami termasuk normal atau tidak. Pertambahan berat badan yang normal akan sangat baik bagi kondisi ibu maupun janin. Sebaliknya, jika pertambahan berat yang dialami tidak normal, akan menimbulkan resiko pada ibu dan janin. Bagi ibu hami yang mengalami pertambahan berat badan yang tidak normal, dokter atau bidan akan memberikan saran yang sebaiknya dilakukan agar ibu hamil memperoleh pertambahan berat badan yang normal.
Pemeriksaan Tinggi Badan
Pemeriksaan Tinggi Badan
Pemeriksaan tinggi badan juga dilakukan saat pertama kali ibu melakukan pemeriksaan. Mengetahui tinggi badan sangat penting untuk mengetahui ukuran panggul si ibu. Mengetahui ukuran panggul ibu hamil sangat penting untuk mengetahui apakah persalinan dapat dilakukan secara normal atau tidak. Karena jika diketahui bahwa tinggi badan ibu dianggap terlalu pendek, dikhawatirkan memiliki panggul yang sempit dan juga dikhawatirkan proses persalinan tidak dapat dilakukan secara normal, dan hal ini harus dilakukan secara caesar. Dengan diketahuinya hal ini secara dini, maka ibu hamil diaharapkan segera menyiapkan diri baik dari segi materi dan mental untuk menghadapi persalinan dengan caesar.
Pemeriksaan Urin
Pemeriksaan Urin
Pemeriksaan urin dilakukan untuk memastikan kehamilan. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui fungsi ginjal ibu hamil, ada tidaknya protein dalam urin, dan juga mengetahui kadar gula dalam darah. Adanya protein dalam urin mengarah pada pre-eklampsia. Sedangkan kadar gula darah dapat menunjukkan apakah ibu hamil mengalami diabetes melitus atau tidak.
Pemeriksaa Detak Jantung
Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah janin dalam berada dalam kondisi sehat dan baik. Permeriksaan detak jantung ini biasanya menggunakan Teknik Doopler sehingga ibu hamil dapat mendengarkan detak janin yang dikandungnya.
Pemeriksaan Dalam
Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kehamilan, memeriksa apakah terdapat tumor, memeriksa kondisi abnormal di dalam rongga panggul, mendiagnosis adanya bisul atau erosi pada mulut rahim, melakukan pengambilan lendir mulut rahim (papsmear), mengetahui ada tidaknya penyakit kehamilan, mengetahui letak janin, dan untuk mengetahui ukuran rongga panggul sebagai jalan lahir bayi. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan di awal kehamilan.
Pemeriksaan Perut
Dilakukan untuk melihat posisi atas rahim, mengukur pertumbuhan janin, dan mengetahui posisi janin. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin setiap kali dilakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan atau bidan.
Pemeriksaan Kaki
dilakukan untuk mengetahui adanya pembengkakan (oedema) dan kemungkinan varises. Pembengkakan yang terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan adalah normal, namun pembengkakan yang berlebihan menandakan pre-eklampsia,
Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kesehatan umum ibu hamil. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan AFP (alpha fetoprotein). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan gangguan saluran saraf tulang belakang dan untuk mendeteksi otak janin. Kadar AFP yang rendah menunjukkan adanya kemungkinan down sindorm pada janin. Biasanya pemeriksaan AFP dilakukan pada usia kehamilan sekitar 15-20 minggu.
Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)
Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi parasit seperti TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Infeksi TORCH biasanya menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi cacat atau mengalami kematian. Pemeriksaan TORCH dilakukan dengan menganalisis kadar imunogloblin G (IgG) dan imunoglobin M (IgM) dalam serum darah ibu hamil. Kedua zat ini termasuk ke dalam sistem kekebalan tubuh. Jika ada zat asing atau kuman yang menginfeksi tubuh, maka tubuh akan memproduksi IgG dan IgM untuk melindungi tubuh. Banyak sedikitnya IgG dan IgM dalam serum darah mengindikasikan ada tidaknya infeksi serta besar kecilnya infeksi. Jika hasil IgG negatif, berarti infeksi terjadi pada masa lalu dan kini sudah tidak aktif lagi. Jika hasil IgM positif, berarti infeksi masih berlangsung aktif dan ibu hamil memerlukan pengobatan agar janin dalam kandungan yang terinfeksi dapat segera ditangani sehingga infeksi tidak semakin buruk.
Bahagia menjalani kehamilan sehat
Bahagia menjalani kehamilan sehat
(share Artikel) - Tips Kehamilan Trimester Pertama
diambil dari blog http://bidanku.com/index.php?/Tips-Kehamilan-Trimester-Pertama
Mendapat kehamilan merupakan anugerah yang tak terkira dari Maha Kuasa. Gambaran buah hati yang lucu segera akan terwujud, serasa lengkap sebuah keluarga dengan kehadiran buah hati. Namun, bukan hanya bayangan kebahagiaan saja, menjalani kehamilan yang sehat merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh para ibu hamil. Kehamilan membutuhkan kewaspadaan dan penjagaan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu diperlukan kiat-kiat untuk menjaga agar kehamilan yang sedang dijalani tetap berlangsung sehat. Berikut tips-tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil pada saat kehamilan trimester pertama
Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana caranya menjalani kehamilan yang sehat baik melalui buku, media kabar, televisi, internet, dll.
Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana caranya menjalani kehamilan yang sehat baik melalui buku, media kabar, televisi, internet, dll.
- Mulailah dan segera membiasakan diri mengenakan baju-baju yang longgar, meskipun perut belum kelihatan membesar.
- Pada trimester pertama, ibu hamil sering mengalami mual dan muntah yang salah satunya dapat menyebabkan dehidrasi, oleh karena itu perbanyaklah ibu hamil minum air putih atau jus buah di luar jadwal makan.
- Makanlah jenis makanan yang mudah dicerna seperti nasi, jagung, kentang, ubi, dll
- Hindarkan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi atau berminyak seperti hidangan bersantan, gorengan atau daging berlemak.
- Hindari aneka macam bau-bauan yang menyengat atau tidak disukai, hal ini untuk menghindarkan ibu hamil dari rasa mual dan muntah.
- Biasakan menyikat gigi setelah ibu hamil makan atau setelah mengalami muntah.
- Untuk menghindarkan rasa mual dan pusing lainnya, usahakan secara perlahan-lahan ketika ibu hamil hendak bangun dari tidur atau berbaring, jangan dilakukan secara sekaligus dan spontan
- Ada baiknya ibu hamil makan dalam porsi kecil namun sering, hal ini juga untuk menghindarkan ibu hamil mengalami mual dan muntah
- Sediakanlah selalu minuman dan makanan kecil yang mengandung kadar garam rendah di dekat kamar tidur, hal ini dilakukan agar stelah makan makanan tersebut, ibu hamil terhindar dari rasa mual dan muntah pada saat akan beraktivitas. Makanan kecil yang dapat disajikan antara lain seperti biskuit, roti gandum, atau buah-buahan.
- Bergabunglah atau carilah teman yang juga sedang mengalami kehamilan, atau bergabung di komunitas-komunitas ibu hamil seperti di Bidanku.com Community, agar dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman.
- Makanlah cemilan di pagi hari sebelum bangkit dari tempat tidur.
- Minumlah susu hangat bila ibu hamil mengalami insomnia atau kesulitan tidur.
- Bila ibu hamil mengalami sembelit, minumlah air putih minimal 12 gelas sehari.
- Jika ibu hamil merasa sakit di bagian bawah perut dan terlihat adanya flek darah, khususnya setelah kehamilan usia > 4 minggu, segera hubungi dokter.
--
~selalu ada hal istimewa diakhir pelangi~
http://www.swahyuni.multiply.com
(share Artikel) - Pertumbuhan Menakjubkan di Trimester Pertama
diambil dari File milis: kehamilanhttp://health.groups.yahoo.com/group/kehamilan/
Meski masih hidup secara sel, semua cikal bakal organ penting janin terbentuk di trimester ini. Sayangnya, kurun waktu ini pun amat rawan terhadap kemungkinan terjadi kecacatan fatal. Pembagian tahapan usia kehamilan menjadi 3 trimester, jelas dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, Sonologist, pada dasarnya bertujuan membantu mengelompokkan waktu perkembangan. Sehingga mudah untuk mempelajari proses fisiologis pembentukan janin. Trimester pertama, contohnya, merupakan waktu pembentukan sekaligus perkembangan pesat dari semua sistem dan organ tubuh bayi. Di kurun waktu inilah dimulai keajaiban kuasa Sang Khalik: sebuah sel telur yang telah dibuahi berubah menjadi organisme yang secara anatomik memiliki wujud manusia.
MINGGU KE-1
Merupakan perkembangan awal sejak ovulasi sampai implantasi. Spermatozoa bergerak dengan cepat dari vagina ke rahim dan selanjutnya masuk ke saluran telur akibat kontraksi otot-otot rahim dan saluran telur. Dari sekitar 200-300 juta spermatozoa yang
dipancarkan ke saluran kelamin wanita, tinggal 300-500 yang mencapai tempat pembuahan, meski nantinya hanya 1 yang dibutuhkan untuk pembuahan. Hanya sperma terbaik yang dapat membuahi sel telur.
Sekitar 80 jam sejak ovulasi, hasil konsepsi (pembuahan) ini berada di ampulla tuba fallopii, yakni bagian terluas pada saluran telur yang terletak dekat dengan rahim. Sintesa inti sel telur dan inti sel sperma inilah yang memungkinkan kromosom-kromosom dari masing-masing inti sel melebur, memadukan semua gen, ciri fisik, sifat, dan temperamen dari ayah-ibu pada bayi mereka.
Selanjutnya, hasil pembuahan ini melanjutkan perjalanannya menuju isthmus tuba (bagian saluran telur tersempit yang memanjang dan menciut antara pangkal saluran telur dan bagian pojok rahim/kornu uteri), sebelum memasuki rongga rahim dalam bentuk embrio.
Sekitar 30 jam setelah terbentuk, zigot kemudian membelah diri. Mula-mula menjadi 2 sel, selanjutnya membelah diri secara deret ukur tanpa henti dengan selang waktu antara 12 dan 15 jam. Sambil terus membelah, zigot yang terdiri dari 12-16 sel dan berbentuk mirip buah anggur yang disebut morula, bergerak menggelinding dari tuba falopii menuju rahim. Dibantu hormon yang dihasilkan oleh rahim, morula memantapkan implantasinya pada lapisan endometrium (desidua) di dalam dinding rahim.
Dari hari ke hari, sel-sel morula terus membelah dan berkembang jadi embrio. Sambil terus membelah sesuai pola deret ukur, sel-sel embrio menyusun diri membentuk tiga lapisan sel. Sel paling luar disebut ektoderm, yang tengah mesoderm, dan lapisan terdalam disebut endoderm. Ketiga kelompok sel inilah yang membentuk seluruh tubuh embrio beserta organ pelengkapnya.
MINGGU KE-2
Di minggu ini, embrio diperkirakan berukuran 0,1-0,2 mm. Sementara hCG (human Chorionic Gonadotropin yang sering disebut hormon kehamilan) baru dapat dideteksi dalam darah ibu pada hari ke-10 atau 11 setelah pembuahan, meski sebelumnya sudah dapat dideteksi lewat media kultur. Karena itulah, kendati sebetulnya sudah dalam keadaan hamil, bila tes urin dilakukan sebelum hari ke-10 sejak terlambat haid, bisa saja hasilnya negatif. Jadi, untuk memastikan kehamilan, pemeriksaan serupa harus diulang beberapa hari kemudian.
MINGGU KE-3
Pada hari ke-15 sampai ke-17, embrio diperkirakan berukuran 0,4 mm. Hanya dalam hitungan hari, yakni pada hari ke-17 sampai ke-19,ukurannya meningkat jadi sekitar 1,0-1,5 mm.
Di minggu ini, cikal-bakal sistem pembuluh darah dan sistem saraf mulai terbentuk. Bahkan, di hari-hari terakhir saat cikal-bakal jantung janin mulai terbentuk, ukuran embrio sudah mencapai 1,5-2,5 mm. Pembentukan mata pun mulai terjadi, meski rongga mata baru akan tampak jelas di minggu ke-6. Secara keseluruhan, pada minggu ini sudah terdapat materi genetik, termasuk warna rambut, bentuk mata, dan intelegensi si calon bayi.
Di kedua sisi tubuh embrio tumbuh suatu tonjolan kecil berupa sekelompok sel yang merupakan cikal-bakal tangan. Selang beberapa hari kemudian, saat tunas tangan memipih, pada kedua sisi tubuh sebelah bawah muncul tonjolan serupa yang merupakan cikal-bakal kaki. Beberapa jenis obat antimual dan obat tidur, di antaranya thalidomide (semacam obat penenang) yang dikonsumsi di awal-awal kehamilan, terbukti menyebabkan kecacatan pada tangan dan kaki. Semisal berupa tonjolan daging lantaran tak mencapai panjang dan bentuk anggota tubuh yang semestinya.
Demikian juga streptomisin dalam pengobatan TBC yang bisa menimbulkan gangguan pada telinga. Atau kloramfenikol yang bisa membuat sumsum tulang janin rusak, hingga bayi yang dilahirkan akan mengalami kelainan darah dan kelainan kulit yang dikenal sebagai grey syndrome. Jamu-jamuan dan dan obat-obat penyubur yang tak terkontrol, juga bisa berdampak buruk. Yang mengandung DES (dietil bestrol), misal, ternyata berpeluang menimbulkan kelainan pada alat kelamin bawah. Mulai tak terbentuknya lubang vagina sampai kemungkinan si anak terkena kanker vagina kelak saat ia besar.
MINGGU KE-4
Dengan ukuran sekitar 2 hingga 3,5 mm, jantung mulai berdenyut dan sistem peredaran darah sudah melaksanakan fungsinya meski masih dalam taraf yang sangat sederhana. Cikal-bakal otak sudah bisa dibedakan menjadi tiga bagian utama (prosensefalon, mesensefalon, dan rombensefalon) yang kelak akan menjalankan fungsi masing-masing.
Malnutrisi pada ibu hamil akan merusak perkembangan otak janin.
Pada minggu ini pula saraf-saraf spinal yang kelak menjadi cikal-bakal tulang belakang sudah mengalami penebalan. Sementara cikal-bakal telinga sudah terlihat meski masih berupa gelembung. Plasenta atau yang biasa disebut ari-ari juga terbentuk pada minggu ini. Fungsinya bagi janin sangat banyak. Dari menyediakan hormon-hormon yang diperlukan untuk tumbuh kembang dan proses pembedaan sesuai jenis kelamin janin, sampai mensuplai nutrisi dan oksigen. Di samping itu, ia juga berfungsi sebagai alat pernapasan dan pembuangan sisa-sisa metabolisme janin.
MINGGU KE-5
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran antara 5-7 mm. Pembentukan telinga makin sempurna dengan terbentuknya duktus endolimfatikus, yakni saluran untuk menyalurkan cairan yang terdapat dalam selaput labirin telinga dalam. Demikian pula sistem pencernaan makin sempurna dengan terjadi pembedaan yang kian nyata antara cikal-bakal usus besar dan usus buntu. Bahkan cikal-bakal ginjal dan hati pun sudah terbentuk. Begitu juga struktur muka secara keseluruhan mulai bisa “terbaca”.
MINGGU KE-6
Saat ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 7-9 mm, pembuluh-pembuluh nadi di bagian kepala kian jelas terbagi-bagi menurut tugas masing-masing. Di minggu ini rongga mulut sudah tampak. Begitu juga struktur mata sudah terbentuk meski masih berjauhan letaknya. Di tengah-tengah wajah muncul tonjolan hidung. Ruas-ruas tulang belakang sudah terbentuk meski masih terlihat samar. Organ tubuh lain yang juga mulai berkembang di usia kehamilan ini adalah pembungkus saraf, penciuman, kandung kemih, jari-jemari, bahkan otot-otot punggung. Kekurangan asam folat atau anemia akut bisa mengakibatkan janin mengalami fetal neural tube defect (gangguan tabung saraf) dengan tak terbentuknya sebagian tulang belakang janin sampai kepala dan otak janin.
Meski masih hidup secara sel, semua cikal bakal organ penting janin terbentuk di trimester ini. Sayangnya, kurun waktu ini pun amat rawan terhadap kemungkinan terjadi kecacatan fatal. Pembagian tahapan usia kehamilan menjadi 3 trimester, jelas dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, Sonologist, pada dasarnya bertujuan membantu mengelompokkan waktu perkembangan. Sehingga mudah untuk mempelajari proses fisiologis pembentukan janin. Trimester pertama, contohnya, merupakan waktu pembentukan sekaligus perkembangan pesat dari semua sistem dan organ tubuh bayi. Di kurun waktu inilah dimulai keajaiban kuasa Sang Khalik: sebuah sel telur yang telah dibuahi berubah menjadi organisme yang secara anatomik memiliki wujud manusia.
MINGGU KE-1
Merupakan perkembangan awal sejak ovulasi sampai implantasi. Spermatozoa bergerak dengan cepat dari vagina ke rahim dan selanjutnya masuk ke saluran telur akibat kontraksi otot-otot rahim dan saluran telur. Dari sekitar 200-300 juta spermatozoa yang
dipancarkan ke saluran kelamin wanita, tinggal 300-500 yang mencapai tempat pembuahan, meski nantinya hanya 1 yang dibutuhkan untuk pembuahan. Hanya sperma terbaik yang dapat membuahi sel telur.
Sekitar 80 jam sejak ovulasi, hasil konsepsi (pembuahan) ini berada di ampulla tuba fallopii, yakni bagian terluas pada saluran telur yang terletak dekat dengan rahim. Sintesa inti sel telur dan inti sel sperma inilah yang memungkinkan kromosom-kromosom dari masing-masing inti sel melebur, memadukan semua gen, ciri fisik, sifat, dan temperamen dari ayah-ibu pada bayi mereka.
Selanjutnya, hasil pembuahan ini melanjutkan perjalanannya menuju isthmus tuba (bagian saluran telur tersempit yang memanjang dan menciut antara pangkal saluran telur dan bagian pojok rahim/kornu uteri), sebelum memasuki rongga rahim dalam bentuk embrio.
Sekitar 30 jam setelah terbentuk, zigot kemudian membelah diri. Mula-mula menjadi 2 sel, selanjutnya membelah diri secara deret ukur tanpa henti dengan selang waktu antara 12 dan 15 jam. Sambil terus membelah, zigot yang terdiri dari 12-16 sel dan berbentuk mirip buah anggur yang disebut morula, bergerak menggelinding dari tuba falopii menuju rahim. Dibantu hormon yang dihasilkan oleh rahim, morula memantapkan implantasinya pada lapisan endometrium (desidua) di dalam dinding rahim.
Dari hari ke hari, sel-sel morula terus membelah dan berkembang jadi embrio. Sambil terus membelah sesuai pola deret ukur, sel-sel embrio menyusun diri membentuk tiga lapisan sel. Sel paling luar disebut ektoderm, yang tengah mesoderm, dan lapisan terdalam disebut endoderm. Ketiga kelompok sel inilah yang membentuk seluruh tubuh embrio beserta organ pelengkapnya.
MINGGU KE-2
Di minggu ini, embrio diperkirakan berukuran 0,1-0,2 mm. Sementara hCG (human Chorionic Gonadotropin yang sering disebut hormon kehamilan) baru dapat dideteksi dalam darah ibu pada hari ke-10 atau 11 setelah pembuahan, meski sebelumnya sudah dapat dideteksi lewat media kultur. Karena itulah, kendati sebetulnya sudah dalam keadaan hamil, bila tes urin dilakukan sebelum hari ke-10 sejak terlambat haid, bisa saja hasilnya negatif. Jadi, untuk memastikan kehamilan, pemeriksaan serupa harus diulang beberapa hari kemudian.
MINGGU KE-3
Pada hari ke-15 sampai ke-17, embrio diperkirakan berukuran 0,4 mm. Hanya dalam hitungan hari, yakni pada hari ke-17 sampai ke-19,ukurannya meningkat jadi sekitar 1,0-1,5 mm.
Di minggu ini, cikal-bakal sistem pembuluh darah dan sistem saraf mulai terbentuk. Bahkan, di hari-hari terakhir saat cikal-bakal jantung janin mulai terbentuk, ukuran embrio sudah mencapai 1,5-2,5 mm. Pembentukan mata pun mulai terjadi, meski rongga mata baru akan tampak jelas di minggu ke-6. Secara keseluruhan, pada minggu ini sudah terdapat materi genetik, termasuk warna rambut, bentuk mata, dan intelegensi si calon bayi.
Di kedua sisi tubuh embrio tumbuh suatu tonjolan kecil berupa sekelompok sel yang merupakan cikal-bakal tangan. Selang beberapa hari kemudian, saat tunas tangan memipih, pada kedua sisi tubuh sebelah bawah muncul tonjolan serupa yang merupakan cikal-bakal kaki. Beberapa jenis obat antimual dan obat tidur, di antaranya thalidomide (semacam obat penenang) yang dikonsumsi di awal-awal kehamilan, terbukti menyebabkan kecacatan pada tangan dan kaki. Semisal berupa tonjolan daging lantaran tak mencapai panjang dan bentuk anggota tubuh yang semestinya.
Demikian juga streptomisin dalam pengobatan TBC yang bisa menimbulkan gangguan pada telinga. Atau kloramfenikol yang bisa membuat sumsum tulang janin rusak, hingga bayi yang dilahirkan akan mengalami kelainan darah dan kelainan kulit yang dikenal sebagai grey syndrome. Jamu-jamuan dan dan obat-obat penyubur yang tak terkontrol, juga bisa berdampak buruk. Yang mengandung DES (dietil bestrol), misal, ternyata berpeluang menimbulkan kelainan pada alat kelamin bawah. Mulai tak terbentuknya lubang vagina sampai kemungkinan si anak terkena kanker vagina kelak saat ia besar.
MINGGU KE-4
Dengan ukuran sekitar 2 hingga 3,5 mm, jantung mulai berdenyut dan sistem peredaran darah sudah melaksanakan fungsinya meski masih dalam taraf yang sangat sederhana. Cikal-bakal otak sudah bisa dibedakan menjadi tiga bagian utama (prosensefalon, mesensefalon, dan rombensefalon) yang kelak akan menjalankan fungsi masing-masing.
Malnutrisi pada ibu hamil akan merusak perkembangan otak janin.
Pada minggu ini pula saraf-saraf spinal yang kelak menjadi cikal-bakal tulang belakang sudah mengalami penebalan. Sementara cikal-bakal telinga sudah terlihat meski masih berupa gelembung. Plasenta atau yang biasa disebut ari-ari juga terbentuk pada minggu ini. Fungsinya bagi janin sangat banyak. Dari menyediakan hormon-hormon yang diperlukan untuk tumbuh kembang dan proses pembedaan sesuai jenis kelamin janin, sampai mensuplai nutrisi dan oksigen. Di samping itu, ia juga berfungsi sebagai alat pernapasan dan pembuangan sisa-sisa metabolisme janin.
MINGGU KE-5
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran antara 5-7 mm. Pembentukan telinga makin sempurna dengan terbentuknya duktus endolimfatikus, yakni saluran untuk menyalurkan cairan yang terdapat dalam selaput labirin telinga dalam. Demikian pula sistem pencernaan makin sempurna dengan terjadi pembedaan yang kian nyata antara cikal-bakal usus besar dan usus buntu. Bahkan cikal-bakal ginjal dan hati pun sudah terbentuk. Begitu juga struktur muka secara keseluruhan mulai bisa “terbaca”.
MINGGU KE-6
Saat ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 7-9 mm, pembuluh-pembuluh nadi di bagian kepala kian jelas terbagi-bagi menurut tugas masing-masing. Di minggu ini rongga mulut sudah tampak. Begitu juga struktur mata sudah terbentuk meski masih berjauhan letaknya. Di tengah-tengah wajah muncul tonjolan hidung. Ruas-ruas tulang belakang sudah terbentuk meski masih terlihat samar. Organ tubuh lain yang juga mulai berkembang di usia kehamilan ini adalah pembungkus saraf, penciuman, kandung kemih, jari-jemari, bahkan otot-otot punggung. Kekurangan asam folat atau anemia akut bisa mengakibatkan janin mengalami fetal neural tube defect (gangguan tabung saraf) dengan tak terbentuknya sebagian tulang belakang janin sampai kepala dan otak janin.
MINGGU KE-7
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 11-17 mm. Pembesaran kepala relatif stabil, sementara tubuhnya yang menyerupai bentuk kubus mengalami pemanjangan meski masih membungkuk seperti udang. Bagian ujung yang semula terlihat seperti ekor kecebong menghilang akibat nekrosis atau kematian jaringan secara fisiologis. Ujung hidung dan tonjolan telinga tampak jelas membentuk cikal-bakal daun telinga yang sesungguhnya. Kendati kelopak mata masih terlihat samar.
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 11-17 mm. Pembesaran kepala relatif stabil, sementara tubuhnya yang menyerupai bentuk kubus mengalami pemanjangan meski masih membungkuk seperti udang. Bagian ujung yang semula terlihat seperti ekor kecebong menghilang akibat nekrosis atau kematian jaringan secara fisiologis. Ujung hidung dan tonjolan telinga tampak jelas membentuk cikal-bakal daun telinga yang sesungguhnya. Kendati kelopak mata masih terlihat samar.
Tunas-tunas lengan sudah menyiku, sementara jari-jari tangan pun sudah mengarah terpisah satu sama lain. Sedangkan pemisahan jemari kakinya samar terlihat, meski telapak kakinya masih rata. Tunas tangan yang lebih cepat tumbuh ketimbang tunas kaki inilah yang agaknya bisa menjawab pertanyaan mengapa bayi kelak lebih dulu belajar memegang benda-benda di sekitarnya ketimbang belajar berjalan.
Sistem saraf pusat, pembuluh-pembuluh nadi, dan saluran usus makin berkembang. Di minggu ini pula proses penulangan tubuh dimulai. Sedangkan batas-batas antara cikal-bakal lengkung ruas tulang belakang dan ruas-ruas tulang iga baru tampak sebagai alur-alur memanjang. Begitu juga persendian pada bahu, panggul, dan lutut mulai kelihatan.
MINGGU KE-8
Pada akhir masa embrional ini, ukuran embrio mencapai kisaran 27-31 mm. Kepalanya membulat dan wajah polos kekanak-kanakan mulai tampak nyata dengan tertariknya bagian antara dahi dan pangkal hidung ke arah dalam, hingga kian memperjelas cikal-bakal kemancungan hidung si janin.
Pada akhir masa embrional ini, ukuran embrio mencapai kisaran 27-31 mm. Kepalanya membulat dan wajah polos kekanak-kanakan mulai tampak nyata dengan tertariknya bagian antara dahi dan pangkal hidung ke arah dalam, hingga kian memperjelas cikal-bakal kemancungan hidung si janin.
Langit-langit mulut mulai terbentuk, begitu juga kelopak mata serta daun telinga luar. Secara keseluruhan makin menyerupai bayi dengan taksiran berat sekitar 5 gram. Meski masih lemah, permulaan dari rangka tubuh secara keseluruhan sudah rampung dan lengkap terbentuk dalam minggu ini.
Semua organ tubuh juga mulai bekerja, meski belum sempurna. Semisal otak yang mulai mengirim sinyal/perintah ke organ-organ tubuh atau hati yang mulai memproduksi sel-sel darah. Tubuh yang ringkih ini pun mulai bisa bergerak secara tak teratur, yang jika dijumlahkan rata-rata sebanyak 60 kali gerakan dalam sejam.
MINGGU KE-9
Bila jenis kelaminnya laki-laki, di usia ini sudah bisa jelas dipastikan. Sementara perempuan masih sesekali meragukan. Aktivitas menelan janin, rata-rata sebanyak 25 kali dalam satu jam. Tangan janin pun mulai bergerak bebas. Dalam arti, tak lagi tergantung pada gerakan tubuh.
Bila jenis kelaminnya laki-laki, di usia ini sudah bisa jelas dipastikan. Sementara perempuan masih sesekali meragukan. Aktivitas menelan janin, rata-rata sebanyak 25 kali dalam satu jam. Tangan janin pun mulai bergerak bebas. Dalam arti, tak lagi tergantung pada gerakan tubuh.
Sebentuk kuku pada setiap jari tangan dan kakinya muncul di minggu ini. Panjangnya menjadi sekitar 10 cm dengan berat 20 gram. Dalam minggu ini pula pembentukan kulit dan fungsinya berkembang menuju penyempurnaan.
MINGGU KE-10
Pada beberapa janin, aktivitas menelan dan menggerakkan tangannya secara bebas baru dimulai minggu ini. Jenis kelamin perempuan bisa diidentifikasikan secara jelas di minggu ini. Sistem otot dan saraf sudah mencapai tingkat kematangan. Selain telah mampu pula mengirim dan menerima pesan dari otak. Dengan mulai berfungsinya sistem saraf, janin sudah mampu melakukan gerak refleks. Bahkan kaki sudah mampu melakukan gerakan menendang, misal.
Pada beberapa janin, aktivitas menelan dan menggerakkan tangannya secara bebas baru dimulai minggu ini. Jenis kelamin perempuan bisa diidentifikasikan secara jelas di minggu ini. Sistem otot dan saraf sudah mencapai tingkat kematangan. Selain telah mampu pula mengirim dan menerima pesan dari otak. Dengan mulai berfungsinya sistem saraf, janin sudah mampu melakukan gerak refleks. Bahkan kaki sudah mampu melakukan gerakan menendang, misal.
MINGGU KE-11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.
MINGGU KE-12
Struktur yang telah terbentuk akan terus bertumbuh dan berkembang kian sempurna. Di usia ini umumnya ibu bisa mendengar denyut jantung bayinya, dengan memakai alat khusus yang disebut fetal dophtone.
Struktur yang telah terbentuk akan terus bertumbuh dan berkembang kian sempurna. Di usia ini umumnya ibu bisa mendengar denyut jantung bayinya, dengan memakai alat khusus yang disebut fetal dophtone.
Di minggu ini sistem rangka tubuh memiliki pusat pembentukan tulang/osifikasi pada sebagian besar tulang. Sistem pencernaan mampu menghasilkan kontraksi untuk mendorong makanan ke seluruh usus dan mampu menyerap glukosa secara aktif.
Bila diinginkan, di minggu ini pun bisa diagnosa penyakit keturunan semisal thalassemia dan sindroma Down, yang bisa dilakukan lewat pemeriksaan Chorion Villus (CVS) guna memastikan ada-tidak kerusakan pada kromosom. Caranya dengan mengambil sampel sel-sel plasenta yang bisa dilakukan secara transabdominal melalui perut atau leher rahim/transervikal.
Kelainan kromosom dapat terjadi karena ada kelainan kromosom pada orang tua. Atau akibat pengaruh virus, bakteri, penyakit maupun zat berbahaya lain yang menyerang sel-sel embrio.
-
~selalu ada hal istimewa diakhir pelangi~http://www.swahyuni.multiply.com
-
~selalu ada hal istimewa diakhir pelangi~http://www.swahyuni.multiply.com
Selasa, 05 April 2011
{2nd Pregnancy} - Akhirnya (2)
Melanjutkan cerita tentang kehamilan kedua-ku yang pernah di publish disini
Rasanya seperti mimpi,
ketika pada saat aku menulis hari ini, aku tidak lagi hamil....tidak ada janin di rahimku, tidak ada gangguan hormon yang menyenangkan.... :)
Tanggal 27 Pebruari 2011
Udah beberapa hari ini aku batuk, ketularan virus dari dika, hari itu aku gak kemana hanya di rumah saja karena memang lagi gak fit kondisinya. Sorenya ketika aku mandi, aku mendapati bercak darah di celana dalamku.... paniiik, banget.... lapor ke temen-temen di BBG, dan disarankan untuk istirahat dan coba untuk tidak batuk terlalu keras
Tanggal 28 Pebruari 2011
Kontrol ke Kemang Medical Centre, ketemu dr Ridwan, hasil cek lewat USG Trans Vaginal tidak ditemui pendarahan di seputar rahim, Panjang janin 1.5 cm, usia janin 5w3D, pendarahan pada kehamilan muda memang biasa terjadi, bila tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan Janian akan tumbuh dengan sempurna sampai Lahir. Disarankan untuk bedrest selama 3 hari, dan konsul kembali tanggal 7 Maret 2011.
Tanggal 7 Maret 2011
Kembali kontrol ke KMC, pendarahan masih terjadi namun frekwensi dan kuantitinya tidak banyak. Kembali di USG Trans Vaginal. Dan ternyata........
"Ibu, Janin Ibu tidak berkembang, usia janin masih terlihat 5W3D, panjang janin masih di 1.5 cm ", dhuaaaaaar... berasa kejatuhan tembok yang beratnya berton-ton.
dr. Ridwan mengatakan bahwa bila proses pembuahan tidak sempurna maka akan terseleksi alam, caranya dengan keluar sendiri atau melakukan kuretase.
Kami tidak bisa putuskan langsung hari itu karena belum menyiapkan kondisi ini ketika berangkat dari rumah
Tanggal 14 Maret 2011
Setelah konsul ke beberapa teman dan juga bunda, saya putuskan untuk 2nd opinion, ada 2 dsog yang saya tuju, yaitu dr. Azen di RSPI atau dr. bambang karsono di YPK Menteng. dan sungguh sulit mendapatkan jadwal konsul kedua dsog tersebut. Tuhan memang maha baik, aku mendapat jadwal konsul di dr. Bambang di Klinik Moegni tanggal 14 April setelah 2 kali berganti jadwal karena dapat jam 11-12 malam terus
Hari yang kutunggu-tunggu, aku izin dari kantor pas jam makan siang untuk ke klinik ini. Diantar oleh papi, kami berdua sudah siap bila ternyata diagnosis yang akan kami terima sama dengan sebelumnya.
Setelah nunggu hampir 2 jam, aku memasuki ruang praktek dr. Bambang, hmmm dokter yang ramah...., aku terangkan ke Beliau bahwa kami sedang 2nd opinion atas diagnosa yang kuterima dari DSOG sebelumnya. Dan setelah di lakukan USG Trans Vaginal, beliau menginformasikan :
Bu, Bapak, masih ada pendarahan yang terjadi, tidak ada tanda-tanda kehidupan dalam rahim Ibu, Janin ini tidak berkembang, jadi sebaiknya kuretase segera dilakukan. karena sudah dipastikan ini Blighted Ovum.
Malamnya di rumah, mbah Kung bilang, coba 3rd opinion satu kali lagi, kalo memang ternyata hasilnya sama ya sudah, cepet kuretase. Saya n Papi setuju untuk 3rd opinion. Hal ini kami lakukan agar tidak ada keraguan bagi diri kami dalam mengambil keputusan bila ternyata kuretase harus dilakukan.
Tanggal 15-April-2011
Kami berencana untuk 3rd opinion hari Rabu ke DSOG lain, tapi ternyata keadaan gak berpihak padaku, seharian aku merasakan kontraksi yang sangat menyakitkan ditandai keluarnya darah yang cukup banyak. Setelah ngobrol sama papi, mba Ria dan Ida, kami putuskan untuk 3rd opinion malam ini juga. Kami pilih ke Rumkit terdekat dari rumah kami, dan pilih dokter yang sudah cukup berpengalaman.
Jam 9 malam kami masih antri di Rumkit Bakti Asih, karena memang mendaftar dinomor buncit. Hasil konsul dan periksa dsog, beliau juga menyatakan BO dan harus segera kuretase, Jadwal Kuretase bisa besok pagi atau sore hari. Bila mau ambil besok pagi, boleh nginap di Rumkit karena mulai malam ini sudah pasang alat di rahim (Laminaria). Kami putuskan untuk menginap agar bisa kuret pagi dan pulang siang hari.
Tanggal 16-Mei-2011
Tepat jam 10.00 pagi proses kuretase dilakukan (telat 2 jam dari waktu yang dijanjikan), proses kuretase hanya 30 menit, jam 12 tepat aku sudah tersadar dengan kesadaran penuh, berasa kelaparan dan kehausan... begitu bangun bahagia rasanya ada Mbah, Eyang, Papi, Dika (dluar), tante dan omku serta iringan doa dari temen-2ku.
Tidak ada kesedihan,
karena aku yakin ini yang terbaik yang kami lakukan
Singkat memang mami mengenalmu dan menjagamu nak...merasakan indahnya bersamamu....
tapi yakinlah..... mami - papi mencintamu....
love
-5042011/mami4laras-
Rasanya seperti mimpi,
ketika pada saat aku menulis hari ini, aku tidak lagi hamil....tidak ada janin di rahimku, tidak ada gangguan hormon yang menyenangkan.... :)
Tanggal 27 Pebruari 2011
Udah beberapa hari ini aku batuk, ketularan virus dari dika, hari itu aku gak kemana hanya di rumah saja karena memang lagi gak fit kondisinya. Sorenya ketika aku mandi, aku mendapati bercak darah di celana dalamku.... paniiik, banget.... lapor ke temen-temen di BBG, dan disarankan untuk istirahat dan coba untuk tidak batuk terlalu keras
Tanggal 28 Pebruari 2011
Kontrol ke Kemang Medical Centre, ketemu dr Ridwan, hasil cek lewat USG Trans Vaginal tidak ditemui pendarahan di seputar rahim, Panjang janin 1.5 cm, usia janin 5w3D, pendarahan pada kehamilan muda memang biasa terjadi, bila tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan Janian akan tumbuh dengan sempurna sampai Lahir. Disarankan untuk bedrest selama 3 hari, dan konsul kembali tanggal 7 Maret 2011.
Tanggal 7 Maret 2011
Kembali kontrol ke KMC, pendarahan masih terjadi namun frekwensi dan kuantitinya tidak banyak. Kembali di USG Trans Vaginal. Dan ternyata........
"Ibu, Janin Ibu tidak berkembang, usia janin masih terlihat 5W3D, panjang janin masih di 1.5 cm ", dhuaaaaaar... berasa kejatuhan tembok yang beratnya berton-ton.
dr. Ridwan mengatakan bahwa bila proses pembuahan tidak sempurna maka akan terseleksi alam, caranya dengan keluar sendiri atau melakukan kuretase.
Kami tidak bisa putuskan langsung hari itu karena belum menyiapkan kondisi ini ketika berangkat dari rumah
Tanggal 14 Maret 2011
Setelah konsul ke beberapa teman dan juga bunda, saya putuskan untuk 2nd opinion, ada 2 dsog yang saya tuju, yaitu dr. Azen di RSPI atau dr. bambang karsono di YPK Menteng. dan sungguh sulit mendapatkan jadwal konsul kedua dsog tersebut. Tuhan memang maha baik, aku mendapat jadwal konsul di dr. Bambang di Klinik Moegni tanggal 14 April setelah 2 kali berganti jadwal karena dapat jam 11-12 malam terus
Hari yang kutunggu-tunggu, aku izin dari kantor pas jam makan siang untuk ke klinik ini. Diantar oleh papi, kami berdua sudah siap bila ternyata diagnosis yang akan kami terima sama dengan sebelumnya.
Setelah nunggu hampir 2 jam, aku memasuki ruang praktek dr. Bambang, hmmm dokter yang ramah...., aku terangkan ke Beliau bahwa kami sedang 2nd opinion atas diagnosa yang kuterima dari DSOG sebelumnya. Dan setelah di lakukan USG Trans Vaginal, beliau menginformasikan :
Bu, Bapak, masih ada pendarahan yang terjadi, tidak ada tanda-tanda kehidupan dalam rahim Ibu, Janin ini tidak berkembang, jadi sebaiknya kuretase segera dilakukan. karena sudah dipastikan ini Blighted Ovum.
Malamnya di rumah, mbah Kung bilang, coba 3rd opinion satu kali lagi, kalo memang ternyata hasilnya sama ya sudah, cepet kuretase. Saya n Papi setuju untuk 3rd opinion. Hal ini kami lakukan agar tidak ada keraguan bagi diri kami dalam mengambil keputusan bila ternyata kuretase harus dilakukan.
Tanggal 15-April-2011
Kami berencana untuk 3rd opinion hari Rabu ke DSOG lain, tapi ternyata keadaan gak berpihak padaku, seharian aku merasakan kontraksi yang sangat menyakitkan ditandai keluarnya darah yang cukup banyak. Setelah ngobrol sama papi, mba Ria dan Ida, kami putuskan untuk 3rd opinion malam ini juga. Kami pilih ke Rumkit terdekat dari rumah kami, dan pilih dokter yang sudah cukup berpengalaman.
Jam 9 malam kami masih antri di Rumkit Bakti Asih, karena memang mendaftar dinomor buncit. Hasil konsul dan periksa dsog, beliau juga menyatakan BO dan harus segera kuretase, Jadwal Kuretase bisa besok pagi atau sore hari. Bila mau ambil besok pagi, boleh nginap di Rumkit karena mulai malam ini sudah pasang alat di rahim (Laminaria). Kami putuskan untuk menginap agar bisa kuret pagi dan pulang siang hari.
Tanggal 16-Mei-2011
Tepat jam 10.00 pagi proses kuretase dilakukan (telat 2 jam dari waktu yang dijanjikan), proses kuretase hanya 30 menit, jam 12 tepat aku sudah tersadar dengan kesadaran penuh, berasa kelaparan dan kehausan... begitu bangun bahagia rasanya ada Mbah, Eyang, Papi, Dika (dluar), tante dan omku serta iringan doa dari temen-2ku.
Tidak ada kesedihan,
karena aku yakin ini yang terbaik yang kami lakukan
Singkat memang mami mengenalmu dan menjagamu nak...merasakan indahnya bersamamu....
tapi yakinlah..... mami - papi mencintamu....
love
-5042011/mami4laras-
Rabu, 22 Desember 2010
{Sakit} - Sariawan
Bukan baru sekali ini saja dika kena sariawan, tapi yang sekarang lumayan berat buat dika.
kalo sebelumnya dika masih bisa makan + minum enak, yang sekarang lebih parah, karena dika jadi susah banget makan + minum, bahkan untuk makanan kesukaannya, dika pilih pegang n diliatin aza tanpa ada keberanian untuk memakannya.
gak mau ngomong, gak mau main, dan cengeng banget. sedih liatnya.
Tapi mami yakin dika bisa melewati ini semua....
yang sabar ya le.... 1-2 hari lagi insya allah sariawannya layu...
dika pasti bisa makan + minum enak lagi.
*cayooo dika*
kalo sebelumnya dika masih bisa makan + minum enak, yang sekarang lebih parah, karena dika jadi susah banget makan + minum, bahkan untuk makanan kesukaannya, dika pilih pegang n diliatin aza tanpa ada keberanian untuk memakannya.
gak mau ngomong, gak mau main, dan cengeng banget. sedih liatnya.
Tapi mami yakin dika bisa melewati ini semua....
yang sabar ya le.... 1-2 hari lagi insya allah sariawannya layu...
dika pasti bisa makan + minum enak lagi.
*cayooo dika*
Senin, 22 November 2010
TERSEDAK DURI IKAN
Ini pengalaman Dika pertama kalinya tersedak Ikan setelah bertahun-tahun makan Ikan.
Saat itu di Kawali Restoran, saya, papi n Dika makan bersama, menu pilihannya serba Ikan.
Seperti biasa Dika pilih makan sendiri, ambil setengah ekor Ikan goreng plus saya potongi Ikan tim. Duri-duri saya pastikan tidak ada disetiap potongan ikan.
Ketika tinggal 2-3 suap nasi plus lauk di piring dika, saya sempat lengah, ntah dika ambil sendiri ikan gorang, ntah ikan timnya, tapi tiba-tiba dika berenti makan dan seperti kesulitan nelan, trus teriat sakit ma.
Repleks saya tinggalkan piring saya dan bertanya ada apa, saya tepok pelan punggungnya kemudian saya angsurkan aqua botol ke dika, bisa minum n dia bilang udah gak papa. Ah syukurlah saya sudah setengah panik tadi.
Saya ambil piringnya, minta dia stop makan n cuci tangan di wastafel.
Setelah balik ke saung kami, duduk disamping papi, dia teriak, sakit mi, sakit...dengan air mata yg mengalir. Apa yang sakit dika, dia tunjuk gigi, dan ambil tusuk gigi minta saya bersihkan giginya, sudah saya bersihkan, tapi dia tetep gak nyaman, saya bilang lagi apa yg sakit, tetep tunjuk gigi, saya tanya lagi apa dika, leher atau gigi (dengan menunjuk leher n gigi) tetep pilih gigi. Saya minta dia minum hangat n makan nasi tanpa kunyah, tapi dika nolak. Setelah muntah dikit dika bilang udah gak sakit lagi.
Kami putuskan untuk pulang, ketika mendekati meja kasir, dika batuk dan muntah hebat, saya tarik dika ke wastafel krn gak enak dg tamu yang lain, muntahlah dia di wastafel, diakhir muntah ada sedikit darah...waaaks saya cukup kaget, hadoooh pasti durinya masih ada n tenggorokannya luka.... saya kasih minum dan dika cukup tenang. Dia bilang lagi, udah mi, gak papa. Saya tanya papi gimana, apa ke dokter saja ? Papi bilang pulang aza dulu, liat di rumah gimana.
Tanya2 beberapa temen, dikasih beberapa saran, saya pillih observasi dulu setelah diskusi dengan papi.
Tapi pas bangun tidur, dika batuk dan muntah lagi dengan disertai sedikit darah..... Oh noo darah lagi, bbm n bbg teman, kemungkinan luka makanya berdarah muntahnya. Disarankan minum air dingin atau ice cream untuk menutup lukanya.
Bangun dari tidurnya lagi, dika masih tampak kesakitan, nangis n merengek terus, minta di gendong, pegang leher n kupingnya setiap bilang sakit. Setelah diskusi dengan papi saya putuskan, tuk ngecek aja ke dokter, tuk memutuskan apa masih ada duri atau hanya tinggal lukanya saja. Konsul ke dokterku yg jauh diujung langit, dia bilang ke THT saja mbak untuk mastikan ada durinya atau tidak, semakin mantap saya ke dokter.
Sebelum berangkat, saya minta dika makan dulu (sekalian mo tau apa lehernya masih sakit atau tidak buat nelan), suapan 1-5 dika masih meringis setiap kali nelen, seperti biasa dika minta tambah, okeelah boleh untuk sore ini tambah agak banyak, ooooo semakin kesini kok dika tambah nyaman nelennya, minumnya juga udah gak menyeringai lagi.... Alhamdullilah, saya bilang papi, piii kita gak jadi ke dokter ya, kita observasi lagi, dika sakit beneran atau sakit manja, kalo emang beneran, baru kita ajak dika ke dokter. Sip kata papi.
Gak lama kemudian, tante jemput dika untuk dibawa ke rumah mbah. Saya n papi nyusul gak lama kemudian. Kita makan malam bareng disana, termasuk dika. Hehehe... Makannya banyak n tidak kesakitan. Yiiiiipiiie saya berteriak dalam hati, Alhamdullilah, Alhamdullilah teriak saya, syukurlah keputusan saya untuk tetep observasi membuahkan hasil yang baik untuk Dika.
Sungguh untuk tidak panik, butuh hati dan pikiran yang tenang, butuh banyak dukungan dari keluarga dan teman.
Selalu ada pengalaman pertama yang bikin kita panik, dan saya bersyukur bisa belajar dari rasa panik kali ini.
Terima kasih ya Allah atas kesempatan yang Kau berikan agar aku terus belajar n belajar.
Terima kasih ya Dika, untukmulah mami akan terus belajar.
Terima kasih papi untuk selalu membuatku kuat.
Terima kasih temen2, yang tak lelah memberikan saran n dukungan yang hebaat.
Semoga sharing kali ini bisa bermanfaat buat temen2 ya. Enak rasanya memiliki rasa panik, tanpa rasa ini kita tidak akan belajar, tinggal bagaimana kita mengelola rasa ini dan tetap berpikir Rational.
Salam
Shinta
Rabu, 03 November 2010
Panik, takut, bingung.....
Halo Smart Parents,
Kadang sebagai ortu, apalagi ortu baru suka panik, bingung, takut kala menghadapi si kecil sakit
itu juga terjadi sama kami kok 6 tahun yang lalu
Sayangnya kami tidak memiliki informasi kesehatan yang berimbang, sehingga apa yang dibilang dokter kami anggap yang paling terbaik buat si kecil tanpa memikirkan efek samping dari treatment yang kami lakukan.
Beruntunglah kami menemukan kegiatan ini 3 tahun yang lalu
meski sedikit terlambat, kami masih beruntung, karena semenjak itu kami betul-betul belajar demi si kecil
tidak gampang panik dan bingung. Ketakutan bisa diminimalisir dengan membaca buku, cek guideline disitus-situs kesehatan yang terpercaya sehingga informasi yang diberikan oleh dokter tidak kami telan bulat-bulat.
So, buat temen-teman, belajar buat si kecil investasi yang sangat luar biasayang harus dan mau kita lakukan.
jangan liat apa yang kita keluarkan sekarang tapi apa yang akan kita dapatkan setelah mengikuti kegiatan ini.
Salam
Shinta
PESAT TANGERANG
Akhirnya PESAT 3 Tangerang akan segera hadir kembali di tengah-tengah kita.
Apa itu PESAT dan kenapa anda harus ikut?
PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua) adalah workshop dan seminar setengah hari yang bertujuan untuk menciptakan dan mewujudkan kesadaran serta pengetahuan orang tua khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya akan kondisi kesehatan secara rasional.Saya bukan anggota dari milis SEHAT,kira-kira boleh tidak saya ikut PESAT?TENTU saja boleh. PESAT boleh diikuti oleh siapa saja, apapun background anda.
Silahkan baca tentang tata-syarat PESAT di bawah.
SESSION I, 4 Desember 2010
Topik 1 : Perawatan bayi baru lahir dan jaundice
• Apa saja yang harus diperhatikan pada saat bayi baru lahir?• Test BERA perlu ngga sih?• Imunisasi apa saja yang harus diberikan sebelum bayi pulang ke rumah?• Kenapa yah nafas bayi-ku kok bunyi ”grok-grok”?• Gimana yah pola tidur bayi baru lahir?• Cara merawat tali pusat gimana ya? Kok pusar baby-ku masih bedarah ?• Apa sih jaundice itu? Gimana tata laksana-nya yah?
Topik 2 : Air Susu Ibu(ASI)
Pilihan terbaik untuk semua bayi• Inisiasi Menyusui Dini (IMD) apa sih? Kapan bisa dilakukan?• Bagaimana sih cara latch on yang tepat?• Growth spurt? Apa sih ya?• Kenapa ASI Esklusif (ASIX) harus sampai 6 bulan?• Bagaimana siy mekanisme ASI?• Kiat sukses ASIX untuk ibu bekerja?• Suplement penambah ASI, perlu ngga sih?• Kok ASIku mengering setelah 3 bulan, apa yang salah?• Foremilk, Hindmilk, apa sih itu? Mana yang paling bagus?• Bayiku tiap hari BAB 10x dan ASIX? Kenapa?• Bayiku tidak BAB selama 10 hari dan ASIX? Kenapa?• Bentuk dan warna BAB bayiku berubah-ubah, kenapa?• Kapan sih saat yang tepat untuk memulai MPASI?
Topik 3 : Demam, Kejang Demam dan Demam Berdarah
• Gimana sih mekanisme timbulnya demam?• Apa yang harus saya lakukan yah kalau anak saya demam?• Kejang Demam itu apa sih?• Bagaimana tata laksana untuk Kejang Demam?• Ada ngga yah obat untuk mencegah anak saya KD?• KD bisa menyebabkan kerusakan otak?• Anak saya sudah demam 3 hari, perlu cek darah ngga yah?• Kapan sih penderita DB harus di rawat inap?• Bagaimana tata laksana DB?
Session II,8 Januari 2011
Topik 1 : Pertumbuhan anak
• Anak saya kok kurus banget yah kalo di bandingin sama anak-anak yang lain?
• Terganggu ngga sih pertumbuhan anak saya?
• Apa saja sih indikator untuk mengukur pertumbuhan anak?
• Apa sih growth chart?
• Bagaimana sih cara menggunakan growth chart?
• Perlu ngga sih MPASI sebelum 6 bulan untuk menambah berat badan?
Topik 2 : Common Problem I (muntah, diare, konstipasi dan Infeksi Saluran Kemih)
• Kapan ya saya harus ke dokter?
• Kapan anak saya perlu oralit?
• Gimana ya supaya anak saya tidak dehidrasi?
• Metode BRATY apa yah?
• Bayi saya tidak BAK setiap hari, normal ngga yah?
• Bagaimana sih cara menangani konstipasi?
• Gejala ISK apa yah? Terus apa sih silent ISK itu?
• Bagaimana tata laksana untuk muntah, diare, konstipasi dan ISK?• ISK = phimosis?
Topik 3 : Kesehatan gigi pada anak
• Kapan sih anak mulai di ajak ke dokter gigi?
• Umur berapa yah sebaiknya anak diajarkan untuk mulai menggosok gigi?
• Kapan sih anak-anak mulai menggunakan pasta gigi?
• Benar ngga sih ASI/ Sufor di malam hari bisa bikin gigi anak rusak?
• Kenapa gigi anak saya belum tumbuh, padahal sudah 8 bulan?
Session III,12 Pebruari 2011
Topik 1 : Menilai perkembangan anak
• Apa sih beda motorik kasar dan motorik halus?
• Umur berapa normalnya anak bisa bicara dengan lancar?
• Haruskah bayi melewati proses merangkak?
• Perlu ngga sih ke klinik tumbuh kembang anak?
• Apakah perkembangan anak saya sesuai dengan development milestone?
• Tips and trik menghadapi tantrum?
• Toilet training, apa yang harus dipersiapkan?
Topik 2 : Common Problem II (Batuk, pilek, asma, alergi, Otitis Media Akut dan Otitis Media with Effusion)
• Perlu ngga yah anak saya di inhalasi untuk ngeluarin lendir nya?
• Bagaimana sih ciri-ciri asma? Apa yang harus saya lakukan kalau anak saya kena asma?
• Anak saya batuk sudah hampir seminggu, perlu ke dokter ngga yah? Perlu minum obat ngga yah supaya batuk nya berkurang?
• Kata dokter anak saya alergi, harus pakai susu yang non-alergic yah?
• Apa sih obatnya untuk mengurangi alergi?
• Bagaimana sih men-deteksi Otitis Media Akut (OMA) dan Otitis Media with Effusion (OME)?
• Tatalaksana OMA dan OME bagaimana yah?
Topik 3 : Pendidikan seks
• Kapan yah sebaiknya anak-anak di kenalkan dengan pendidikan seks?
• Seberapa perlu sih pendidikan seks untuk anak-anak?
• Bagaimana caranya menyampaikan pendidikan seks yang baik dan benar kepada anak-anak?
• Bagaimana menanamkan pengertian tentang ‘privat’ area tubuh ke mereka?
• Bagaimana cara mengalihkan perhatian mereka ketika mereka suka bermain dengan alat kelaminnya?
Session IV,12 Maret 2011
Topik 1 : Kegawatdaruratan pada anak dan cara penanganannya
• Anak saya jatuh dari tempat tidur, apa yang harus saya lakukan yah?
• Anak saya jatuh dan luka nya berdarah, perlu ke dokter ngga yah?
• Duh anak saya terkena air panas, musti gimana nih?
• Tolong dong anak saya mimisan… Gimana caranya supaya darahnya berhenti?
• Anakku tersedak, bahaya kan, gimana cara menanganinya?
• CPR pada bayi dan balita, gimana caranya?
Topik 2 : MPASI
• Kapan saat terbaik memperkenalkan MPASI?
• Tekstur MPASI pertama, bagaimana, kapan merubahnya ke tingkat selanjutnya?
• Serealia atau buah dulu ya?
• Baby Lead Weaning, apaan sih itu?
• Makanan terbaik untuk anak apa ya, bagaimana menyusun asupannya?
• Anakku GTM, gimana dong?
• Tips and trik mengolah MPASI, food processor, seberapa perlu?
• Defisiensi zat besi, seberapa berbahaya?
• Bagaimana screening defisiensi zat besi? bagaimana kalau positif?
Topik 3 : Seputar imunisasi
• Perlu nggak sih imunisasi itu?
• Imunisasi yang dianjurkan perlu nggak yah?
• Jadwal imunisasi IDAI paling baru yang mana?
• Vaksin hidup dan vaksin mati apa sih?
• Kenapa sih harus imunisasi sesuai jadwal?
• Apa sih pengertian imunisasi simultan, combo, booster dan catch up?
• Anak saya telat imunisasi nya terus gimana yah selanjutnya?
• Bener ngga sih ada vaksin-vaksin imunisasi yang bisa bikin autis?
• Anak saya sedang batuk pilek, boleh ngga yah di imunisasi? Apa harus di tunda sampai dia sembuh yah?
Session V,2 April 2011
Topik 1 : Mengenali TBC dan penyakit paru lainnya
• Anak saya BB nya ngga nambah-nambah, ini indikasi TBC bukan yah?
• Test mantoux, perlu ngga yah?
• Apa sih yang dimaksud sistem scorring?
• Anak saya batuk sudah lama, bisa kena bronchitis kah?
• Anak saya ternyata berinteraksi dengan suspect TBC, bagaimana menegakkan diagnosisnya?
• BTA Test, apa itu? dimana melakukannya?
• Benarkah obat TB harus dikonsumsi selama 6 bulan? Berapa jenis obatnya? Apa fungsinya?
• Anakku sesak napas, asma-kah?
Topik 2 : Antibiotik
• Kapan sih kita perlu antibiotik?
• Antibiotik profilaksis, seberapa perlu?
• Abusing antibiotics, apa bahayanya?
• Superbugs, manusia bisa punah?
• Ingus anak saya sudah hijau nih, apa sudah saatnya saya minta antibiotik yah ke DSA-nya?
• Bagaimana sih tata laksana konsumsi antibiotik?
Topik 3 : Layanan kesehatan terbaik untuk konsumen
• Bagaimana layanan kesehatan yang seharusnya?
• Dapatkah terjalin suatu ”partnership” yang baik antara pasien dengan dokter?
• Siapa kah yang seharusnya bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan?
• Patient Safety, apakah itu?
• Bagaimana menjadi pasien yang smart ?
• Bagaimana melindungi diri dari keteledoran praktisi kesehatan?
*****PERSYARATAN dan TATA TERTIB*****
Demi kelancaran program edukasi ini, peserta diwajibkan mengikuti ketentuan sebagai berikut :
1. Mengikuti seluruh acara paket (kecuali situasi emergency dan peserta lepasan)
2. Datang 30 menit sebelum acara dimulai untuk pendaftaran ulang dan mengikuti kuis.
3. Diharapkan tidak membawa anak-anak pada acara ini
4. Membawa bukti transfer pembayaran asli di Sesi 1 (bagi pesertapaket) atau di sesi tertentu yang diikuti (bagi peserta lepasan).
5. Pembatalan atau pergeseran ke sesi berikutnya dilakukan palinglambat H-7 sebelum acara
6. Apabila peserta mengundurkan diri setelah PESAT dimulai dan/atau ditengah-tengah PESAT, tidak ada pengembalian biaya.
7. Apabila tidak hadir 2 kali berturut-turut otomatis dieliminasi (bagipeserta paket) dan tidak ada pengembalian biaya.
*****Tatalaksana Pendaftaran PESAT 3 Tangerang*****
Calon peserta wajib mendaftarkan diri dengan mengisi formulir pendaftaran di sini http:www.//pesat3-tangerang.org/
WAKTU PENDAFTARAN*****-
Pendaftaran Sesi I dibuka 15 Oktober – 20 Nopember 2010
Pendaftaran Sesi II dibuka 15 Nopember – 15 Desember 2010
Pendaftaran Sesi III dibuka 15 Desember – 15 Januari 2010
Pendaftaran Sesi IV dibuka 15 Januari – 15 Februari 2010
Pendaftaran Sesi V dibuka 15 Februari – 15 Maret 2010
Pendaftaran Paket Pasangan dan Perorangan (5 sesi sekaligus) dibuka mulai 5 Oktober – 20 Nopember 2010
*****BIAYA*****
Biaya kepesertaan PESAT 3 Tangerang:
- Peserta pasangan PAKET (5 sesi) : Rp 750.000,- per pasangan-
Peserta perorangan PAKET (5 Sesi) : 450.000,- per orang-
Peserta perorangan lepasan (1 Sesi) : Rp. 100.000,- per orang-
Peserta pasangan lepasan (1 Sesi): Rp. 190.000,- per pasangan
**Biaya tersebut akan digunakan sebagai pengganti biaya penggandaan makalah,konsumsi dan seminar kit.
*****PEMBAYARAN*****
Pembayaran dilakukan setelah anda mendapatkan email dari panitia PESAT 3 Tangerang, batas waktu pembayaran akan ditentukan di dalam email. Setelah melakukan pembayaran, segera konfirmasi pembayaran anda di sini.Pembayaran Ke Rekening :
BCA KCU Dago, BandungNomer Rekening : 0161281831 , a/n Hosni ATAU Bank MandiriNomer Rekening : 1220004795863, a/n Hanny Prasetyo
PENDAFTARAN MELALUI EMAIL.
Anda dapat mendaftar melalui email dengan mengirimkan email bersubject : PENDAFTARAN [NAMA ANDA] ke pesat3.tangerang at gmail dot com dengan isi email sebagai berikut:
Nama Peserta I :Nama Peserta II (Jika berpasangan) :
Email :
Telepon Rumah :
No Handphone :
Paket PESAT Yang hendak diikuti :
Jumlah Anak :
Mendengar PESAT dari :
PENDAFTARAN melalui SMS :
Anda dapat mengirimkan SMS dengan detail :NAMA PESERTA 1#NAMA PESERTA2#EMAIL#No. TELEPON#PAKET PESAT yang diikuti
Kirimkan ke : 08159130075 (sms only)
Ikuti update terbaru dari PESAT 3 Tangerang melalui twitter, follow kami di *http://twitter.com/pesat3*
HORMAT KAMI,
--PANITIA PESAT 3 TANGERANG--
Kadang sebagai ortu, apalagi ortu baru suka panik, bingung, takut kala menghadapi si kecil sakit
itu juga terjadi sama kami kok 6 tahun yang lalu
Sayangnya kami tidak memiliki informasi kesehatan yang berimbang, sehingga apa yang dibilang dokter kami anggap yang paling terbaik buat si kecil tanpa memikirkan efek samping dari treatment yang kami lakukan.
Beruntunglah kami menemukan kegiatan ini 3 tahun yang lalu
meski sedikit terlambat, kami masih beruntung, karena semenjak itu kami betul-betul belajar demi si kecil
tidak gampang panik dan bingung. Ketakutan bisa diminimalisir dengan membaca buku, cek guideline disitus-situs kesehatan yang terpercaya sehingga informasi yang diberikan oleh dokter tidak kami telan bulat-bulat.
So, buat temen-teman, belajar buat si kecil investasi yang sangat luar biasayang harus dan mau kita lakukan.
jangan liat apa yang kita keluarkan sekarang tapi apa yang akan kita dapatkan setelah mengikuti kegiatan ini.
Salam
Shinta
PESAT TANGERANG
Akhirnya PESAT 3 Tangerang akan segera hadir kembali di tengah-tengah kita.
Apa itu PESAT dan kenapa anda harus ikut?
PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua) adalah workshop dan seminar setengah hari yang bertujuan untuk menciptakan dan mewujudkan kesadaran serta pengetahuan orang tua khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya akan kondisi kesehatan secara rasional.Saya bukan anggota dari milis SEHAT,kira-kira boleh tidak saya ikut PESAT?TENTU saja boleh. PESAT boleh diikuti oleh siapa saja, apapun background anda.
Silahkan baca tentang tata-syarat PESAT di bawah.
SESSION I, 4 Desember 2010
Topik 1 : Perawatan bayi baru lahir dan jaundice
• Apa saja yang harus diperhatikan pada saat bayi baru lahir?• Test BERA perlu ngga sih?• Imunisasi apa saja yang harus diberikan sebelum bayi pulang ke rumah?• Kenapa yah nafas bayi-ku kok bunyi ”grok-grok”?• Gimana yah pola tidur bayi baru lahir?• Cara merawat tali pusat gimana ya? Kok pusar baby-ku masih bedarah ?• Apa sih jaundice itu? Gimana tata laksana-nya yah?
Topik 2 : Air Susu Ibu(ASI)
Pilihan terbaik untuk semua bayi• Inisiasi Menyusui Dini (IMD) apa sih? Kapan bisa dilakukan?• Bagaimana sih cara latch on yang tepat?• Growth spurt? Apa sih ya?• Kenapa ASI Esklusif (ASIX) harus sampai 6 bulan?• Bagaimana siy mekanisme ASI?• Kiat sukses ASIX untuk ibu bekerja?• Suplement penambah ASI, perlu ngga sih?• Kok ASIku mengering setelah 3 bulan, apa yang salah?• Foremilk, Hindmilk, apa sih itu? Mana yang paling bagus?• Bayiku tiap hari BAB 10x dan ASIX? Kenapa?• Bayiku tidak BAB selama 10 hari dan ASIX? Kenapa?• Bentuk dan warna BAB bayiku berubah-ubah, kenapa?• Kapan sih saat yang tepat untuk memulai MPASI?
Topik 3 : Demam, Kejang Demam dan Demam Berdarah
• Gimana sih mekanisme timbulnya demam?• Apa yang harus saya lakukan yah kalau anak saya demam?• Kejang Demam itu apa sih?• Bagaimana tata laksana untuk Kejang Demam?• Ada ngga yah obat untuk mencegah anak saya KD?• KD bisa menyebabkan kerusakan otak?• Anak saya sudah demam 3 hari, perlu cek darah ngga yah?• Kapan sih penderita DB harus di rawat inap?• Bagaimana tata laksana DB?
Session II,8 Januari 2011
Topik 1 : Pertumbuhan anak
• Anak saya kok kurus banget yah kalo di bandingin sama anak-anak yang lain?
• Terganggu ngga sih pertumbuhan anak saya?
• Apa saja sih indikator untuk mengukur pertumbuhan anak?
• Apa sih growth chart?
• Bagaimana sih cara menggunakan growth chart?
• Perlu ngga sih MPASI sebelum 6 bulan untuk menambah berat badan?
Topik 2 : Common Problem I (muntah, diare, konstipasi dan Infeksi Saluran Kemih)
• Kapan ya saya harus ke dokter?
• Kapan anak saya perlu oralit?
• Gimana ya supaya anak saya tidak dehidrasi?
• Metode BRATY apa yah?
• Bayi saya tidak BAK setiap hari, normal ngga yah?
• Bagaimana sih cara menangani konstipasi?
• Gejala ISK apa yah? Terus apa sih silent ISK itu?
• Bagaimana tata laksana untuk muntah, diare, konstipasi dan ISK?• ISK = phimosis?
Topik 3 : Kesehatan gigi pada anak
• Kapan sih anak mulai di ajak ke dokter gigi?
• Umur berapa yah sebaiknya anak diajarkan untuk mulai menggosok gigi?
• Kapan sih anak-anak mulai menggunakan pasta gigi?
• Benar ngga sih ASI/ Sufor di malam hari bisa bikin gigi anak rusak?
• Kenapa gigi anak saya belum tumbuh, padahal sudah 8 bulan?
Session III,12 Pebruari 2011
Topik 1 : Menilai perkembangan anak
• Apa sih beda motorik kasar dan motorik halus?
• Umur berapa normalnya anak bisa bicara dengan lancar?
• Haruskah bayi melewati proses merangkak?
• Perlu ngga sih ke klinik tumbuh kembang anak?
• Apakah perkembangan anak saya sesuai dengan development milestone?
• Tips and trik menghadapi tantrum?
• Toilet training, apa yang harus dipersiapkan?
Topik 2 : Common Problem II (Batuk, pilek, asma, alergi, Otitis Media Akut dan Otitis Media with Effusion)
• Perlu ngga yah anak saya di inhalasi untuk ngeluarin lendir nya?
• Bagaimana sih ciri-ciri asma? Apa yang harus saya lakukan kalau anak saya kena asma?
• Anak saya batuk sudah hampir seminggu, perlu ke dokter ngga yah? Perlu minum obat ngga yah supaya batuk nya berkurang?
• Kata dokter anak saya alergi, harus pakai susu yang non-alergic yah?
• Apa sih obatnya untuk mengurangi alergi?
• Bagaimana sih men-deteksi Otitis Media Akut (OMA) dan Otitis Media with Effusion (OME)?
• Tatalaksana OMA dan OME bagaimana yah?
Topik 3 : Pendidikan seks
• Kapan yah sebaiknya anak-anak di kenalkan dengan pendidikan seks?
• Seberapa perlu sih pendidikan seks untuk anak-anak?
• Bagaimana caranya menyampaikan pendidikan seks yang baik dan benar kepada anak-anak?
• Bagaimana menanamkan pengertian tentang ‘privat’ area tubuh ke mereka?
• Bagaimana cara mengalihkan perhatian mereka ketika mereka suka bermain dengan alat kelaminnya?
Session IV,12 Maret 2011
Topik 1 : Kegawatdaruratan pada anak dan cara penanganannya
• Anak saya jatuh dari tempat tidur, apa yang harus saya lakukan yah?
• Anak saya jatuh dan luka nya berdarah, perlu ke dokter ngga yah?
• Duh anak saya terkena air panas, musti gimana nih?
• Tolong dong anak saya mimisan… Gimana caranya supaya darahnya berhenti?
• Anakku tersedak, bahaya kan, gimana cara menanganinya?
• CPR pada bayi dan balita, gimana caranya?
Topik 2 : MPASI
• Kapan saat terbaik memperkenalkan MPASI?
• Tekstur MPASI pertama, bagaimana, kapan merubahnya ke tingkat selanjutnya?
• Serealia atau buah dulu ya?
• Baby Lead Weaning, apaan sih itu?
• Makanan terbaik untuk anak apa ya, bagaimana menyusun asupannya?
• Anakku GTM, gimana dong?
• Tips and trik mengolah MPASI, food processor, seberapa perlu?
• Defisiensi zat besi, seberapa berbahaya?
• Bagaimana screening defisiensi zat besi? bagaimana kalau positif?
Topik 3 : Seputar imunisasi
• Perlu nggak sih imunisasi itu?
• Imunisasi yang dianjurkan perlu nggak yah?
• Jadwal imunisasi IDAI paling baru yang mana?
• Vaksin hidup dan vaksin mati apa sih?
• Kenapa sih harus imunisasi sesuai jadwal?
• Apa sih pengertian imunisasi simultan, combo, booster dan catch up?
• Anak saya telat imunisasi nya terus gimana yah selanjutnya?
• Bener ngga sih ada vaksin-vaksin imunisasi yang bisa bikin autis?
• Anak saya sedang batuk pilek, boleh ngga yah di imunisasi? Apa harus di tunda sampai dia sembuh yah?
Session V,2 April 2011
Topik 1 : Mengenali TBC dan penyakit paru lainnya
• Anak saya BB nya ngga nambah-nambah, ini indikasi TBC bukan yah?
• Test mantoux, perlu ngga yah?
• Apa sih yang dimaksud sistem scorring?
• Anak saya batuk sudah lama, bisa kena bronchitis kah?
• Anak saya ternyata berinteraksi dengan suspect TBC, bagaimana menegakkan diagnosisnya?
• BTA Test, apa itu? dimana melakukannya?
• Benarkah obat TB harus dikonsumsi selama 6 bulan? Berapa jenis obatnya? Apa fungsinya?
• Anakku sesak napas, asma-kah?
Topik 2 : Antibiotik
• Kapan sih kita perlu antibiotik?
• Antibiotik profilaksis, seberapa perlu?
• Abusing antibiotics, apa bahayanya?
• Superbugs, manusia bisa punah?
• Ingus anak saya sudah hijau nih, apa sudah saatnya saya minta antibiotik yah ke DSA-nya?
• Bagaimana sih tata laksana konsumsi antibiotik?
Topik 3 : Layanan kesehatan terbaik untuk konsumen
• Bagaimana layanan kesehatan yang seharusnya?
• Dapatkah terjalin suatu ”partnership” yang baik antara pasien dengan dokter?
• Siapa kah yang seharusnya bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan?
• Patient Safety, apakah itu?
• Bagaimana menjadi pasien yang smart ?
• Bagaimana melindungi diri dari keteledoran praktisi kesehatan?
*****PERSYARATAN dan TATA TERTIB*****
Demi kelancaran program edukasi ini, peserta diwajibkan mengikuti ketentuan sebagai berikut :
1. Mengikuti seluruh acara paket (kecuali situasi emergency dan peserta lepasan)
2. Datang 30 menit sebelum acara dimulai untuk pendaftaran ulang dan mengikuti kuis.
3. Diharapkan tidak membawa anak-anak pada acara ini
4. Membawa bukti transfer pembayaran asli di Sesi 1 (bagi pesertapaket) atau di sesi tertentu yang diikuti (bagi peserta lepasan).
5. Pembatalan atau pergeseran ke sesi berikutnya dilakukan palinglambat H-7 sebelum acara
6. Apabila peserta mengundurkan diri setelah PESAT dimulai dan/atau ditengah-tengah PESAT, tidak ada pengembalian biaya.
7. Apabila tidak hadir 2 kali berturut-turut otomatis dieliminasi (bagipeserta paket) dan tidak ada pengembalian biaya.
*****Tatalaksana Pendaftaran PESAT 3 Tangerang*****
Calon peserta wajib mendaftarkan diri dengan mengisi formulir pendaftaran di sini http:www.//pesat3-tangerang.org/
WAKTU PENDAFTARAN*****-
Pendaftaran Sesi I dibuka 15 Oktober – 20 Nopember 2010
Pendaftaran Sesi II dibuka 15 Nopember – 15 Desember 2010
Pendaftaran Sesi III dibuka 15 Desember – 15 Januari 2010
Pendaftaran Sesi IV dibuka 15 Januari – 15 Februari 2010
Pendaftaran Sesi V dibuka 15 Februari – 15 Maret 2010
Pendaftaran Paket Pasangan dan Perorangan (5 sesi sekaligus) dibuka mulai 5 Oktober – 20 Nopember 2010
*****BIAYA*****
Biaya kepesertaan PESAT 3 Tangerang:
- Peserta pasangan PAKET (5 sesi) : Rp 750.000,- per pasangan-
Peserta perorangan PAKET (5 Sesi) : 450.000,- per orang-
Peserta perorangan lepasan (1 Sesi) : Rp. 100.000,- per orang-
Peserta pasangan lepasan (1 Sesi): Rp. 190.000,- per pasangan
**Biaya tersebut akan digunakan sebagai pengganti biaya penggandaan makalah,konsumsi dan seminar kit.
*****PEMBAYARAN*****
Pembayaran dilakukan setelah anda mendapatkan email dari panitia PESAT 3 Tangerang, batas waktu pembayaran akan ditentukan di dalam email. Setelah melakukan pembayaran, segera konfirmasi pembayaran anda di sini.Pembayaran Ke Rekening :
BCA KCU Dago, BandungNomer Rekening : 0161281831 , a/n Hosni ATAU Bank MandiriNomer Rekening : 1220004795863, a/n Hanny Prasetyo
PENDAFTARAN MELALUI EMAIL.
Anda dapat mendaftar melalui email dengan mengirimkan email bersubject : PENDAFTARAN [NAMA ANDA] ke pesat3.tangerang at gmail dot com dengan isi email sebagai berikut:
Nama Peserta I :Nama Peserta II (Jika berpasangan) :
Email :
Telepon Rumah :
No Handphone :
Paket PESAT Yang hendak diikuti :
Jumlah Anak :
Mendengar PESAT dari :
PENDAFTARAN melalui SMS :
Anda dapat mengirimkan SMS dengan detail :NAMA PESERTA 1#NAMA PESERTA2#EMAIL#No. TELEPON#PAKET PESAT yang diikuti
Kirimkan ke : 08159130075 (sms only)
Ikuti update terbaru dari PESAT 3 Tangerang melalui twitter, follow kami di *http://twitter.com/pesat3*
HORMAT KAMI,
--PANITIA PESAT 3 TANGERANG--
Kamis, 22 April 2010
Sharing : Ketika Menyerah bukan Berarti Harus kalah
Tadinya gak kepingin sharing tentang commons cold yang dika alami, karena ini biasa saja tapi berhubung adik tercinta gw nowel-nowel dan bikin gw sedikit darti, makanya gw jadi pengin cerita di MP kesayangan gw ini.
01 April 2010
Dika mulai Demam disekitaran 39.5, paginya sudah di 38.5 dan ceria lagi dan keluar pileknya. Lega, karena gak usah bingung lagi si Virus sudah ketahuan.
04 April 2010
Karena behaviournya cukup aktif dan udah gak demam lagi kita nonton Oriental Circus Indonesia di Lap. Parkir Puri Indah Mall. Eh ndalalah pulangnya langsung demam tinggi (mungkin pengaruh pendingin ruangan yang anginnnya keras banget sementara dika lom fit bener). Demam dan batpil on off tapi cuma kisaran 37.5 s/d 38.5 gw gak terlalu khawatir karena dika masih mau beraktifitas meskipun agak loyo.
09 April 2010
Dari Jum'at dika dah segeran, makanya Sabtu malam saya ajak kondangan ke Kalibata, nah lagi-lagi pulang dari undangan dika demam tinggi lagi. Suhu pada siang hari di 38.5 dan malam bisa sampai 39.7
Kondisinya : Tidak bergairah, makan mau tapi pilih-2 menunya, mainan gak mau, loyo, mata sayu, lemes, mintanya di gendiong terus. Ini berlangsung sampai dengan Jum'at tanggal 16 April 2010. Pada periode itu pileknya dah hilang, tapi batuknya masih.
Gw gak khawatir ? tentu saja gw khawatir, tapi gw tetap tenang selama ada masih ada batuk, dan gw hitung nafasnya, gak ada indikasi sesak, gak ada mengi, jadi cuma batuk biasa.
Tapi Bokap gw dengan segala kekuasaannya selalu menekan gw dan papanya dika, dan selalu bilang nanti kalo terlambat gimana, kamu bakalan nyesel loh.
loh, loh, terlambat untuk apa ? dan nyesel karena apa ?
Gw itu sayang sama dika, dan gw bukannya diemen dika, tapi gw mengobservasi dika, kalo emang ada tanda-tanda kegawatdaruratan baru gw ke dokter itupun untuk mendapatkan diagnosis bukannya cari obat.
reaksi bokap : tetep keukeh dengan pendiriannya.
Sebenarnya ini adalah kali pertama dika batuk tapi demamnya manteng dan itu juga bikin gw degdegan, akhirnya diskusi sana sini, baca-baca sharingan temen-teman. Mba Ria juga inform kalo Nat juga pernah mengalami demam sampai dua mingguan, jadi gw sedikit lega.
Tapi Jum'at tanggal 16-04-2010 bokap BBM, sore ini Bapak akan bawa dika untuk test lab dan ke dokter... gw lagi di Padang waktu itu, langsung kalut banget, soalnya sejauh ini yang bisa nahan bokap cuma gw, akhirnya setelah diskusi sama papa dika, kita putuskan test lab untuk pastikan gak ada yang perlu dikhawatirkan dan gw buat janji ke Markas untuk konsul hari Sabtu. ( daripada dika dibawa ke dokter yang gak bener...hehehe)
Sabtu, 17-04-2010
Jam 7.30 gw berangkat ke Pesat Jakarta bersama dika dan papa, intinya hari itu hanya ingin antar pointer dan ketemu Ian untuk ambil pesenan Koka. Kondisi dika udah turun demamnya pas di mobil gw ukur cuma 37.7 ( legaaa ), tapi kondisi masih loyo sih.
Setelah ketemu Ian dan ngobrol sebentar, gw sempet kasih unjuk hasil lab dika, gak ada yang perlu dikhawatirkan, ini cuma virus kata Ian, cuma Hb dika agak rendah aza ( legaaaaa) oiya, makasih kokanya ya tante.
Sore hari ke Markas pake Taxi, mobil dipake bokap, sampai disana jam 4.30 tapi ternyata baru konsul jam 5.30 ( gak papa, toh tempatnya enak untuk nunggu), dika belum mau mainan sih, padahal banyak anak-anak dan mainan disana. Suhu tubuh pas dimarkas : 38der, BB 24 kg, TB : 110 cm.
Akhirnya tiba juga giliran dika, kita ngobrol-2 dulu, trus dika diperiksa pake stateskop, diperiksa telinganya, mulutnya, penisnya dan punggungnya ( hmmmm, kalo ke dokter lain apa iya sedetail ini diperiksanya), konsulin hasil lab dika. Dan diagnosisnya adalah 'COMMONS COLDS" , HB yang rendah biasa terjadi kalo lagi gak sehat, tapi MCVdan MCH dika memang rendah, ada indikasi ÄNEMIA", tapi mungkin saja karena Dika kurang makan, so No treatment dulu sampai bener-2 diketahui bahwa ada defesiensi besi yang hanya bisa diketahui dengan test SI, TIBC dan Feritin. ( ini dilakukan kalo dika sudah sehat bener).
yang lucu pas dr apin bilang, insya allah hari ini adalah demam yang terakhir, besok mudah-mudahan sudah gak demam, ech eyang bilang : Amin dok, khan udah dipegang pak dokter, hihihihi ( dr apin langsung pegang-2 dika, iya nih udah dipegang-pegang, besok sembuh ya ).
Alhamdullilah kata-kata dr Apin terbukti, dan mungkin ini memang sudah waktunya bagi dika untuk sembuh, sejak senin semuanya kembali ke semula, bocah gantengku dah ceria lagi, badannya dah gempal lagi, sudah sekolah di pagi hari dan terapi wicara di sore hari, udah ngeledekin papa-mamanya, udah naik sepeda, makan banyak, minum susu lagi, dan kegabrek kegiatannya.
Dan saya sempet bilang ke Ibu Mertua saya, bahwa untuk kedepan kita gak perlu khawatir lagi kalo dika mengalami sakit seperti itu, toh hasil lab juga gak menghasilkan suatu tindakan medis yang perlu dilakukan, dan konsul kita ke dokter juga gak menghasilkan obat. Buktinya dika bisa sembuh tanpa obat-obatan ( 2x minum paracetamol saja pas demam 39,7 dan dika gelisah luar biasa). hmmm iya ya kata ibu saya.
Selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dari suatu kejadian, dan Allah memang ingin kita selalu belajar, insya allah untuk kedepan kami akan berusaha lebih baik lagi.
Terima kasih buat dika yang bikin mama ingin selalu belajar, terima kasih buat mbak Ria, "my lovely dokter " dr. Ian dan dr. Anto (miss you a lot dok) serta dr. Apin yang selalu bersedia untuk diajak diskusi, dan special buat papa dan eyang dika yang selalu ada dan mendukung mama.
01 April 2010
Dika mulai Demam disekitaran 39.5, paginya sudah di 38.5 dan ceria lagi dan keluar pileknya. Lega, karena gak usah bingung lagi si Virus sudah ketahuan.
04 April 2010
Karena behaviournya cukup aktif dan udah gak demam lagi kita nonton Oriental Circus Indonesia di Lap. Parkir Puri Indah Mall. Eh ndalalah pulangnya langsung demam tinggi (mungkin pengaruh pendingin ruangan yang anginnnya keras banget sementara dika lom fit bener). Demam dan batpil on off tapi cuma kisaran 37.5 s/d 38.5 gw gak terlalu khawatir karena dika masih mau beraktifitas meskipun agak loyo.
09 April 2010
Dari Jum'at dika dah segeran, makanya Sabtu malam saya ajak kondangan ke Kalibata, nah lagi-lagi pulang dari undangan dika demam tinggi lagi. Suhu pada siang hari di 38.5 dan malam bisa sampai 39.7
Kondisinya : Tidak bergairah, makan mau tapi pilih-2 menunya, mainan gak mau, loyo, mata sayu, lemes, mintanya di gendiong terus. Ini berlangsung sampai dengan Jum'at tanggal 16 April 2010. Pada periode itu pileknya dah hilang, tapi batuknya masih.
Gw gak khawatir ? tentu saja gw khawatir, tapi gw tetap tenang selama ada masih ada batuk, dan gw hitung nafasnya, gak ada indikasi sesak, gak ada mengi, jadi cuma batuk biasa.
Tapi Bokap gw dengan segala kekuasaannya selalu menekan gw dan papanya dika, dan selalu bilang nanti kalo terlambat gimana, kamu bakalan nyesel loh.
loh, loh, terlambat untuk apa ? dan nyesel karena apa ?
Gw itu sayang sama dika, dan gw bukannya diemen dika, tapi gw mengobservasi dika, kalo emang ada tanda-tanda kegawatdaruratan baru gw ke dokter itupun untuk mendapatkan diagnosis bukannya cari obat.
reaksi bokap : tetep keukeh dengan pendiriannya.
Sebenarnya ini adalah kali pertama dika batuk tapi demamnya manteng dan itu juga bikin gw degdegan, akhirnya diskusi sana sini, baca-baca sharingan temen-teman. Mba Ria juga inform kalo Nat juga pernah mengalami demam sampai dua mingguan, jadi gw sedikit lega.
Tapi Jum'at tanggal 16-04-2010 bokap BBM, sore ini Bapak akan bawa dika untuk test lab dan ke dokter... gw lagi di Padang waktu itu, langsung kalut banget, soalnya sejauh ini yang bisa nahan bokap cuma gw, akhirnya setelah diskusi sama papa dika, kita putuskan test lab untuk pastikan gak ada yang perlu dikhawatirkan dan gw buat janji ke Markas untuk konsul hari Sabtu. ( daripada dika dibawa ke dokter yang gak bener...hehehe)
Sabtu, 17-04-2010
Jam 7.30 gw berangkat ke Pesat Jakarta bersama dika dan papa, intinya hari itu hanya ingin antar pointer dan ketemu Ian untuk ambil pesenan Koka. Kondisi dika udah turun demamnya pas di mobil gw ukur cuma 37.7 ( legaaa ), tapi kondisi masih loyo sih.
Setelah ketemu Ian dan ngobrol sebentar, gw sempet kasih unjuk hasil lab dika, gak ada yang perlu dikhawatirkan, ini cuma virus kata Ian, cuma Hb dika agak rendah aza ( legaaaaa) oiya, makasih kokanya ya tante.
Sore hari ke Markas pake Taxi, mobil dipake bokap, sampai disana jam 4.30 tapi ternyata baru konsul jam 5.30 ( gak papa, toh tempatnya enak untuk nunggu), dika belum mau mainan sih, padahal banyak anak-anak dan mainan disana. Suhu tubuh pas dimarkas : 38der, BB 24 kg, TB : 110 cm.
Akhirnya tiba juga giliran dika, kita ngobrol-2 dulu, trus dika diperiksa pake stateskop, diperiksa telinganya, mulutnya, penisnya dan punggungnya ( hmmmm, kalo ke dokter lain apa iya sedetail ini diperiksanya), konsulin hasil lab dika. Dan diagnosisnya adalah 'COMMONS COLDS" , HB yang rendah biasa terjadi kalo lagi gak sehat, tapi MCVdan MCH dika memang rendah, ada indikasi ÄNEMIA", tapi mungkin saja karena Dika kurang makan, so No treatment dulu sampai bener-2 diketahui bahwa ada defesiensi besi yang hanya bisa diketahui dengan test SI, TIBC dan Feritin. ( ini dilakukan kalo dika sudah sehat bener).
yang lucu pas dr apin bilang, insya allah hari ini adalah demam yang terakhir, besok mudah-mudahan sudah gak demam, ech eyang bilang : Amin dok, khan udah dipegang pak dokter, hihihihi ( dr apin langsung pegang-2 dika, iya nih udah dipegang-pegang, besok sembuh ya ).
Alhamdullilah kata-kata dr Apin terbukti, dan mungkin ini memang sudah waktunya bagi dika untuk sembuh, sejak senin semuanya kembali ke semula, bocah gantengku dah ceria lagi, badannya dah gempal lagi, sudah sekolah di pagi hari dan terapi wicara di sore hari, udah ngeledekin papa-mamanya, udah naik sepeda, makan banyak, minum susu lagi, dan kegabrek kegiatannya.
Dan saya sempet bilang ke Ibu Mertua saya, bahwa untuk kedepan kita gak perlu khawatir lagi kalo dika mengalami sakit seperti itu, toh hasil lab juga gak menghasilkan suatu tindakan medis yang perlu dilakukan, dan konsul kita ke dokter juga gak menghasilkan obat. Buktinya dika bisa sembuh tanpa obat-obatan ( 2x minum paracetamol saja pas demam 39,7 dan dika gelisah luar biasa). hmmm iya ya kata ibu saya.
Selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dari suatu kejadian, dan Allah memang ingin kita selalu belajar, insya allah untuk kedepan kami akan berusaha lebih baik lagi.
Terima kasih buat dika yang bikin mama ingin selalu belajar, terima kasih buat mbak Ria, "my lovely dokter " dr. Ian dan dr. Anto (miss you a lot dok) serta dr. Apin yang selalu bersedia untuk diajak diskusi, dan special buat papa dan eyang dika yang selalu ada dan mendukung mama.
Jumat, 02 April 2010
06.45 WIB, setelah berendam air hangat suhu turun di 38.5 dercel, bangun tidur dg ceria, makan kue kesukaannya dg lahap, trus teriak sambil bawa tisu : mamiiiii, inus ni, inus (maksudnya minta dilappin ingusnya). Alhamdullilah demam karena pileknya mau datang, get well ya cah bagus, kita mau nonton sirkus khan ya.
Kamis, 01 April 2010
Progress Sakit
Jam 10.00, suhu : 39.20 delcel, gelisah, bibir merah, minum gak mau, pipis jarang (huhuhu eyang lupa catat berapa kali dari mulai demam)Rewel, Cepet sehat ya ganteng, kita khan mau nonton sirkus.
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)
